
Bina yang menyaksikan kekonyolan teman temannya tertawa lepas, ia geli sendiri melihat teman temannya itu. gani juga ikut tertawa kecil melihat kekonyolan itu. berbeda dengan cowok yang bernama Rio dia malah sibuk memperhatikan wajah cantik bina yang sedang tertawa.
Cantik gumam Rio pelan namun masih bisa didengar oleh gani. gani melirik pada rio dengan tatapan tajam.
Rio yang sadar sedang di tatap oleh gani berdehem.
"Ehmmm".
Gani masih memperhatikan rio dengan mengangkat satu alisnya seolah bertanya mau apa lagi loe? sedangkan bina masih terlihat asyik melihat teman temannya tanpa tahu 2 cowok tampan di dekatnya sedang saling bersitegang.
"Oh iya, Sabrina gue sama andi cabut dulu ya" ucap rio mencoba mengalihkan perhatian bina padanya.
Bina menoleh sedikit terkejut seolah baru sadar, bahwa dari tadi ada orang lain selain dirinya dan gani.
Bina mengangguk "Ehh iya rio andi, silahkan".
Rio tersenyum manis saat bina mau menjawab pamitnya, tak lupa ia menyunggingkan senyum meledek pada gani sebelum pergi bersama andi.
Gani mendengus di lewati begitu saja apalagi rio seperti terang terangan sekali ingin menarik perhatian bina dan seolah tidak menganggap gani ada. jika tidak ingat dengan tujuan mereka ke pantai sudah pasti gani akan menghajar rio habis habisan.
"Gani kenapa? " tanya bina melihat sang pacar terlihat kesal.
"Pengen nonjok orang" ketus gani.
"Siapa? ".
"Cowok yang barusan pamitan sama kamu" dingin gani.
Bina mengernyit, siapa ya? apa mungkin rio. tapi kenapa gani ingin menonjok rio? bina jadi pusing sendiri.
"Gani" ucap bina manja.
Gani menoleh pada bina dengan alis terangkat satu.
"Ihhh bina tuh laper, dari tadi kita cuman main air doang" ucapnya cemberut.
"Kan kamu yang ngajakin main air" cuek gani
"Tapi kan bina juga butuh makan"
Gani masih diam, jujur ia masih kesal dan sebal dengan ketidak pekaan bina.
Bina yang melihat gani masih diam, mendadak kesal sendiri dari tadi ia menahan lapar ehh sekarang malah dicuekin.
"Yaudah kalo kamu gak mau ngasih aku makan, aku bisa minta sama bang dafa" ketusnya kemudian hendak pergi meninggalkan gani.
Baru bina mau melangkah gani sudah menarik tangannya.
"Yaudah ayok kita cari makan, lagian ga peka banget sih jadi pacar. tahu pacarnya cemburu bukan di bujuk malah mau ditinggal pergi nyari makan" ucap gani sambil menyisipkan rambut bina ke telinganya.
Bina memandang gani dengan tatapan bingung "Emang bina bikin gani cemburu kenapa? bina kan gak centil centil" polosnya.
__ADS_1
"Kamu gak centil aja yang ngelirik banyak, apalagi kalo centil" ucap gani lembut.
"Woyyy loe berdua mau makan gak? " teriak Dafa yang sudah berada di tepi pantai
Rupanya teman temannya itu sudah berada di tepi pantai, sepertinya mereka juga sudah mulai kelaparan dan bersiap makan bersama karena hari juga sudah mulai sore.
🍂🍂🍂🍂
Jam menunjukkan pukul 7 malam saat ini mereka bertujuh sedang berjalan beriringan di tepi pantai mencari tempat untuk makan malam. ya setelah bermain air sore tadi mereka hanya makan sedikit bisa di bilang hanya jajan saja, karena waktu yang sudah mendekati maghrib sedangkan mereka semua belum mandi. jadilah di putuskan untuk mencari makan setelah selesai mandi seperti saat ini.
"Kita mau makan apa nih guys? " ucap sena.
"Gue apa aja, yang penting ada nasinya" celetuk satya.
"Mie rebus aja kalo gitu tinggal tambah nasi" celetuk dafa menjawab ucapan satya.
"Gila loe daf, kita lagi liburan man. loe kira kita lagi camping makan mie rebus pake nasi" ketus satya.
"Lagian loe anak orang kaya hobby makan mie pake nasi daf" ledek sena.
"Ya gapapa, kalo gue sih yang penting kenyang" jujur dafa.
Mereka semua geleng geleng dengan selera si daffa. sudah tahu karbohidrat ditambah karbohidrat lagi.
"Tapi emang enak ko, mie ditambah nasi" celetuk bina tiba tiba.
Kompak mereka semua beralih menatap bina.
"Jangan bilang kalo loe juga pernah bin? " ucap riko penasaran .
