
Saat ini gani dan Bina sedang berjalan di koridor.
"Kamu di jemput supir ga bin?".
"Hmm gatau gani, aku belum kabarin supirku".
"Yaudah sekarang kamu kabarin supir kamu dulu,bilang ga usah di jemput".
"Loh kalo nanti aku ga di jemput,terus aku pulangnnya gimana?".
"Ck..bina ya aku anterin lah, masa iya aku tinggal kamu di sekolah sendirian".
Bina manggut manggut "Oh gitu, yaudah bentar aku telepon dulu supirku" ucap bina yang mengambil ponsel dari tasnya dan berjalan agak menjauh.
Gani mengangguk mengiyakan ucapan bina.
"Udah, yuk pulang gan".
"Jangan pulang dulu dong".
"Katanya gani mau nganterin aku pulang, jangan jangan boong ya".
"Huss kalo ngomong, aku mau ngjakin kamu ke suatu tempat.. mau? ".
"Kemana? ".
"Kamu ikut aja deh" ucap gani yang langsung menaiki motornya saat sudah sampai di parkiran.
"Nih pake dulu," gani menyodorkan helm pada bina.
"Kenapa diem aja, mau aku pakein biar so sweet gitu" ucap gani terkekeh.
Bina memukul pelan lengan gani "apasih gani, aku cuman penasaran aja mau di bawa kamu kemana, jangan culik aku yah, nanti bisa bisa mamah papah aku sedih, terus kamu di laporin ke polisi, nanti gimana kalo kamu di penjara, terus.... ".
"Pake, kamu kelamaan" gani memotong ucapan bina dan langsung memakaikan nya helm.
Bina langsung senyum senyum saat gani memakaikannya helm.
"Bilang aja mau aku pakein helm nya, ".
"Ihhh gani".
"Yaudah cepet naik".
"Bentar, aku bingung naiknya nanti rok aku gimana".
"Nihh aku udah sediain jaket buat kamu nutupin paha kamu itu" kata gani memberikan jaket yang ada di dalam tasnya.
__ADS_1
"Ok sip, aku naik ya" bina menaiki motor gani.
"Udah? ".
"Udah gani".
"Peluk dong".
"Ya ampun ko jadi suka modus gini sih gani" ucap bina terkekeh.
"Biar ga jatoh bin" gani terkekeh.
Bina melirik sekeliling nya "nanti aja peluk nya kalo diluar sekolah, sekarang malu masih banyak orang" bina tertawa kecil membuat gani juga ikut tertawa.
"Awas ya, udah janji kamu" ucap gani terkekeh.
"Ok sip, ayo lets go" ucap bina antusias.
Baru gani mau menghidupkan motornya, tiba tiba pak. harun datang menghampiri mereka berdua.
"Bapak ngapain? ini kan parkiran murid" tanya bina.
Pak. harun melirik bina dan berganti menatap gani tajam "saya tadi ngeliat kamu jalan ke parkiran motor, ga biasa nya kan.. biasanya juga kamu di jemput supir bina".
"Oh iya, tapi bina hari ini pulang sama gani pak".
"Sekedar pulang atau... ".
Bina yang mendengar ucapan gani menjadi tersipu malu sedangkan pak harun terlihat kesal.
"Udah ga ada yang mau di omongin lagi kan pak? kita mau langsung jalan takut kesorean kencan kita" ucap gani dengan tersenyum mengejek.
Pak. harun hanya menanggapi dengan anggukan dengan wajah yang terlihat kesal.
"Kami duluan pak" pamit bina dan hanya di balas pak.harun dengan senyum kecut.
Motor pun meninggalkan area sekolah.
.
.
.
"Sampe dehh".
"Wahh ini taman Gani".
__ADS_1
Saat ini bina dan gani sedang berada di sebuah taman yang memang sedikit peminatnya, karena jauh dari pusat kota.. namun memiliki suasana yang nyaman karena di penuhi pohon pohon yang rindang.
"Tapi ko sepi yah".
"Mungkin karena jauh dari pusat kota jadi sepi, cuman ada beberapa orang aja yang dateng".
Bina manggut manggut "iya kaya nya, tapi ini beneran nyaman, masih banyak pohon nya lagi, bikin ngantuk kalo lama lama disini" ucap bina dengan tawa kecilnya yang ditanggapi gani dengan senyuman.
"Gani sering kesini? ".
"Ngga, cuman kadang kadang aja kalo lagi pengen".
"Sama satya dan riko? ".
Gani menggeleng "sendiri".
"Kenapa gak ajak mereka berdua".
"Gak bakal mau bin, kalo diajak ke sirkuit liat balapan baru mau" ucap gani dengan tawanya.
Pasalnya memang benar gani hanya kesini sendirian saja, saat ia merasa rindu dengan sang mamah maka ia akan mencari tempat yang menurutnya nyaman seperti taman ini.
"Gani kenapa ko sedih gitu mukanya? " tanya bina yang melihat perubahan raut muka pada gani yang terlihat sendu.
"Kita duduk yuk disana" ajak bina.
"Coba sekarang cerita ada apa, siapa tau bina bisa bantu.. atau jangan jangan bina yang bikin gani sedih, ya ampun kalo iya maafin bina ya, seriusan bina ga ada niat bikin gani sedih,".
Gani menggeleng dengan senyum kecil nya "bukan ko bin, aku ke inget mamah ku aja".
"Oh gitu, yaudah kita pulang yuk.. siapa tau mamah gani lagi nungguin".
Gani terkekeh mendengar ucapan bina "mamah aku ga ada di rumah bin".
"Terus dimana? lagi kerja ?.
"Mamah ku di surga bin".
Bina langsung terdiam mendengar jawaban gani "gani".
Gani menatap bina dengan sendu.
"Maaf aku gatau" sesal bina.
"Hei ga apa apa.. its ok bin".
"Tiap aku Ke taman ini, aku selalu Ke inget mamah ku.. aku nyaman di tempat ini jadi bisa lebih tenang mengenang mamah ku.. dulu waktu aku kecil mamah sering ngajakin aku Ke taman ini, dulu masih ramai disini bin ga Kaya sekarang sepi.. tapi setelah aku berumur 10tahun aku udah ga bisa kesini bareng mamah ku lagi, karena dia udah ada disurga" ucap gani dengan sendunya.
__ADS_1
Bina hanya mendengarkan curhatan gani Yang saat ini benar benar terlihat sangat kesepian, bina juga bisa merasakan rasanya menjadi gani yang kehilangan seorang ibu Di usia sekecil itu.. bina mengusap usap bahu gani mencoba menenangkan dan menguatkan.
Next...