
Bel istirahat berbunyi..
"Bin, ke kantin yuk? ".
Bina mengangguk "Ayolah come on" ajaknya dengan menggaet tangan dina.
Mereka berdua mengobrol ngalor ngidul di iringi tawanya.. hingga sebuah pemandangan yang kurang mengenakan terlihat.
"Kurang cepet loe bin, noh liat" tunjuk dina pada sosok perempuan yang sedang menyodorkan minuman pada kekasih sahabatnya itu.
Bina melirik pada arah yang ditunjuk oleh dina.
"Oh si rena".
"Ko oh si bin? ".
"Terus harus gimana dong".
"Lama loe mah" dina langsung menarik tangan bina ke tengah lapangan tempat dimana gani berada.
♪♪♪♪
"Gani ini buat kamu" ucap rena menyodorkan sebotol minuman pada gani.
Gani hanya melirik saja tanpa minat.
"Si gani gamau kali ren, udah buat gue aja".
"Buat gani sat, loe ngerti kaga orang yang lagi cari perhatian" ketus riko.. pasalnya riko memang tidak suka pada rena dan geng nya terlalu centil dan terang terangan sekali cari perhatian pada gani kalo kata riko.
Rena terlihat kesal gani tidak mau menerima minumna darinya apalagi dengan ucapan riko yang terdengar sangat ketus.
"Aku sengaja loe gan, beliin ini buat kamu.. seger tahu" ucap rena yang masih kekeuh.
__ADS_1
"Iya gan, rena bela belain beli minuman buat kamu padahal rena juga belum sempet minum" bela vanya.
"Gue ga nyuruh, kalo dia aus minum aja sama dia sendiri ga usah beliin gue.. gue masih mampu kalo cuman beli minuman kaya gitu doang" acuh gani dan bangun dari duduknya hendak meninggalkan rena.. namun pandangannya teralihkan oleh gadis cantik yang sedang berjalan ke arahnya.
"Ehhh bina gue" ceplos satya.
Bina hanya tersenyum di sapa oleh satya sahabat gani sekaligus teman sekelasnya bina..
Sementara gani mendelik tajam pada satya pasalnya sahabatnya itu hobby sekali menggoda bina walaupun ia tahu satya hanya sekedar iseng iseng saja.. tapi tetap saja untuk gani kata Bina Gue itu ga enak banget buat di denger.
"Hai satya, ada salam dari Bu. ema tugas fisika nya harus di kumpulin sebelum pulang sekolah".
Satya yang mendengar kata tugas langsung berdiri.
"Seriusan bin, terus anak anak udah pada ngumpulin belum? ".
"Lagi pada ngumpulin sama sena" jawab dina.
"Ahhhh tugas gue" teriak sena dan kemudian berlari meninggalkan lapangan.
"Iya emangnya loe" ledek dina.
"Ehhh ternyata si dina sekarang udah pinter ngomong ya" balas riko.
"Loe kira gue bayi baru belajar ngomong apa" ketusnya.
Riko terkekeh, sedangkan bina dan gani hanya tersenyum mendengar pertengkaran dua orang ini.. berbeda dengan rena dan dua temannya yang merasa terabaikan.
"Ko kita kaya di kacangin ya ren" ceplos vika.
Bina yang menyadari ada orang selain mereka menoleh "ya ampun ada rena sama temen temennya ".
"Udah lama" tanyanya.
__ADS_1
Rena hanya menatap sinis pada bina enggan menjawab.
"Udah lama lah bin, cuman ga dianggep doang dari tadi kita di kacangin" celetuk vika.
Vanya menginjak kaki vika sebal dengan kebodohan temannya itu sementara Rena langsung pergi begitu saja.
"Loe sih, udah buruan kejar rena" ajak vanya menarik tangan vika.
Dina dan riko terkekeh melihat rena yang kesal, gani masih acuh saja.
"Ko malah pergi" ucap bina.
"Udah ga usah di pikirin, mending kita ke kantin aku laper mana haus habis hormat bendera" ajak gani sendu merangkul bina dan berjalan meninggalkan lapangan.
Dina dan riko mengikuti dari belakang, sudah seperti bodyguard saja.
"Itu salah gani sendiri, hobby ko telat sama dapet hukuman".
"Aku ga hobby sayang, cuman ya suka males bangun pagi aja".
"Banyak alesannya" cibir bina.
Gani mengernyit mendengar cibiran kekasihnya itu.. benar kata dina kalo sekarang bina mulutnya sedikit pedes.
"Ayok dina, aku udah laper nih".
"Aku juga laper yang".
"Iya tau tadi kan gani udah ngomong" jawab nya acuh sementara gani cemberut mendengar jawaban bina.
Next....
Jangan Lupa like, comment da vote nya yah..
__ADS_1
dukungan dari Readers sangat berarti untuk Author.. 🙏🙏