SWEET BAD BOY

SWEET BAD BOY
DATAR


__ADS_3

"Hai Gani, riko, satya" Sapa bina pada ketiga cowok tampan yang sedang duduk di kantin.


Sekarang waktunya jam istirahat.. tapi bagi ketiga cowok itu bukan lagi istrirahat karena dari jam pertama mereka sudah bolos, habis kena hukaman bukannya ke kelas mereka malah nongkrong di kantin belakang.


"Loh bin, kamu ngapain kesini" tanya satya heran karena tumben bina ke kantin belakang.


"Ckkk.. aku mau jajan lah, eh kaya nya enak banget ya bolos dari jam pertama".


Satya hanya nyengir mendapat sindiran dari bina.


Gani juga tersenyum miring mendengar sindiran bina.


"Kamu ga bawain kita minum bin waktu kita lagi lari di lapangan ".


"Ngapain? kan kalian lagi di hukum sat".


"Ya kan se'enggaknya ngasih perhatian gitu sama kita" ucap satya.


"Sibuk pdkt sama guru ganteng ya bin? " goda riko.


Bina yang sedang memakan gorengan mengernyit kan keningnya mendengar pertanyaan riko.


"Guru ganteng siapa? kan disini tuh banyak guru yang ganteng riko" .


"Yang tadi ngobrol bareng kamu bin, di koridor lantai 2" ucap riko.


Bina terlihat berpikir "oh pak harun".


"Jadi cuman gitu aja bin? " tanya satya ambigu.


"Gitu apanya sat? " tanya bina heran.


"Ehh ini ko gani diem mulu dari tadi.. gani kenapa sariawan, sakit gigi atau bau mulut? " cerocos bina.


Satya dan riko yang mendengarnya hanya terkekeh.


"Lagi sebel sama anak orang" ucap gani datar.


"Siapa gani? gani lagi berantem ? sama satya atau riko" tanya bina lagi sambil melirik ke arah riko dan satya bergantian.


"Bukan gue bin".


"Bukan aku juga bin" ucap riko dan satya.


"Siapa sih gani, bilang sama bina biar nanti aku marahin orangnya.. bisa bisa nya bikin gani sebel ".

__ADS_1


"Kamu".


Bina langsung melongo mendengar ucapan gani "hah? " riko dan satya kembali terkekeh.


"Aku ga suka kamu deket deket sama cowok lain" tegas gani.


"Hah? ".


"Apalagi kaya pagi tadi ngobrol sama pak. harun, belum cukup kemarin marvin ngerusak kencan kita? " ucap gani datar.


Bina menggigit bibir bawahnya mendengar ucapan gani yang datar namun terkesan seperti larangan juga perintah.


"Bukan aku yang deketin gani" ucap bina pelan.


"Aku tahu" jawab gani cepat.


"Tanpa kamu cari perhatian pun mereka udah perhatiin kamu, karena emang pesona kamunya aja yang bisa bikin orang mabuk" sambungnya.


Bina yang mendengar ucapan gani merasa berbunga-bunga dan malu sekaligus.. bina sampe senyum senyum sendiri.


"Apalagi senyum kaya begitu, bikin orang yang liat makin betah mandangin kamu.. tapi aku ga suka kamu jadi pusat perhatian, cukup aku aja yang liat senyum itu, aku ga suka bagi bagi pesona kamu sama yang lain" ucap gani lagi masih dengan datar nya.


Bina semakin tersipu malu dia memegang dada nya yang berdebar mendengar ucapan gani yang datar tapi terkesan manis ditelinga bina.


Bina langsung berdiri dari duduknya, ia merasa sudah tidak sanggup lagi menahan debaran di dadanya.


"Ma... mau nyari dina dulu" bina pun berjalan keluar dari kantin belakang "satya bayarin gorengan aku dulu, tadi aku makan dua" teriak bina yang sudah berlari keluar.


"Dasar ya, " gumam satya.


Gani menggelengkan kepala nya melihat bina yang salah tingkah.


"Si bina baper kaya nya, ampe langsung kabur gitu gan" ucap riko tertawa.


"Iya awas loh anak orang loe godain" timpal satya terkekeh.


Gani mengangkat sudut bibir atasnya "gue ga godain, emang kaya gitu kenyataan nya".


"Lucu banget liat si bina salah tingkah gitu haha" gani tertawa.


"Emang dia mah lucu cakep mau di apa apain juga" celetuk satya.


.


.

__ADS_1


.


"Haduhh Dada aku ko berdebar gini ya, jantungku rasanya lompat lompat, perut ku juga berasa geli waktu gani ngomong kaya begitu" gumam bina ketika berjalan sendiri di koridor sambil memegang dada nya.


"Darimana loe? " tanya Rena tiba tiba menghadang bina.. diikuti oleh kedua temannya.


"Dari warung belakang, kenapa... euh rena? jawab bina mengingat nama perempuan di depannya.


"Loe habis godain gani kan? ngaku loe" tuduh rena.


"Siapa yang godain gani? ".


"Ya loe lah, dasar centil" cibir vanya.


"Aku habis jajan di warung belakang bukan godain gani, malah gani yang godain aku" ucap bina dengan melipat bibir nya kedalam menahan senyum mengingat ucapan gani di kantin belakang tadi.


Vika dan vanya melongo mendengar ucapan Bina, sementara rena berdecih kesal.


"Ga usah ngarang deh loe, jangan so kecantikan " kesal rena.


"Ren, si bina emang cantik kali.. kulit nya aja udah kaya susu putih banget " celetuk vika.


Bina yang mendengar itu langsung kegirangan "wahh yang bener, makasih ya kamu.. ".


"Vika, nama aku vika bina salam kenal ya" kata vika menyebutkan namanya dan mengulurkan tangan nya.


"Iya vika, makasih ya pujiannya kamu juga cantik" jawab bina riang dan menyambut uluran tangan vika.


Vika yang mendengar pujian dari bina langsung kegirangan.


Rena melongo melihat itu semua "loe apa apaan sih vika".


"Kenalan sama si bina ren".


"**** banget sih, bina itu musuh kita" geram vanya.


"Ya ampun gue lupa" vika menepuk keningnya jadilah ia di marahi oleh rena dan vanya.


Melihat ketiga perempuan yang masih berdebat bina menghela nafasnya "yaudah ya.. aku duluan semuanya bye" ucap bina yang melenggang pergi meninggalkan ketiga perempuan yang masih berdebat itu.


"Ihh vika ini semua gara gara loe yah, tuh cewek jadi pergi" geram rena dan langsung pergi.


"Ko salah gue sih van, ".


"Tau pusing gue" ucap vanya yang juga ikut menyusul rena.

__ADS_1


"Kenapa jadi semuanya ninggalin gue" gumam vika yang masih berdiri di tempatnya


Next....


__ADS_2