
Jam menunjukkan pukul 3 sore, ketujuh remaja itu pun sudah selesai membereskan barang barang yang mereka bawa dan berisitirahat sebentar tadi.
"Lapar gue" ucap satya mengusap usap perutnya.
"Loe pikir loe doang yang punya perut, udah molor paling susah di bangunin" dengus Riko.
Ya satya akhirnya tidur sekamar dengan riko dan gani, meskipun sebelumnya terjadi drama tapi yang namanya teman apalagi mereka berteman sejak kecil. dan meskipun sikap satya yang kadang menyebalkan mereka tidak akan tega membiarkan satya tidur terluntang lantung tidak jelas. bisa bisa Mami dan Papi nya satya ngamuk lagi kalo tahu anaknya dibiarin kaya gelandangan.
"Anak cewek udah pada keluar belum? " tanya Dafa yang baru keluar dari kamarnya.
Kamar mereka memang berdampingan, dan kamar bina yang berada persis di seberang kamar gani.
"Belum, mungkin masih tidur" jawab Riko.
tok tok tok.
"Bin, " panggil gani.
"Bina".
"Yang".
"Bina, dina loe berdua tidur atau pingsan" teriak Dafa karena kesal gani sudah 3x memanggil nama adik sepupunya itu tapi belum juga ada sahutan.
pletak
Satya menjitak kepala dafa, "Eh ogeb jangan berisik, loe kira ini di kawasan rumah loe".
Dafa menyengir "Habis lama banget tuh anak dua bukain pintunya".
"Sabar elah, kaga sabaran banget loe semua" ucap dina yang baru membuka kan pintu kamar hotelnya.
Mereka bertujuh menginap disebuah hotel dekat Pantai dengan view langsung pada hamparan laut biru.
Ketujuh pasang mata cowok remaja itu langsung melongo melihat tampilan Dina. namun tidak dengan gani ia melongo dengan pakaian dina karena berpikiran pasti tampilan bina pun tidak jauh berbeda, itu membuat gani sedikit kesal. mana mau gani kalo bina jadi pusat perhatian dengan pakain seperti itu, bina hanya pakai seragam saja saat disekolah sudah jadi pusat perhatian, apalagi ini di tempat umum.
Dina memakai setelan blouse tanpa lengan dengan celana setengah paha.
"Eh eh jaga ya tuh mata mesum loe semua" sarkas dina dengan menunjuk para cowok tersebut.
"Bina mana? " tanya gani to the point.
"Ada di da..... ".
__ADS_1
Baru dina mau menjawab yang ditanya sudah keburu keluar.
"Dina, ini gimana Bagus ga? " tanya bina menunjukkan baju yang ia pakai tanpa sadar ada tujuh pasang mata cowok yang sedang ikut memperhatikan nya juga.
"Mmm Bagus bin, perfect" puji dina pada sang sahabat yang memang sangat terlihat cantik dan seksi itu.
"Ngga".
"Ngga ada kamu pake pakaian kaya gitu" tegas gani.
Belum juga bina membalas pujian dari dina suara gani barusan sudah dulu terdengar nyaring.
"Ihhh gani, emangnya kenapa sih? Bagus ko ya din" tanya bina pada dina, dina jadi bingung akan menjawab apa sementara gani sudah memelototi dirinya.
"Ehhh mmm" gugup dina.
Bina masih menunggu jawaban dari dina, kemudian dia melihat bahwa diluar pintu selain ada gani ternyata teman teman nya juga ada disitu. wahh bina baru sadar dia rupanya.
"Lohh kalian juga ada disitu, aku kira ada gani doang" ucapnya terkekeh.
Tapi tidak dengan ke enam pasang mata yang masih melongo melihat bina, beda dengan sepasang mata milik gani yang sudah sangat geram melihatnya.
"Heh loe loe pada emang pada omes ya, udah sono ngapain pada ngeliatin si bina segitunya" omel dina, ia risih dengan tatapan teman teman laki-lakinya itu.
