SWEET BAD BOY

SWEET BAD BOY
SAD


__ADS_3

Brummmm.... brummmmm....


"Gan loe beneran mau balapan".


Gani hanya melirik riko membuat riko berdecak kesal. dari tadi gani ditanya hanya diam saja sekalinya berbicara malah membuat riko sebal.


"Loe mending jangan dulu maju deh gan, keadaan loe itu lagi ga baik gan" ucap satya.


"Iya gan mending sekarang loe ke rumah bina aja buat bikin hati loe adem" saran riko.


Gani yang memang sedang diliputi emosi tidak mendengarkan ucapan para sahabatnya itu.


Yah setelah perdebatan dirinya dengan sang papah, gani hanya masuk ke kamarnya untuk ganti baju dan kemudian pergi lagi.


Saat gani sudah sampai di Apartemen riko dia mendapatkan pesan bahwa ia di tantang balapan oleh salah satu anak geng motor tempat tongkrongan mereka. dan disinlah gani berada di jalanan sepi tempat diadakan balapan liar, sebenarnya gani paling anti sekali ikut acara seperti ini biasanya ia akan lebih memilih balapan resmi tapi berhubung saat ini ia butuh pelampiasan jadilah ia menerimanya begitu saja.


"Udah siap gan? " tanya radit teman gani si anak motor itu.


Gani mengangguk mengiyakan..


Dan hitungan 1 2 3 motor gani melaju dengan kecepatan tinggi.


"Rik, ko gue punya firasat ga enak yah ".


"Gue juga sat, gak kaya biasanya gani mau aja diajak balapan liar".


"Bokapnya kaya nya" ucap satya


"Iya, dia gak pernah kaya gitu kalo bukan masalah sama bokapnya".


"Apa gue telpon si Bina aja biar dia kesini tenangin si gani".


"Telat ogeb, kenapa gak dari tadi kalo loe mau telpon".


"Ya gue gak kepikiran, si gani dateng ke tempat loe terus langsung nyuruh kita ikut pergi kesini kan".


"Semoga aja gak ada apa-apa deh, dan si gani baik baik aja" ucap riko.


🍂🍂🍂🍂


"Gani ko tumben gak ada kirim pesan sama aku, nelpon juga engga" bina dari tadi gulang guling diatas kasur nya.


Pasalnya ini sudah jam 10 malam dan semenjak pulang diantarkan oleh gani tadi, gani tidak mengirimi nya pesan atau menelepon nya. biasanya kan gani selalu mengabari bina jika ia sudah smpai di rumahnya.


"Duuhh ko bina jadi khawatir gini yah"


"Perasaanku juga jadi gak enak gini".


"Engga ngga aku gak boleh mikir macem-macem, mikir satu macem aja kepalaku udah pusing".


Bina akhirnya memutuskan untuk turun dan menuju dapur untuk membuat segelas susu hangat untuk dirinya.


"Sayang kamu belum tidur" tanya sang mamah yang memasuki dapur.


"Ehh mamah iya nih bina belum bisa tidur makanya bikin susu deh"


"Mamah mau ngapain" tanya bina.


"Mamah mau minum, kamu cepet tidur ya kalo sudah habisin susunya".


Bina mengangguk, mamah rina pun melangkah kembali keluar dapur.


Prangggg.....


"BINA" Teriak sang mamah.


"Kamu gak apa apa kan sayang " tanya sang mamah, baru dia sampai di pintu dapur ia mendengar suara gelas jatuh.

__ADS_1


"Ngga kok mah, bina gak sengaja nyenggol gelasnya".


"Yaudah kamu balik lagi aja sayang ke kamar, ini biar mamah yang beresin".


Bina mengangguk dan menuruti perintah sang mamah.


🍂🍂🍂🍂


Sedangkan di tempat lain Riko dan Satya sedang panik luar biasa melihat gani yang tidak sadarkan diri dengan banyak luka dan darah di tubuhnya.


"Gani bangun gan" teriak riko frustasi


"Gue udah bilang loe gak usah ikut balapan, loe malah ngeyel banget" riko benar benar frustasi.


"Udah ko sabar, gue udah hubungin bokap nya gani".


Saat ini Riko dan Satya sedang berada di mobil milik teman mereka, karena tidak mungkin menunggu ambulance datang sedangkan kondisi gani sudah tidak sadarkan diri. masa bodo dengan urusan polisi nanti yang terpenting sekarang nyawa sahabat mereka tertolong.


25 Menit yang lalu.......


"Si gani ko lama banget sih rik"


"Tahu gue juga masih nungguin dia disini kan sama loe".


"Ehhh itu si gani rik" ucap satya menepuk bahu riko.


"Iya itu si gani, eh sat ko si gani bawa motornya gitu " ucap riko tiba-tiba melihat motor gani oleng.


BRUGGGGGG......


"GANIIIII" teriak semua orang yang berada ditempat, mereka semua berlari menuju ke arah gani.


🍂🍂🍂🍂


"Gimana keadaan gani satya riko" ucap papah gani yang baru saja tiba.


