SWEET BAD BOY

SWEET BAD BOY
MENJENGUK


__ADS_3

3 Hari gani terbaring di Ruangan ICU, dan di hari ke 3 juga ia dipindahkan ke ruangan rawat inap VVIP yang sudah dipesankan oleh William papahnya. memang ia sudah melewati masa kritis nya, hanya saja gani belum mau membuka kedua matanya.


Selama gani kritis bina bersikukuh untuk menemani gani meskipun sudah di bujuk oleh sang mamah dan papah juga teman temannya untuk tetap sekolah tapi ia tetap bersikeras ingin menemani gani melewati masa kritisnya, bahkan papah gani pun pernah ikut membujuk bina untuk masuk sekolah alhasil bina malah menyuruh william saja yang berangkat bekerja biar dirinya yang menemani gani, membuat william geleng-geleng kepala dengan keras kepala kekasih putranya itu.


Dan baru hari ini bina masuk sekolah karena kemarin dihari ke 3 gani di rawat gani sudah berhasil melewati masa kritisnya.


"Apa sih bin cemberut mulu dari tadi".


"Tau gak enak banget buat di pandang, bikin nafsu makan gue ilang aja" ceplos daffa.


Dina mencebik mendengar ucapan daffa "Halah gak nafsu aja loe abis 2 piring nasi uduk gimana kalo loe lagi nafsu".


"Sebakul sama nih anak abis din, sama piring-piring nya juga dia embat kaya nya" tambah sena.


"Sembarangan loe, loe pikir gue kuda lumping makan piring".


"Heh kuda lumping itu makan beling bukan piring".


"Sama aja ogeb dari kaca kaca juga kan itu" ucap daffa tak mau kalah.


"Berisik ihh loe berdua, mending loe berdua ngehibur sahabat gue yang lagi sedih ini dari pada ribut terus".


"Ehh iya ampe lupa sama yang lagi sedih".


"Udah sih Ade abang daffa yang cantik jangan manyun-manyun gitu dong, ga sedep banget di pandang nya. nanti pulang sekolah kita jenguk gani deh bareng-bareng " ucap dffa lagi.


Bina sedikit terseyum tipis mendengar ucapan dari abang sepupunya itu.


"Nah gitu dong senyum, kan cantik nya nambah" goda daffa.


"Iya nanti gue juga ikut nemenin deh".


"Loe gimana sen, ikut kaga".


"Wohooo siap aja gue mah, nanti kita bareng-bareng kesono".


"Sekalian loe ngasih materi tugas buat si satya sen, kasihan sohib ghibah loe ketinggalan pelajaran. tau sendiri kan temen loe itu biar kata Badung tapi urusan nilai dia nomor wahid" ucap daffa.


"Ckkk temen ghibah loe bilang, kalo temen ghibah itu yang pasti temen nya loe" decak sena.


"Sama aja loe berdua, sama-sama tukang ghibah" daffa dan sena kompak mendengus mendengar ucapan dina yang memang benar adanya.


"Ko satya dan riko belum ada ngabarin aku yah".

__ADS_1


"Mungkin mereka lagi sibuk bin, mending sekarang loe makan dulu bentar lagi bel masuk ini" ucap dina.


🍂🍂🍂🍂🍂


Saat bina ,dina, daffa dan sena berjalan di koridor menuju kelas mereka. mereka berpapasan dengan Rena dan kedua temannya.


"Eh loe.. " ucap rena merujuk pada bina.


Bina yang memang tidak bersemangat tidak menggubris perkataan rena.


"Budeg ya loe, di panggil juga" ucap vanya.


"Heh siapa yang loe bilang budeg hah?" sewot dina.


"Temen loe lah yang budeg, di panggil rena aja gak nyaut".


Daffa dan Sena masih diam tidak ikut campur, menurut mereka ini mungkin urusan cewek tapi kalo sampai mereka di luar batas barulah daffa dan sena ikut campur. belum tahu saja mereka sama omongan daffa dan sena biar kata laki tapi pedes. keliatannya doang mereka gokil tapi kalo udah gak suka sama orang apalagi sejenis cabe-cabean kaya rena dan 2 temannya daffa dan sena paling jago urusan adu mulut.


"Temen gue yang mana yang temen loe panggil itu, diantara kita berempat ga ada yang namanya Eh Loe!! " ketus dina.


