
"Gani.... "
Ucap seseorang membuat gani dan bina yang sedang bercanda menoleh bersamaan.
"Eh iya ada apa cil, sorry gue lupa masih ada loe" ucap gani santai.
Cecil mendengus "Dasar bucin, aku pamit yah.. kamu udah ada bina disini juga yang jagain" ucap cecil.
"Yehh dari tadi juga kan gue udah nyuruh loe balik, yaudah hati-hati di jalannya" jawab gani.
"Yaudah bin aku pamit yah".
"Iya cecil makasih yah udah jagain gani selama aku sekolah tadi, dan hati-hati dijalan" ucap bina tersenyum.
Setelah cecil keluar 5 menit kemudian William masuk ke dalam kamar perawatan gani.
"Eh ada bina" ucap william saat memasuki ruangan.
"Iya om.. om baru pulang kerja" bina menghampiri papah gani dan menyalami tangannya.
"Iya bin.. Terimakasih yah sudah menemani gani".
"Iya sama-sama om".
"Gani sudah makan? " tanya sang papah.
Gani hanya menatap sang papah malas.
"Gani... itu papah gani nanya" bisik bina.
Tapi gani masih mengacuhkan papah nya, bina yang sebal dengan sikap gani lebih memilih menjawab ucapan william.
"Sudah kok om, tadi di suapin sama cecil" jelas bina.
"Lohh cecil ada kesini ? kirain papah dia cuman nanyain kabar kamu doang gak sampe kesini" ucap william meski gani malas menjawabnya.
"Gani.. ihhh" sebal bina sambil mencubit tangan gani. bina sebal sekali dengan sikap gani yang mengacuhkan papahnya.
"Sakit yang... " manja gani yang hanya mendapatkan pelototan dari bina. tapi bukannya menyeramkan malah jadi menggemaskan.
"Iya tadi cecil kesini, papah yang kasih tahu? " tanya gani malas.
William mengangguk "Kemarin cecil ke rumah sewaktu papah mau bersiap pergi ke rumah sakit, papah aja sampe kaget dia sudah balik dari Surabaya ".
Bina hanya mendengarkan obrolan ayah dan anak itu.
"Bina sudah kenalan dong sama cecil" tanya william.
Bina mengangguk dan tersenyum "Iya om sudah, cecil baik dan cantik lagi".
"Tapi masih cantik dan imut calon menantu om ini kan" goda william membuat Bina tersipu malu.
Sedangkan gani yang mendengar perkataan papahnya sedikit terkejut, kenapa bisa papah nya menggoda bina dan sejak kapan mereka akrab.
"Om suka bener kalo ngomong, bina kan jadi seneng" ucap bina cengengesan.
Gani geleng-geleng kepala mendengar jawaban kekasihnya itu, ia pikir bina akan sok Rendah Hati dengan menampik ucapan papahnya, taunya dia malah kesenengan di puji seperti itu.
"Om sudah makan? " tanya bina.
"Belum.. tadi habis dari kantor langsung kesini".
"Sama... bina juga belum makan " ucap bina dengan polosnya.
"Wahh kasian sekali calon menantu om belum makan, bina mau makan bareng sama om? " tawar papah gani.
Bina mengangguk antusias "Mau om.. ayo" ajak bina pada papah gani.
__ADS_1
"Ehmmmm"
Gani sengaja berdehem, enak saja bina ini masa dia mau ditinggal sendirian.
"Oh iya bina lupa gani gak ada yang jagain".
"Yasudah kita makan disini saja, kita Delivery gak apa-apa kan?" usul william.
"Nahhh ide Bagus om".
"Bina mau makan apa? ".
"Bina mau... steak deh om".
"Rupanya om lagi di palakin nih sama calon menantu" canda william.
Bina terkekeh mendengar ucapan papah gani "Om bule kan kaya banyak uang nya, gak apa-apa dong bina palakin".
Gani mengernyit mendengar sebutan bina pada papah nya.
"Bisa aja kamu, om jadi ngerasa bule beneran padahal udah lama di Indonesia" papah gani terkekeh sambil mengusap kepala bina.
Gani mendengus melihat keakraban papah dan pacarnya itu, apalagi sang papah yang mengusap kepala bina membuat gani cemburu saja.
"Aku yang sakit tapi gak di perhatikan seperti itu" ucap gani tiba-tiba membuat william dan bina langsung menoleh kepadanya.
"Gani juga mau steak? " tanya bina.
Gani mendengus sebal "Gak".