"Om kita berdua minta maaf, kita berdua sudah melarang gani tapi... "


Papah gani menepuk bahu kedua sahabat anaknya, "Ini bukan salah kalian, ini memang sudah musibah. kita lebih baik berdoa semoga gani baik-baik saja" William berusaha menenangkan kedua sahabat gani juga dirinya sendiri. dia juga merasa hancur begitu mendengar kabar anak nya kecelakaan bahkan selama di perjalanan william tidak berhenti menitikkan air mata. rasa takut itu kembali menyelimuti dirinya, takut untuk kehilangan orang tercinta nya untuk ke dua kalinya.


🍂🍂🍂🍂


"Sayang... ".


"Mmmmm".


"Bina bangun dulu yuk".


"Mmm aku masih ngantuk".


Bina mencoba membuka matanya meskipun ia masih sangat mengantuk.


"Loh gani, ko kamu ada dikamar aku" tanya bina heran melihat sang kekasih yang berada dikamarnya.


Gani terkekeh melihat wajah bina yang terlihat terkejut itu "Gemesin banget sih kamu yang".


"Aku mau ngajakin kamu jalan jalan, mau gak? ".


"Mauuuu tapi aku masih ngantuk " ucap bina manja.


"Sebentar aja, nanti kamu bisa bobo lagi".


"Pleasee terkahir kalinya deh aku maksa kamu jalan" ucap gani tersenyum namun nampak kesedihan dimatanya.


Bina cemberut mendengar ucapan gani, apa katanya tadi terakhir kali maksa bina jalan? entahlah bina tidak suka mendengar kata-kata tersebut sedikit mengusik hati bina.


"Yaudah sebentar yah aku ganti baju dulu".

__ADS_1


"Ngga usah sayang, kamu cantik ko pake baju tidur sekalipun... yuk" ajak gani lagi dengan menarik lembut tangan bina.


🍂🍂🍂🍂


"Gani ini ditaman itu kan" ucap bina heran perasaan baru saja ia keluar kamar tadi, kok bisa sudah sampai ditaman yang biasa ia datangi dengan gani.


Gani hanya tersenyum melihat bina.


"Ihhh gani ko malah senyum-senyum aja dari tadi, aneh deh".


Gani mendekap memeluk bina erat, "Aku bahagia sekali bisa punya pacar secantik dan semenggemaskan kamu bin, makasih yah sudah mengisi hari-hari ku beberapa bulan ini".


Bina mencoba menatap gani "Gani... ko aku ngerasa ada yang aneh yah sama gani".


Gani hanya tersenyum dan mengecup lembut kening bina "Aku gak aneh ko sayang, aku cuman lagi bahagia aja akhirnya aku bisa bertemu dengan mamah ku lagi".


Bina yang mendengar itu sontak melepaskan pelukan gani "Gimana bisa, kan mamah gani udah gak ada".


"Bisa ko bin, dan sekarang saat nya aku bertemu sama mamah aku".


Bina kembali terkejut mendengar ucapan gani "Gak boleh, kata mamah aku kita gak mungkin bisa ketemu sama orang yang sudah meninggal gani. gani gak boleh ngomong yang aneh aneh yah, bina gak suka. mending sekarang kita pulang aja yuk aku juga belum mandi" ajak bina.


Gani menggeleng "Maafin aku ya sayang, tapi aku udah kangen banget pengen ketemu sama mamahku".


"Gani jangan macem-macem bina gak suka, ayo pulang" ajak bina lagi dengan menarik tangan gani.


Tapi gani hanya diam saja dan menatap bina dengan sendu..


"Gani ayok"


"Ganiiii" teriak bina kesal karena gani hanya diam saja, sampai suara seseorang tiba-tiba mengalihkan perhatian bina.


"Bin... "


"Bina sayang bangun nak".


"Mmm mamah".


"Bangun dulu sayang, kamu bersih-bersih dulu".


"Sudah pagi yah mah, " ucap bina masih mengusap matanya.


Kemudian ia menoleh terkejut melihat sahabatnya yang sudah berdiri di pintu kamarnya.


"Loh ko ada Dina, jemput aku yah. tapi aku udah janjian sama gani hari ini mau berangkat bareng din".


Dina yang mendengar itu malah menangis.


"Ya ampun dina, maafin bina yah bina gak bilang kalo hari ini mau bareng sama gani. dina jangan nangis dong bina jadi merasa bersalah banget jadinya".


Dina menggeleng "Bin, hari ini gani gak bisa jemput kamu".


"Loh kenapa? oh jadi dina disuruh gani jemput aku yah" ucap bina terkejut tapi kemudian malah bertanya kembali.


"Tapi ko gani gak ada ngehubungin aku dulu yah, bentar aku lihat Hp ku dulu din".


"Bin.... "


"Bentar dina aku cari Hp ku dulu".


"Tante" ucap dina memohon pada mamah bina.


"Sayanggg"


"Iya mah tunggu sebentar, bina lupa taro HP bina dimana" bina masih sibuk mencari Hp nya.


"Bina... gani kecelakaan".

__ADS_1


Deggg....


__ADS_2