
Bina keluar dari kamar mandi dengan sedikit cemberut, pasalnya ia harus rela tidak memakai baju pantai yang baru ia beli sebelum pergi kesini.
Gani yang melihat bina sudah keluar dari kamar mandi terpana melihat apa yang di pakai bina saat ini.
"Ini gimana? " tanya bina.
"Mmm iya itu mendingan" kata Gani salah tingkah.
"Mendingan, emang bina lagi sakit apa" cibir bina pelan.
"Yaudah ayok kita susul temen temen" gani keluar lebih dulu dari kamar yang ditempati oleh bina.
"Gani kenapa sih? " heran bina melihat tingkah gani.
Ya saat ini bina memakai kaos lengan pendek yang di tubuhnya sedikit kebesaran dan memakai hot pants yang hampir tertutup oleh kaos nya itu. sebenernya tadi gani pun sempat ingin protes tapi melihat raut wajah bina yang sepertinya sedang menahan kesal ia jadi mengurungkan niatnya untuk kembali menyuruh bina ganti pakaian, ia takut menghancurkan mood bina.
Alhasil beginilah sekarang, bina tidak bisa lepas dari genggaman tangan gani. dimulai dari sejak keluar kamar bina, bina pikir gani sudah lebih dulu meninggalkan nya gak tahunya gani menunggu bina diluar kamar. gani sudah punya firasat tersendiri bahwa bina akan menjadi pusat perhatian dan benar saja, semenjak keluar dari hotel bahkan sampai sekarang berada di tepi pantai bersama teman temannya pun banyak mata yang asyik memperhatikan bina, khususnya mata kaum laki-laki.
"Gani aku mau main air ya sama dina? " ucap bina manja pasalnya dari tadi dia hanya duduk di pasir tepian pantai bersama gani. ia juga ingin bermain air seperti dina dan yang lainnya.
"Kamu disini aja, nanti baju kamu basah" cuek gani.
Bina menoleh sedikit sebal dengan ucapan gani, "Ya namanya juga main di pantai gani baju kita pasti basah, kalo mau kering kita main nya di Mall adem terus ada AC" ketus bina.
See.. bina sekarang bisa ketus loh sama gani. gani jadi berpikir apa benar ia membawa pengaruh buruk dengan kejudesan bina seperti sekarang ini?.
Gani menghela nafas "Yaudah ayok, tapi kamu jangan jauh jauh dari aku".
Mata bina berbinar seketika ia mengangguk antusias "Iya gani, ayo aku udah ga sabar" bina segera berdiri dan menarik gani yang masih males malesan.
"Bina sini" teriak dina yang melihat bina dan gani sudah mulai memasuki air.
"Woyyy buruan jangan mojok terus loe berdua" teriak satya.
"Sialan loe " umpat gani pada satya saat mereka sudah dekat sembari mencipratkan air.
Satya terkekeh kemudian membalas cipratan gani, jadilah para ABG laki laki tersebut saling mencipratkan air dan tertawa bersama. Jarang jarang mereka seperti ini karena kalo disekolah mereka hanya bisa berlari keliling lapangan.
"Loe lama banget sih bin ganti baju doang" ucap dina saat bina berada di dekatnya.
"Aku tuh sebentar ganti bajunya, cuman tuh si gani nyuruh aku buat duduk-duduk aja disana" ucap bina sambil menunjuk gani dan tempat dimana mereka duduk tadi.
"Ckkk emang dasar si gani, maunya mojok mulu" cibir dina.
__ADS_1
Bina dan Dina kini sedang asyik bermain air bersama, kadang mereka sengaja berdiam diri menunggu ombak menghampiri kemudian meloncat bersama setelah itu tertawa bersama menikmati sisa sisa deburan ombak. rasanya bina sangat bahagia saat ini bisa berlibur bersama sahabat, pacar dan juga teman temannya yang lain meskipun sekarang hanya dia dan dina yang bermain bersama sementara para cowok ada yang sedang berlomba mencipratkan air dan ada yang sibuk cari makanan seperti Dafa dan Sena yang dari tadi sibuk keluar masuk dari warung ke warung.
"Hai" sapa seseorang, oh bukan 2 orang pada bina dan dina yang sedang asyik tertawa menikmati sisa deburan ombak.
Bina dan Dina kompak menoleh.
"Iya ada apa? " tanya bina, sedangkan dina hanya diam memperhatikan.
"Emm kita boleh kenalan gak? Gue Rio dan ini temen gue Andi" ucap orang tersebut padahal bina dan dina belum menyetujui untuk berkenalan.
"Oh iya, salam kenal Rio Andi" jawab Bina ramah, ini nih yang bikin kadang Dina harus tetap memperhatikan bina. si bina ini terlalu polos untuk menyadari hal hal kecil disekitarnya contohnya seperti saat ini.
"Nama kamu siapa? " tanya orang itu lagi pada bina.
"Namaku Sabrina, you can call me Bina" ucap bina dengan tersenyum manis. ehhh dia malah senyum si bina ini gatau apa dari tadi ada yang memperhatikan dia dengan tatapan tajam.
Cowok tersebut manggut-manggut.
