
Pagi Hari di Sekolah..
"Selamat pagi Sheryl Radina Musa sahabat nya Sabrina Anataya Reyzak" ucap Bina dengan semangat menggebu gebu.
Dina mengernyit heran melihat tingkah sahabatnya yang pagi ini terlihat ceria mengalahkan sinar mentari.
"Loe kenapa sih bin? ".
"Emang aku kenapa? " tanya balik bina sambil duduk di kursinya .
"Semangat amat pagi pagi".
"Harus semangat dong, kan kita mau menuntut ilmu"
"Gaya loe kaya yang iya aja" cibir dina.
Bina terkekeh mendengar cibiran sahabat nya itu.
"Hai ciwi ciwi cantik" sapa daffa yang baru datang, bukannya duduk di tempatnya malah nyamperin meja bina dan dina.
"Hai cowo jelek" ledek dina dan bina sambil tertawa.. membuat daffa mendengus.
"Ehh ade, gue denger dari uncle dika, calon mantunya dateng ke rumah ya" Uncle dika adalah sebutan dari daffa kepada papah bina yang bernama Handika.. seperti pernah dikatakan sebelumnya bahwa papah nya daffa adalah kakak dari papah nya bina, yang otomatis daffa memanggil papah bina dengan sebutan uncle.
"Calon mantu? " ulang dina.
"Iya calon mantu, gercep banget kan si gani".
Dina menatap menyelidik pada bina "beneran bin? ".
__ADS_1
"Issh bang daffa tuh di lebih lebihkan kalo ngomong.. kemarin kan pulang sekolah aku bareng sama gani terus gani ngajak main sebentar pulangnya ya aku dianterin ke rumah sama gani.. terus gani diajak makan bareng mamah papah aku deh" jelas bina.
Dina manggut manggut.
"Si marvin aja belom pernah diajak makan sama loe de, waktu jadi pacar loe".
"Kan kak marvin nya ga minta".
"Emang si gani minta? " tanya dina.
Bina menggeleng "enggak lah, di ajakin mamah sama papah" ucap bina terkekeh.
"Terus kak marvin ga pernah diajakin gitu? ".
"Kalo kak marvin waktu nganterin pulang suka di momen yang gak pas sama jam makan".
Dina dan daffa terkekeh mendengar nya.
"Ya gak bisa lah, orang sekarang aja udah putus, lagian pasti si gani bakal ngamuk sama aku, kalo tau aku dianterin kak marvin".
Dafa dan dina seketika menghentikan kekehannya dan beralih menatap bina dengan rasa penasaran.
"Emang loe udah jadian sama si gani de? ".
"Iya bin, ko loe ga cerita sama gue sih? ".
Bina melirik ke dina dan daffa bergantian, kompak banget pikir bina melihat sahabat dan kakak sepupunya yang sama sama kepo.
Bina menggeleng "aku sama gani ga jadian".
__ADS_1
"Terus kenapa gani ga mau loe dianterin kak marvin".
"Bukan cuman kak marvin sih, tapi cowok lain juga".
"Emang dia siapa loe de ngatur ngatur, gue pikir loe berdua udah pacaran".
Bina mengangkat bahunya "gani cuman bilang dia ga suka kalo aku deket cowok lain" ucap bina dengan polosnya.
Dina dan Daffa hanya memutar bola mata malas mendengar ucapan bina.
"Udah ah, gue mau balik ke tempat duduk gue dulu".
"Yaudah sono, bukannya dari tadi loe".
Daffa mencebikkan bibirnya mendapat usiran dari dina dan beranjak pergi menuju ke kursinya.
"Tadi aja kalian berdua kompak, ".
"Kompak apa sih bin?".
"Sama sama kepo" kata bina dengan mendekatkan wajahnya pada wajah dina.
Sontak dina langsung mendorong wajah bina, membuat bina terkekeh.
Next....
Jangan lupa like dan comment juga vote nya yah😘😘
dukungan dari kalian bikin aku tambah semangat nulisnya..
__ADS_1
Terimakasih 🙏