"Iya, bina ternyata udah gede" ceplos Dafa.
"Lah ogeb, emang loe kemana aja si bina kan emang udah SMA udah gede lah dia" jawab sena.
Dafa menoyor kepala sena, "Bukan itu maksud gue, ah dasar loe".
"Bina seriusan kamu cantik banget, seksi, perfect pokonya" puji satya dengan polosnya sementara riko tidak bisa berkata apa-apa Ya karena memang benar yang diucapkan oleh teman temannya itu, tapi saat ini bukan itu yang penting tapi si gani yang dari tadi udah keliatan kesal bikin riko jadi was was sendiri.
"Loe semua duluan ke pantai" dingin gani
Tanpa di komando dua kali mereka langsung ngacir pergi karena tahu dengan sorot mata gani yang seperti sedang menahan amarah. Bina yang hendak pergi mengejar dina dan yang lain di tahan oleh gani.
"Mau kemana kamu? " dingin gani.
"Aku mau ikut dina sama yang lain, mau ikut renang" ucap bina tanpa tahu bahwa gani sedang kesal padanya.
Gani memperhatikan bina dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Pake pakaian kaya gini? ".
__ADS_1
Bina mengangguk antusias "Iya, Bagus ya gani".
"Ganti".
Bina mengernyit bingung.
"Ganti pakain kamu" ulang gani.
"Loh ko ganti, kan ini sesuai sama tema nya. Bagus ko bajunya tadi aja kata yang lain aku cantik seksi lagi" ucap bina malu malu.
Gani mengangkat sebelah alisnya "Oh jadi kamu seneng dapet pujian dari cowok lain, yang bilang kamu cantik dan seksi" suara gani terdengar mengintimidasi.
"Eh eh gak kaya gitu gani" bina jadi bingung mau jawab apa.
"Yaudah kalo gitu ganti" tegas gani.
Bina cemberut mendengar perintah gani lagi.
"Mau ngapain? " tanya gani saat bina akan menutup pintu kamarnya.
"Kan tadi kata gani suruh ganti baju".
"Aku ikut".
Bina langsung salah tingkah mendengar ucapan gani barusan.
Gani menyentil kening bina, "Mikirin apa? aku ikut ke dalem tapi kamu buka baju dan pakai bajunya sendiri. atau kamu lagi mikir kalo.... ".
"Issshhh apaan sih gani, " ucap bina salah tingkah karena pikiran nya yang terbaca oleh gani, ia kemudian Buru Buru mengambil baju ganti dan masuk ke dalam kamar mandi.
Sementara gani terkekeh melihat bina salah tingkah seperti itu, baru di goda kaya gitu aja udah salting so soan mau pake baju seksi lagi. mana mungkin gani membiarkan bina mengekspos tubuhnya untuk dinikmati khalayak umum dengan pakaian seperti itu. memang sih sesuai dengan tempat tapi tidak dengan hati gani yang sangat tidak Rela melihat bina memakai rok pendek setengah paha dengan baju tanpa lengan yang kalo dia menaikan tangan ke atas si pusar sudah pasti keliatan. Oh tidak gani saja sudah geram membayangkannya.
Gani masih santai menunggu bina yang berganti pakaian, dengan duduk menyender pada kepala ranjang.
Ceklek.
Bina keluar dari kamar mandi dengan sedikit cemberut, pasalnya ia harus rela tidak memakai baju pantai yang baru ia beli sebelum pergi kesini.
Gani yang melihat bina sudah keluar dari kamar mandi terpana melihat apa yang di pakai bina saat ini.
"Ini gimana? " tanya bina.
Next....
__ADS_1
Readers yang baik hati dan tidak sombong, Author cuman mau ingetin.. jangan lupa yah klik like dan isi komentarnya terus vote deh 😘 simple dan gampang ko, tapi berguna untuk author.. terimakasih 🤗🤗