"Kalo yang disebelah kamu namanya siapa?" tanya cowok yang bernama andi.
"Oh ini namanya Dina, sahabat aku. cantik ya? " ucap bina dengan berseri-seri.
Rio sejak tadi hanya memperhatikan bina saja, bukan hanya tadi sih tapi saat bina duduk di tepi pantai pun Rio sudah memperhatikan bina walaupun ada gani disisi bina saat itu.
"Eh gan liat, siapa tuh yang lagi ngobrol sama si bina? " ucap satya.
Gani yang sedang mencipratkan air pada Riko langsung berhenti dan menoleh pada orang yang diperhatikan oleh satya.
"Widihhhh diajakin kenalan tuh kaya nya" celetuk Riko.
Gani juga tidak bodoh, ia sudah tahu dengan gelagat cowok cowok seperti itu pasti ujung ujungnya ngajak kenalan.
"Liat itu si bina malah senyum senyum lagi sama tuh cowok, kaga tahu apa senyuman dia itu mengalihkan dunia para cowok cowok tampan kaya gue" ucap asal satya. sedangkan gani sudah menatap bina dengan tajam.
Gani tahu senyuman bina bukan bermaksud menggoda, bahkan mungkin bina sendiri tidak mengerti cara menggoda laki laki. yang ia tahu memberikan senyuman itu sebuah ibadah. ya seperti itulah yang bina katakan saat gani pernah menyuruh bina untuk tidak tersenyum saat ada laki laki yang menyapanya. jawaban bina malah seperti ini gani kalo kita disapa sama orang itu harus dijawab dikasih senyum ga boleh cemberut apalagi ngomel ngomel, senyum itu ibadah loh gani. Gani juga tahu senyum itu ibadah tapi masalahnya senyum bina itu bisa membuat laki laki berpikir bahwa bina sedang menabur Cinta pada cowok-cowok yang memang baper padanya.
Tanpa menunggu apapun lagi gani segera mendekati bina.
"Sayang aku kan udah bilang jangan jauh jauh dari pandanganku" ucap gani dengan lembut sambil merangkul pinggang bina.
Bina tersenyum dan sedikit malu mendengar gani memanggilnya sayang apalagi di depan orang asing. ya orang asing karena bina kan memang baru kenal dengan 2 cowok yang ada di depannya ini, gak salahkan kalo disebut orang asing.
"Bina gak jauh jauh ko gani, ini juga kan bina bareng sama dina" ucap bina tersenyum.
__ADS_1
Sedangkan dina sendiri sudah paham dengan kondisi gani, sepertinya pacar sahabatnya itu sedang cemburu.
"Oh gitu, terus ini siapa sayang? " tanya gani pada bina.
"Oh iya bina belum kenalin temen baru bina" ucap bina.
"Ini gani kenalin, namanya yang ini Rio dan disebelahnya Andi" ucap bina memperkenalkan.
Gani langsung menyodorkan tangannya "Gani pacarnya bina" ucap gani tegas, kentara sekali gani sedang menunjukkan kepemilikan nya pada laki laki di depannya ini.
"Rio, iya gue tahu loe pacarnya Sabrina. gue lihat ko waktu loe datang sambil gandeng tangannya tadi" ucap Rio terkekeh, rio menyadari bahwa gani sedang cemburu padanya.
Gani mendengus, sudah tahu cewek cantik yang dia ajak kenalan itu sudah punya pacar tapi masih ajak diajakin kenalan.
"Gue Andi" ucap andi menjabat tangan gani.
"Ehh gue juga mau kenalan dong" ucap satya tiba-tiba.
Riko yang disebelahnya mendengus.
"Gue satya dan ini Riko sohib gue sama gani".
Rio dan Andi kompak mengangguk.
"Wahhh ada apakah ini, kenapa mengumpul ngumpul dalam air" celetuk Dafa yang baru datang dengan sena.
"Loe kira mereka-mereka ikan ngumpul di air?" ucap sena dengan menoyor kepala dafa.
"Terus apa dong namanya? " jawab dafa lagi.
"Nah yang dua orang rusuh ini namanya dafa dan sena" jelas satya memperkenalkan.
"Oh hai gue dafa".
"Gue sena yang paling ganteng diantara mereka dan calon suami 2 cewek itu" ucap sena asal menunjuk bina dan dina.
Ucapan sena berhasil memancing emosi ke tiga cowok tampan, siapa lagi kalo bukan Dafa riko dan satya sedangkan gani hanya menatap tajam sena. karena ia tahu si sena itu hobby menggoda pacar dan sahabat pacarnya itu. Mereka bertiga ditambah dina kompak membawa sena ke air yang lebih dalam dan menceburkan nya.
Bina yang menyaksikan kekonyolan teman temannya tertawa lepas, ia geli sendiri melihat teman temannya itu. gani juga ikut tertawa kecil melihat kekonyolan itu. berbeda dengan cowok yang bernama Rio dia malah sibuk memperhatikan wajah cantik bina yang sedang tertawa.
Cantik gumam Rio pelan namun masih bisa didengar oleh gani. gani melirik pada rio dengan tatapan tajam.
Next....
__ADS_1