"Oh yaudah kalo gak mau.. kita pesan buat kita berdua aja ya om" ucap bina yang tak tahu gani sedang merajuk.
Sontak membuat gani melotot, setidak peka itukah bina pada gani.
William yang melihat putranya melotot hanya terkekeh.. lucu sekali sepertinya hubungan gani dan bina ini.
"Yasudah kita pesan dua yah" ucap william.
30 menit kemudian makanan sampai....
"Wangi banget om.. bina jadi makin laper" ucap bina menghirup Wangi makanannya.
"Iya ayo dimakan.. selamat makan bina".
Gani memperhatikan bina yang sedang asyik memakan steak nya hingga tak menyadari ada saos yang menempel pada bibirnya membuat gani tidak nyaman melihatnya.
"Bin... ".
"Mmm iya gani... " jawab bina yang sedang mengunyah makanannya.
"Itu di bibir kamu ada saosnya" ucap gani.
Bina langsung mengambil tissu dan mengelap bibirnya dan melanjutkan makannya lagi.
"Bin... "
"Mmmm... "
"Bina.. "
"Iya gani.. "
"Mau... " cicit gani.
"Kenapa? " tanya bina yang memang tidak mendengar ucapan gani.
"Aku mau itu yang kamu makan" gumam gani.
__ADS_1
"Ohhh gani mau ini... " ucap bina mengangkat makanannya.
Gani mengangguk.
"Yaudah ayo bina suapin" bina kemudian berdiri mendekati gani.
"Nihh buka mulut nya " bina menyodorkan sepotong daging untuk gani.
"Enak? " tanya bina.
Gani mengangguk "Enak yang.. ".
Papah gani yang melihat gani begitu manja pada bina hanya bisa tersenyum. ia tahu gani sangat kehilangan saat mamahnya meninggal 8 tahun lalu ditambah dengan dirinya yang selalu sibuk bekerja. membuat gani kurang perhatian dan kasih sayang.
"Papah keluar sebentar ya gani, bina" ucap william.
Gani hanya mengangguk "Iya om.. " ucap bina.
Bina mencomot daging dengan tangannya lalu ia makan, tanpa peduli bahwa gani sedang memperhatikannya.
Saat bina akan kembali menyuapi daging ke mulutnya, gani segera menghentikannya.
"Aku mau lagi.." ucap gani manja.
Bina mengangguk dan mengambil potongan daging dengan garpu namun di cegah oleh gani.
"Mau sama kaya kamu.. pake tangan" ucap gano dengan maksud terselubung.
Bina yang memang dasarnya polos tidak mengerti dengan tujuan gani.
Saat tangan bina menyentuh bibir gani, gani dengan sengaja menjilati jari bina yang terdapat saosnya. membuat bina menegang dan wajah yang memerah.
Gani masih asyik menikmati saos yang ada di jari bina sambil menatap wajah sang kekasih yang sudah memerah, gani menyunggingkan bibirnya melihat reaksi bina.
Bina yang sudah sadar langsung menarik tangannya "Geli gani" ucap bina dengan pipi yang memerah.
"Habis enak" ucap gani.
"Yaudah nih gani habisin" bina menyodorkan makanannya.
"Bukan makanannya tapi jari kamunya" goda gani.
Bina langsung menatap gani Horor "Ga.. gani bukan kanibal kan? " ucap bina sedikit gugup.
Gani mendengus, ini apasih dari tadi bina terlihat shock karena godaan gani atau karena ia takut gani memakan jarinya?
"Aku Omnivora bina" kesal gani.
🍂🍂🍂🍂🍂
"Om.. gani, bina pulang dulu yah, besok bina balik lagi kesini habis pulang sekolah.. gani juga cepet sembuh yah biar bisa sekolah lagi" ucap bina sebelum berpamitan.
William mengangguk "Iya bina hati-hati yah, mau om antar sampai ke depan? ".
"Ngga usah om, kasihan gani sendirian nanti ketakutan lagi" polos bina.
Gani hanya terkekeh mendengar ucapan bina. bina mendekati william dan menyalami tangannya. kemudian ia mendekati gani lagi.
"Bina pamit ya gani, jangan tidur malem-malem harus banyakin istirahat, makan yang banyak biar cepet sembuh".
"Cepet gendut yang ada kalo makan banyak-banyak".
"Kalo gitu banyakin minum obat aja ya gani".
"Mati dong aku Overdosis ".
"Oh iya.. terus banyakin apa dong biar cepet sembuh? " tanya bina.
__ADS_1
"Banyakin di sun kamu" cicit gani yang tidak bisa didengar bina.
Next....