
"Gani mau mampir dulu gak? " tanya bina saat sudah sampai di depan gerbang rumahnya.
"Ga usah bin, aku langsung pulang aja".
"Bina, dari mana aja kamu" ucap sang mamah yang tiba tiba keluar.
"Loh ini temen nya bina yah? ayok masuk dulu udah mau maghrib" ajak mamah bina.
"Bina ayok ajak temen nya jangan di luar gerbang mulu" ucap mamah bina dan masuk terlebih dahulu.
"Iya mah".
"Ayo gani masuk dulu, tadi kan mamah aku udah nawarin".
Gani mengangguk dan tersenyum mengiyakan.
"Sini masuk sayang" teriak mamah bina dari dapur saat mendengar salam dari bina.
"Ayo gan, jangan malu malu yah".
Gani hanya tersenyum mendengar ucapan bina.
"Ajak temen kamu makan bin" teriak sang mamah lagi dari dapur.
"Papah" teriak bina saat sudah sampai di meja makan melihat sang papah yang tengah duduk memainkan ponselnya, ia langsung memeluk hangat sang papah.
"Hai sayang, baru pulang" sapa sang papah membalas pelukan bina.
Bina mengangguk "iya tadi habis diajak jalan jalan dulu sama gani".
Papah bina melirik pada laki laki yang tengah berdiri di sebrang kursinya.
"Ya ampun papah sampe ga sadar ada temen kamu, ayo duduk kita makan bareng".
"Namanya gani pah".
"Iya ayo gani silahkan duduk" ucap papah bina lagi.
Gani mengangguk sopan "iya om terimakasih".
"Makan yang banyak yah gani " ucap mamah bina yang baru kembali dari dapur.. karena ruang makan dan dapur terpisah.
Gani tersenyum "iya tante".
"Mamah udah kenal sama gani? ko tau namanya " tanya bina yang heran karena ia baru pertama kali mempertemukan sang mamah pada gani.
__ADS_1
"Ya ampun, kan tadi kamu sendiri yang ngenalin ke si papah temen kamu yang ganteng ini namanya gani".
"Tapi kan bina belum kenalin gani ke mamah".
"Terus apa bedanya sih bina? " tanya sang mamah yang heran dengan ucapan putrinya.
"Ya seharusnya mamah jangan sebutin dulu nama gani dong, kan bina belum kenalin gani ke mamah" ucap bina sambil mengerucutkan bibirnya.
Mamah bina mengernyitkan keningnya "repot banget sih bina, orang mamah udah denger juga namanya.. masa iya mamah harus pura pura gatau namanya gani gitu".
Bina masih mengerucutkan bibirnya.
"Udah jangan manyun gitu, nanti gani illfeel sama kamu" goda sang papah.
Gani tersenyum melihat kehangatan keluarga bina.. ia merasa sedikit iri, sudah lama sekali ia tidak makan satu meja kumplit seperti ini.. dulu sewaktu sang mamah masih ada ia juga sering makan satu meja ramai seperti ini, namun setelah sang mamah pergi, gani sudah tidak pernah merasakannya lagi.. karena sang papah yang selalu menyibukkan diri di kantor guna menghilangkan rasa sesak dan rindu pada sang istri, seakan ia lupa bahwa masih ada gani yang membutuhkan perhatiannya.. itulah yang menjadi penyebab gani jadi anak bad boy di sekolah, karena ia berusaha mencari perhatian sang papah lewat tingkah nya di sekolah yang sering mendapatkan hukuman dan bolak balik masuk ruang BK.
"Gani jangan illfeel yah," ucap bina dengan manja.
"Engga ko, kamu tetep cantik mau kaya gimana juga" ucap gani tersenyum.
Bina langsung tersipu mendengar ucapan gani "gani bisa aja" ucap bina malu malu.
"Udah makan dulu bina, jangan di gangguin terus gani nya.. ngegombalin kamu juga dia butuh tenaga" ucap papah bina terkekeh.
"Papah jangan di godain gani nya ,nanti gani malu lagi" ucap sang mamah.
"Gapapa ko om, santai aja".
"Ko aku berasa di kacangin ya" gumam bina yang masih bisa di dengar oleh kedua orangtua nya dan gani yang membuat mereka tertawa kecil.
.
.
.
Kini gani, bina dan kedua orangtuanya tengah berkumpul di ruang keluarga usai makan tadi.
"Bina, om tante.. gani permisi pulang dulu ya, udah jam 7 malem".
"Oh iya gani, kamu hati hati di jalan nya yah.. sering sering main kesini, tante seneng ada cowok ganteng main kesini" ucap mamah bina terkekeh.
Bina mendelik mendengar ucapan sang mamah yang terdengar genit "udah punya papah juga, masih aja genit" gerutu bina.
"Apasih kamu syirik aja" delik sang mamah.
__ADS_1
"Mamah kamu becanda doang bin, kan wajar mamah kamu nyuruh calon mantu nya sering main kesini" tambah sang papah dan membuat bina melongo mendengar kata calon mantu.
*A*pa? calon mantu kata si papah? batin bina.
Gani tersenyum mendengar bahwa dirinya dianggap sebagai calon menantu oleh kedua orangtua nya bina "kalo gitu gani pamit ya om tante" ucap gani dan menyalami tangan kedua orang tua bina.
"Hati hati ya gani" ucap papah bina sambil menepuk bahu gani.
"Bina anterin gani sampe di depan" ucap sang mamah yang diangguki oleh bina.
.
.
.
"Aku pulang ya bin, ".
"Iya gani, kamu hati hati".
Gani menatap bina dalam , membuat bina yang di tatapnya menjadi salah tingkah.
"Ada apasih gani?".
"Ngga, aku seneng aja baru pertama main udah dianggep calon mantu.. jadi peluang aku kedepan nya semakin besar dong".
"Peluang apa? ".
"Peluang jadi menantu, bukan cuman jadi pacar kamu aja" ucap gani dengan senyum menggoda.
Bina merona mendengar ucapan gani.
"Yaudah aku pamit ya, calon istriku" ucapnya sambil mengelus pucuk kepala bina dan tersenyum manis.. bina semakin merona mendengar ucapan manis dari gani.
Gani menaiki motornya dan memakai helm, sedangkan bina masih menatapnya dengan senyum malu malu.
"Kamu masuk ya, istirahat.. aku langsung pulang ko, besok kita ketemu lagi disekolah calon istriku ".
"Aku ga bisa jemput kamu, biasa mau temu kangen dulu sama pak. rahmat kalo pagi tuh" ucap gani dengan kekehannya.
Bina yang mendengar ucapan gani langsung mendelik tajam, sebelum bina mengeluarkan omelannya gani sudah kabur terlebih dahulu meninggalkan rumahnya.
"Dasar gani hobby banget dihukum sama pak.rahmat" gumam bina yang sudah berbalik masuk ke dalam rumahnya.
Temu kangen yang gani maksud adalah, bahwa ia akan bangun siang, yang sudah pasti akan datang ke sekolah terlambat dan yang pasti juga akan kena hukuman oleh Pak. Rahmat.
__ADS_1
Next....