"Ckkkk bina, gue mau ngomong sama temen loe yang namanya bina" decak rena.


"Yaudah ngomong aja, mumpung kita mau dengerin".


"Gue mau tanya gimana kondisi gani, soalnya terakhir gue kesana gani belum siuman dan masih kritis".


"Gani udah melewati masa kritisnya kok, tinggal nunggu siuman aja" ucap bina yang dari tadi diam saja.


Rena tersenyum licik "Ternyata loe itu gak ada apa-apa nya".


"Maksud loe apa? " ucap dina dengan nada tinggi sementara bina hanya mengernyit bingung.


"Ya meskipun temen loe ada di sisinya gani, tapi dia gak bisa bikin gani cepat siuman. kan katanya kalo orang yang saling mencintai itu chemistry nya kuat".


Bina sedikit tersentak mendengar ucapan rena, apa benar ia tidak ada apa-apa nya untuk gani.


Rena yang melihat bina menunduk lesu itu tersenyum sinis.


"Opps oh iya itu cuman sebuah adegan yang gue lihat di film dan novel novel yang sering gue baca aja sih, jadi gak usah di pikirin yah" ucap rena lagi dengan senyum sinisnya.


"Heh cabe, loe kalo ngomong cuman mau bikin gue emosi mending sekarang loe pergi deh, dari pada gue jadiin bumbu instan" sungut daffa yang mulai terpancing emosi.


"Tahu husss sana pergi loe pada, ngalangin pemandangan aja" tambah sena.

__ADS_1


Rena yang mendengar ucapan kedua cowok itu hanya mendengus saja. kemudian ia memilih pergi bersama kedua temannya yang penting tujuan nya berhasil membuat bina tidak percaya diri untuk berada disisi gani.


🍂🍂🍂🍂🍂


"Bin, ayo... kita jadikan mau ke rumah sakit"


Bina masih melamun entah apa yang dia lamunkan.


"Bin.. " ucap dina menyentuh tangan sahabatnya. daffa dan sena menyusul ke tempat dina karena melihat bina yang sejak tadi melamun saja.


"Bin.. dengerin gue yah, loe jangan mikir yang macem-macem atau aneh-aneh deh.. omongan si rena itu gak pantes buat di denger sama telinga loe".


"Iya de, ngapain sih kamu mikirin ucapan cabe-cabean itu. yang ada telinga kamu itu sakit nantinya".


"Udah yuk kita mending buru-buru ke rumah sakit aja, siapa tau babang gani nya neng bina udah bangun terus lagi nyari neng bina" ucap sena mencoba menghibur bina.


Bina tersenyum tipis dan mengangguk.. dina daffa dan sena merasa lega setidaknya bina mau merespon mereka walau hanya dengan sebuah senyuman dan anggukan.


🍂🍂🍂🍂🍂


"Ehhh denger gak, ko rame banget yah di dalem " ucap dina saat mereka berempat sudah sampai di depan pintu ruangan gani.


"Hooh apa jangan jangan gani udah bangun" ucap sena berbinar.


"Ahh lama loe, mending langsung masuk aja deh" ucap daffa yang langsung membuka pintu ruangan rawat gani.


"Loe pada baru dateng" sapa satya pada daffa yang baru membuka pintu.


Dina dan Sena ikut masuk, namun mereka bingung melihat daffa yang hanya diam saja mematung. dina dan sena melirik ke arah pandangan daffa.


Baru dina ingin mencegah bina masuk, bina sudah lebih dulu ikut masuk kedalam ruangan.


"Kenapa pada diem disini, ayo maju dong kok pada ngalangin jalan" ucap bina pada dina, sena dan daffa yang malah berdiri di depan pintu.


Bina kemudian melirik pada orang orang yang berada dalam ruangan tersebut.


Degggg....


Pemandangan menyakitkan yang ia lihat saat pertama kali melihat sang kekasih sudah bangun dari masa kritisnya..


🍃🍃🍃🍃🍃


Kira kira apa yah yang Bina dan yang lainnya lihat???

__ADS_1


Hey kamu jangan asyik baca tanpa Like, Comment dan Vote untuk Author yah.. Author juga kan mau didukung sama Readers .. yuk tinggalkan jejaknya 😘😘


__ADS_2