
Di rumah gani..
"Darimana aja kamu gan, jam segini baru pulang? ".
"Dari sekolah, " Ucap gani menjawab pertanyaan sang papa dan berjalan kembali menaiki tangga menuju kamarnya, baru gani akan melangkahkan kaki nya.. papah gani kembali berbicara.
"Kamu ga habis tawuran kan? ".
"Ckk.. tumben banget sih papah perhatiin gani, biasanya juga sibuk kerja".
"Gani, meskipun papah sibuk bekerja tapi kamu juga masih tanggung jawab papah dan papah berhak tau kemana dan darimana kamu".
Gani hanya mengangkat bahunya dan berlalu menaiki tangga kembali.. ia tak mau mendengar ucapan sang papah.. toh buat apa papah nya perduli saat ini padanya, semua sudah terlambat, saat sang papah lebih memilih sibuk dengan pekerjaan nya ketimbang dirinya yang lebih membutuhkan perhatian saat sang mamah meninggal dunia.. padahal dirinya butuh rangkulan saat itu, rangkulan yang menguatkan bukan malah diabaikan.
.
.
.
"**Hallo gan, ada apa? ".
"Loe ada di apartemen Rik? ".
"Iya gue ada disini".
"Gue kesitu".
"Ok sip, gue juga kabarin satya dulu**".
Gani menyimpan ponselnya kembali setelah selesai menghubungi riko.. ia bergegas untuk mandi sebelum ke apartemen riko..
♕ ♕ ♕ ♕ ♕
Di Apartemen Riko
"Udah dateng loe gan? ".
"Menurut loe, ".
"Santai dong bro, ".
Gani menghempaskan tubuhnya pada sofa lalu menutup matanya.
Ting tong... Ting tong...
"Siapa sih?" gumam riko lalu berjalan untuk membuka pintu.
"Si **** berisik tau ga loe, ngapain sih pencet pencet bel segala" omel riko.
"Hehe gue kan tamu jadi harus pencet bel dulu dong" ucap satya dengan watados nya.
"Heh.. kambing biasanya loe juga maen nyelonong aja masuk ke apartemen gue, berasa milik loe sendiri" cerocos riko yang tidak di perdulikan oleh satya yang lebih memilih masuk tanpa di persilahkan.
"Dasar gatau diri tadi aja pencet pencet bel sekarang maen nyelonong aja!! ".
__ADS_1
"Bawel banget deh loe rik, udah sini masuk" ucap satya dengan tanpa dosa nya seolah pemilik tempat.. sementara riko hanya mendengus.
Memang gani dan satya sudah terbiasa keluar masuk apartemen riko dengan bebas, karena riko sendiri yang memberitahu pasword apartemennya.. katanya sih takut takut kalo ada masalah yang Urgent.
"Kenapa nih kita ngumpul sekarang, badan gue pada remuk nih bekas sore tadi" ucap satya.
"Tuh, tanya aja sama orangnya" tunjuk riko pada gani.
Gani masih Setia memejamkan matanya, sebelum satya memukul lengannya.
"Apasih loe sat, ganggu aja" umpat gani.
Satya mendengus "harusnya gue yang tanya, gue ngapain disuruh kesini, padahal gue lagi rebahan sambil manja manjaan sama kasur kesayangan gue".
"Gue ga nyuruh loe" lirik gani pada satya.
"Lahh terus? ".
"Loe di telepon siapa? ".
"Si riko".
"Yaudah, tanya si riko!! " jawab gani dengan cueknya.
"Heh kampret gue nyuruh satya kesini biar nemenin gue nontonin loe yang lagi galau, siapa tau loe butuh temen curhat".
Gani berdiri dari duduknya "gue mau nenangin diri aja, tapi setelah gue pikir-pikir mungkin kalo gue ketemu sama si Bina hati gue bakal lebih tenang".
"Si **** terus ngapain loe kemari kalo ujung-ujungnya malah mau pergi cari si Bina" kesal riko.
"SIALAN! " umpat riko dan satya melihat gani yang malah melenggang pergi.
.
.
.
Bina yang sedang menonton drama korea di laptop nya merasa terganggu saat ada yang tiba-tiba menelpon nya.
"Siapa sih yang nelpon, ganggu aja kenikmatan haqiqi aku".
"Gani? " kening bia mengernyit saat gani menelpon nya.
"**Ya Holla gani, Sabrina disini? ".
"Hai, kamu belum tidur".
"Belum lah gani, kalo aku udah tidur terus siapa dong yang ngangkat telpon dari gani".
"Aku ada di depan gerbang rumah kamu".
"Gani mau ngapain ?".
"Mau ketemu".
__ADS_1
"Sama aku? ".
"Iya sama calon pacar aku, udah buruan turun sebelum aku kurus gara gara di gigitin nyamuk".
"Ok ok tunggu**".
Sabrina segera keluar dari kamarnya dan mematikan laptopnya terlebih dahulu.
♕ ♕ ♕ ♕♕
Bina tersenyum saat menghampiri gani yang Juga sudah menyambut nya dengan senyuman manis.
"Ada apa gani,? ".
"Kangen".
"Sama siapa? ".
"Sama cewek cantik yang ada di depan aku".
Blushh pipi bina merona mendengar ucapan gani.
"Ya ampun ko bina jadi baper gini ya" ucap bina dengan polosnya.
Gani terkekeh "Jalan yuk".
"Wait.. ini udah jam 8 malem gani".
"Iyalah malem orang langit gelap gini".
Bina cemberut mendengar jawaban gani.
"Maksud bina itu, udah kemaleman kalo mau jalan jalan sekarang.. kenapa gak dari sore aja, bisa main yang lama kan" protes bina.
Gani menyeringai mendengar ucapan bina "Jadi kamu mau main yang lama sama aku? ".
Bina mengangguk "Iya boleh asal gani kasih bina jajan aja, ga mungkinkan gani tega biarin bina kelaperan ".
Gani tersenyum "ya ga mungkinlah aku biarin cewek yang aku sayang kelaperan, ".
"Yaudah besok pulang sekolah kita jalan yah".
"Serius gani?" ucap bina antusias.
Gani mengangguk "iya, anggap aja kencan pertama kita".
Bina kembali merona saat gani bilang kencan.. what aku mau kencan sama gani?.
"Yaudah kamu masuk gih, aku juga mau pulang" ucap gani mengelus pucuk kepala bina "sampe ketemu besok di sekolah" sambung gani dengan tersenyum manis dengan tangan yang berganti mengelus pipi bina sebelum menaiki motornya.
Bina mengangguk "iya, hati hati gani" katanya sambil melambaikan tangan pada gani yang sudah menaiki motornya.
"Aduuuh jantung aku ko deg degan yah waktu gani bilang mau kencan, sama kaya deg degan waktu ka marvin ngajak pacaran" gumam bina.
"Jadi ga sabar nunggu besok, di tlaktir jajan sama gani yang katanya kencan pertama hihi" bina tertawa kecil memasuki rumahnya kembali.
__ADS_1
Next....