Mendengar jawaban polos bina dafa menepuk dadanya bangga seolah berkata didikan gue gitu loh. sementara teman temannya memutar bola mata malas. emang kalo urusan berhemat si dafa ini jagonya, sekalipun dia anak orang kaya. tentunya masih ingat dong cap tukang ghibah untuk si dafa, uncle nya alias papah bina aja kalo butuh informasi harus nyogok dulu si dafa baru dia mau ngomong.
"Udah ah kenapa jadi pada bahas nasi sama mie sih, udah laper nih gue" ucap dina yang sejak tadi diam.
"Udah kita makan seafood aja, gak aci dong ke Laut tapi gak makan seafood" saran riko yang langsung disetujui oleh teman temannya.
🍂🍂🍂🍂
"Kenyang banget gue" ucap dafa sambil mengusap usap perutnya
"Iya sampai langsung ngantuk gue".
"Kebiasaan loe berdua habis makan mau langsung molor aja" omel satya
"Lahhh kaya loe kaga aja sat" ucap sena
"Kamu mau nambah lagi gak? " tanya gani pada bina, bina ini biar kata mungil tapi urusan makan dia kuat.
Bina menggeleng "Ngga gani, bina takut gendut"
"Apaan, loe banyak makan aja, badan loe segitu gitu aja de" celetuk dafa.
__ADS_1
"Iya gue juga kadang heran bin, loe jajan mulu juga disekolah ga melar melar badan loe" ledek dina.
Bina hanya acuh menikmati makanannya tanpa mempedulikan ucapan sepupu dan sahabatnya.
"Gan, rencana besok kita mau ngapain nih? " tanya riko
"Gue sih mau snorkeling, kamu mau ikut ga? " ajak gani pada bina.
"Tapi bina ga bisa berenang gani, bina takut tenggelam, nanti kalo bina tenggelam gimana? " tanya nya
"Kan ada aku, pake pelampung juga ko jadi gak bakal tenggelam".
Bina berfikir sebentar kemudian ia mengangguk "Boleh deh, bina juga pengen liat ikan yang cantik cantik" gani tersenyum mendengar jawaban pacar cantiknya itu.
"Gimana loe semua pada mau ikut kan? " tanya gani pada ke 5 teman nya.
"Gue kira loe cuman mau berduaan doang sama si bina, biar bisa modus" satya terkekeh dengan ucapannya diikuti tawa oleh yang lain.
Gani melempar gulungan tissu pada satya "Su'udzon aja loe sama gue, emang gue cowok apaan suka modus".
"Alah pura pura lupa, itu sih waktu didepan kelas" celetuk dafa.
Disusul anggukan dan gelak tawa dari yang lain, gani jadi salah tingkah mengingat hal tersebut sementara bina sudah tersipu malu mendengar abang sepupu nya yang blak blakan itu.
"Ihhh abang, ga usah di omongin juga dong" jawab bina cemberut.
Gani jadi ikutan terkekeh melihat reaksi bina yang malu sama seperti dirinya.
🍂🍂🍂🍂
"Ok besok kita kumpul di depan kamar jam 8 pagi ya, inget jangan sampai ada yang telat" ucap gani.
Mereka semua mengangguk, ya saat ini mereka sedang berada di depan pintu kamar masing-masing. sebelum tidur mereka mendiskusikan acara untuk besok snorkeling.
"Yaudah selamat tidur semua, gue udah ngantuk banget bye" ucap dafa disusul sena masuk kedalam kamarnya begitupun yang lainnya.
Hingga hanya tersisa Gani dan Bina saja yang belum masuk ke dalam kamar masing-masing, tadi sewaktu bina akan ikut masuk kedalam kamar bersama dina. gani meminta bina untuk diam sebentar.
"Kamu bobo yang nyenyak ya" ucap gani lembut sambil menggenggam tangan bina.
Bina mengangguk "Gani juga bobo yang nyenyak".
Gani tersenyum, kemudian ia ingat sesuatu "Inget kalo besok snorkeling jangan jauh-jauh dari aku, kalo bisa kamu gak usah senyum deh kalo ada cowok yang nyapa".
Baru bina akan menjawab gani sudah menyela nya lagi "Sekali ini aja kamu nurut sama aku, kamu gamau kan kalo aku cemburu lagi" ucap gani tegas namun lembut membuat bina tidak berani membantah dan langsung mengangguk.
Gani tersenyum bina mau menurutinya, ia menarik bina. gani memeluk bina dan mengecup kening bina sebentar, karena kalo lama-lama takut kebablasan dia.
"Yaudah kamu tidur gih, selamat malam" ucap gani smabil membelai pipi bina.
Bina yang diperlakukan seperti itu merona dan sedikit kikuk "I.. iya gani selamat malam juga".
__ADS_1
Bina masuk kedalam kamar dengan gani yang masih Setia menunggunya menutup pintu kamarnya kembali, barulah gani masuk kedalam kamarnya sendiri.
Next....