
Pagi Hari di sekolah....
Bel sekolah telah berbunyi satu jam yang lalu, tapi satya teman sekelas bina belum juga datang.. untung saja guru pelajaran pertama belum datang.
"Si satya belom dateng bin".
Bina menoleh pada dina "terus kenapa din ".
"Ckk artinya dia telat ".
Bina tertawa mendengar ucapan dina "ya aku juga tau din, kalo bel masuk udah bunyi terus kita belum sampe di sekolah namanya telat".
"Bukan itu maksud gue bina, si satya kan telat.. nah udah pasti si gani juga telat".
"Masa sih din, kamu tau dari mana? ".
"Mereka kan suka berangkat bareng bin".
Baru juga dina menyelesaikan ucapan nya pada bina, anak anak di kelasnya sudah pada heboh berhamburan keluar kelas.
"Ehh ini ada apa, ko pada keluar".
"Gue juga gatau, mending kita juga ikut keluar" ucap dina.
"Wahh gani ganteng parah meskipun keringetan guys".
"Ahhh seksi banget".
"Liat deh satya juga adem banget gila kalo diliat".
"Apalagi si riko biar dingin tapi tetep ngangenin".
"Kalo gue sih tetep gani forever".
Begitulah heboh nya para siswi yang sedang sibuk melihat arah lapangan dimana tempat ke tiga most wanted juga bad boy di sekolahan sedang di hukum berlari keliling lapangan karena telat.
"Tuh kan apa kata gue bin, si satya telat barengan sama gani riko".
"Iya din, kamu hebat kaya peramal".
__ADS_1
Dina memutar bola matanya "loe kira gue dukun" kata dina.
Bina terkekeh "gani kenapa bisa di hukum yah? ".
"Mana gue tau, loe kan pacarnya" ucap dina yang masih asyik melihat ke tiga cowok yang sedang berlari dilapangan
"Bukan dina" ucap bina cemberut
"Kamu lagi ngapain Sabrina " ucap seseorang tiba tiba.
"Ehh pak harun" bina kaget melihat guru matematika nya.
"Kamu ga ada guru? ".
"Ngga ada pak" ucap bina, bina menoleh pada dina yang masih anteng menatap lapangan bersama siswi yang lainnya tanpa menyadari kehadiran pak harun.
Pak harun menengok ke arah lapangan yang sudah mencuri perhatian para siswinya termasuk bina.
"Tuh liat, cowok yang kaya gitu ga cocok deket sama kamu.. hobby nya telat, bolos sama tawuran" ucap pak harun.
Bina yang mendengar pak. harun berbicara seperti itu merasa tak suka.
"Tapi kan gani ganteng pak.
"Iya sih, kak marvin juga ganteng, pinter lagi.. tapi gani lebih hot kalau kata dina".
Pak. harun yang mendengar ucapan bina melongo tak percaya, bukan itu maksud nya.. dia hanya ingin supaya bina melirik dirinya.
"Kenapa harus dibandingkan dengan marvin, kenapa ga sama saya? "
Bina mengernyit, "ga boleh, bapak kan guru nya bina, ga sopan kalo di banding bandingin" jelas bina.
"Tapi saya juga masih pantas untuk jadi pacar kamu".
"Hah? " bina melongo tidak percaya mendengar ucapan guru tersebut, *bener dugaan satya waktu itu kalo pak. harun suka sama aku* gumam bina dalam hati.
"Engga boleh pak, aduhh.. udah ah bina mau masuk ke kelas aja" bina lebih memilih masuk ke dalam kelasnya meninggalkan pak harun yang masih diam ditempatnya.
Sepeninggal bina, pak harun melihat ke arah lapangan dan tak sengaja matanya bertemu dengan mata gani yang menatapnya dengan tatapan sengit.. namun pak harun segera memalingkan wajahnya.
__ADS_1
"Apa bagusnya anak itu, saya ga akan biarkan Sabrina didapatkan dia.. cukup waktu itu marvin" gumam pak. harun dan langsung pergi meninggalkan koridor kelas bina.
.
.
Saat ini di lapangan Gani, satya dan riko sedang duduk di bawah pohon.. mereka sudah selesai dengan hukumannya dari pak. Rahmat guru BK nya karena mereka bertiga terlambat.. lari keliling lapangan 10 putaran sudah biasa bagi mereka bertiga, dan sudah biasa pula menjadi pusat perhatian para siswi.
"Loe liat kan gan, tuh guru deketin si bina mulu".
"Bener gan, bahaya saingan loe nambah" timpal riko.
"Gue ga bakal kalah, liat aja nanti".
"Setau gue emang pak. harun suka sama si bina, tiap dia ngajar suka modus banget nyuruh segala macem ke si bina padahal disitu ada sena ketua kelas kita juga si daffa wakilnya" jelas satya.
"Pak. harun juga ganteng masih muda lagi, dan dia juga termasuk guru populer " tambah riko.
"Tapi tetep aja gan, saingan terkuat loe si marvin.. dia kan udah jelas mantanya si bina".
Gani menghembuskan nafasnya "cuman mantan dan gak akan pernah gue biarin balikan".
"Ngapain sih tuh cewek kemari" ucap riko melihat rena yang sedang berjalan ke arah mereka.
"Si rena juga cantik gan, tapi kebanyakan dempulan" ucap satya terkekeh.
"Hai gani, nih aku bawain minum buat kamu" ucap rena yang sudah bediri di depan gani dan menyodorkan minuman.
"Loe cuman beli satu? " tanya gani tanpa niat ingin menerima minuman yang rena sodorkan.
"Iya ini khusus buat kamu" .
"Gue bertiga sama temen gue, lain kali kalo mau ngasih minum yang ikhlas biar ga ada yang iri" ucap gani dan berdiri dari duduknya lalu berjalan pergi.
"Loe mau kemana gan? " tanya satya.
"Kantin".
"Tungguin ****" ucap satya, kemudian berlari menyusul di ikuti oleh riko.. meninggalkan rena yang masih berdiri terpaku.
__ADS_1
"Sialan, liat aja gue pasti bisa dapetin loe" geram rena.
Next....