Suci yang Ternoda

Suci yang Ternoda
Bertemu


__ADS_3

"Nafis ,di bawah ada seseorang yang mau ketemu sama kamu. !"Umi membelai kepala ku dengan sangat lembut, pancaran kasih sayang ku temukan dalam tatapan nya yang dalam.Sementara ,aku masih diam tak bergeming dengan pandangan ku yang datar .kemarin,aku baru saja hendak menata hidup kembali .Tetapi,kedatangan Gus Pati untuk meminang ku membuat tataan itu jatuh ke titik nol. Dan aku sepenuhnya sadar ,bahwa aku telah kembali pada kehancuran yang nyata.


"Nafis sudah katakan ,Nafis belum mau ketemu siapa-siapa,umi !"protes ku sambil mendongak,menatap mata umi dengan tatapan permohonan .Aku ingin sendiri lagi ,siapapun..Tidak adakah yang mengerti akan perasaan ku di sini?


"Kasihan lho naf,mereka jauh-jauh dari Jakarta. Di bawah ada laki-laki yang mau melamar kamu juga . Lebih tampan dari gus Pati menurut umi,Coba turun untuk melihatnya ,kamu pasti suka !"Umi masih semangat membujuk ku untuk turun .Berbicara tentang tampan ,aku tak pernah melihat pria setampan Gus Pati di negri ini .Aku tak pernah merasakan degup indah ketika memandang keindahan tuhan selain pada dirinya.


"Katakan Nafis tidak tertarik!" Kataku masih kukuh .Di atas kasur ,aku memeluk lutut sementara pandangan ku sudah beralih ,menatap dedaunan yang bergoyang di luar jendela.


"Masa gitu Naf ,gak enak atuh umi sama Abah .Ada ustadzah May juga ,masa gak mau nemuin .Nanti di bilang nya gak sopan!"Umi menyuarakan isi hatinya ,dan aku meringis .Mendapati rasa sakit yang berdenyut di telapak kaki ku.


"Namanya Fikhar Nafis , Fikhar Romanika ! Tadi dia memohon-mohon sama umi sama Abah untuk bertemu dengan mu .Katanya dia tak akan pulang sebelum kamu memberi jawaban !"Tambah nya sambil menghela napas pelan.Dan sekarang aku mengerti ,dari mana datang nya pemaksaan ini .


"Kamu juga hutang penjelasan sama Ustadzah May,kan ?" Kata Umi kemudian dengan suara hampir menyerah."Ustdzah May juga ada di bawah ,dan pria itu mengaku keponakan nya!"


Aku tertegun,mendapati kembali rasa sakit yang mengisi relung-relung jiwaku ini.Mendengar namanya Ustadzah May,demi apapun telah cukup untuk mengembalikan ingatan itu. Air mata ku menggenang ,kemudian tumpah ruah tak tertahan. Aku tergugu ,merasa ini sangat menyakitkan.


"Kamu kenapa ,sayang? Gak mau ketemu ?Ya sudah tidak usah keluar,nanti biar umi bilang kamu sedang tidak enak badan!"Ucap umi kalangkabut dengan suara panik.


Aku masih terisak di sisa rasa sakitku . Aku benci diriku yang seperti ini, tetapi kehancuran kerap kali melambai dan meruntuhkan kan semua benteng keimanan.

__ADS_1


"Jadi ,apa yang mesti umi sama Abah katakan dengan keluarga pria itu agar mereka mengerti?Tuntut nya lagi ,Ia seperti kebingungan .Beliau meremas telapak tangan ku dan menatapku dengan tatapan meminta pengertian .


"Umi sama Abah tidak mungkin menyuruh nya kembali nanti.Nafis ,kalo umi boleh memohon turunlah,katakan iya jika kamu menerima nya atau tidak.Hanya itu ,setelah itu kau boleh langsung kembali kesini !Mohon nya dengan sangat . Raut kesedihan tersirat dengan jelas dalam tatapan nya ,dan aku sepenuhnya mengerti bahwa putrinya yang dulu tak lagi dia temukan disini.


permintaan nya begitu sederhana bukan ,tetapi ku rasa tidak akan sederhana itu bagiku untuk melakukan nya . Aku selalu ketakutan ,takut masa lalu juga takut di masa yang akan mendatang.


Tangan ku menahan langkah nya yang hendak pergi .Aku cukup mengatakan 'iya atau tidak' ,sesederhana itu .Aku harus melakukannya .


"Tunggu umi ,Biar Nafis ikut !"Kata ku yakin ,kemudian perlahan turun sambil memegangi beliau untuk menahan tubuhku yang terasa lemah. Umi tampak menghela napas lega kemudian tersenyum "Tidak apa-apa ,semuanya akan baik-baik saja!"


Semoga begitu ...Semoga semuanya akan baik-baik saja dan selalu baik-baik saja.


***


Aku terdiam,merasakan dunia ku berhenti untuk sementara .Hatiku nyeri ,ketika melihat gadis bulan lalu yang aku tiduri itu kini lebih kurus kerontang.Kantung matanya yang menghitam terlihat begitu jelas ,membingkai kesedihan nya yang teramat dalam.


Mata ku sudah berkaca-kaca ,memandangi Nafisah yang saat ini masih berlindung di belakang tubuh ibunya. Seperti takut,sedih , depresi ,dan entah kata apa lagi yang pantas untu menggambarkan keadaanya ,tetapi aku berani mengakui bahwa hidup nya kini sangat hancur .


Pandangan ku jatuh pada tangan lentik yang saat ini terkepal juga gemetar .Buku-buku nya yang putih terlihat menonjol,menandakan bahwa pegangan nya teramat kuat. Rasa bersalah menyerbu,mengisi sela-sela relung jiwa ku ,aku tau .Penyebab kehancuran nya itu adalah aku sendiri.

__ADS_1


Aku hampir tak bisa menahan diri.Jika boleh,ingin ku menarik dan memeluk gadis dengan baju kebesaran itu ,membisikan kata yang sekiranya akan menenangkan dia. Sementara mata ku sudah basah ,tidak cukup tega untuk melihat hal menyakitkan ketika memandang wajah wanita yang akhir-akhir ini mengalihkan dunia ku semuanya.


Beruntung nya adalah ,saat ibu Nafisah pergi tadi.kyai Hasyim menceritakan keadaan putrinya yang sekarang .Jadi,keluargaku yang hadir tidak begitu kaget melihat ke adaan Nafisah yang sekarang,meski ekspresi tak percaya masih jelas terbaca di wajah-wajah mereka.


Sedari tadi ketika mendengar cerita kyai Hasyim , hatiku remuk redam ,sekuat tenaga menahan diri untuk mendengarkan penuturan yang pelan menghancurkan .


"Ustadzah Nafis!" Panggil bi May yang sudah mengenalnya cukup lama.


perlahan wajah Nafisah terangkat ,ia melihat sekeliling dengan ekspresi tak terbaca .Namun aku menyadari satu hal bahwa jantung ku sudah berdetak tak berirama begitu sepasang netra nya memandangku dengan penuh luka.


Deg..


Ia membeku, bibir nya bergetar dengan wajah semakin pias..


k-kau..


***


Hai kak ,jangan lupa ya like komen sama vote nya biar makin semangat.

__ADS_1


__ADS_2