SWEET BAD BOY

SWEET BAD BOY
OLEH OLEH


__ADS_3

"Tapi sekali lagi makasih Radina ku" ucap bina tersenyum manis.


BRAKKKK


"Buat gue mana".


"Gue juga mana".


Ucap kedua orang yang menggebrak meja dan langsung duduk didepan meja bina dan dina.


Bina dan Dina yang kaget langsung kompak menoleh dan melotot dengan kelakuan dua orang laki-laki di depan mejanya itu.


"Kaget tau ga ogeb, loe berdua kaya jelangkung aja datang gak di undang maen gebrak gebrak meja" jengkel dina.


"Tahu nih bikin aku kaget aja,".


Daffa dan Sena cengengesan mendapat omelan dari dua gadis cantik itu.


"Ya gue cuman mau minta oleh-oleh aja, masa bina dikasih gue engga sih? " ucap daffa.


"Apalagi gue disini ketua kelas, emang loe gak inget sama gue yang selama 2 tahun ini berjuang sekuat tenaga demi memajukan kelas kita ini " ucap sena dengan lebay nya membawa jabatan sebagai ketua kelas yang memang semenjak kelas 1 dijabat oleh dirinya dan sialnya lagi mereka berempat ini selalu saja satu kelas begitupun dengan saat ini.


Dina mendengus "Loe berdua ngasih duit kaga sama gue buat nitip oleh-oleh? ".


"Masa mau oleh-oleh harus ngasih duit sih, kan namanya juga oleh-oleh berarti di kasih ikhlas sama yang habis liburannya dong".


"Iya itu bagi yang ikhlas, nah gue kan gak ikhlas buat ngasih loe berdua daffa. jadi ya kalian harus ngasih duitnya dulu kalo mau oleh-oleh dari gue" ketus dina.


"Hilihhh ribet banget sih loe Sheryl Radina Musa anaknya bapak Ibnu Musa".


"Ehhh si kambing bawa-bawa nama bapak gue loe ya" omel dina pada sena.


"Lahh bapak loe namanya pak ibnu din? gue kira pak tono" ledek daffa.


"Heh Daffa Anggara sejak kapan bokap gue ganti nama, sembarangan aja loe".


Mereka bertiga masih saja ribut seperti anak kecil, saling ledek ledekan nama orangtua. sementara si bina sejak tadi sibuk memakan Bakpia oleh-oleh dari dina.


"Ini lagi sibuk makan mulu dari tadi ".


"Tau loe bina, bukannya bantuin gue ngusir 2 kambing ini malah sibuk ngunyah mulu".


"Enak aja loe ngatain kita berdua kambing".


"Terus bina harus gimana dong? kalo dina kan gak perlu bina bantuin ngomong. dina gak bakal kalah juga kalo debat sama bang daffa dan sena, kan omongan dina itu pedes. terus kalo bina ngebelain bang daffa untungnya apa? terus kalo bina juga belain sena pengaruhnya buat aku apa? yang ada nnti gani marah sama aku bilang kalo aku suka sama sena lagi gara-gara belain sena, terus ya..... ".


"Sttttt udah diem, mending makan lagi aja yang anteung. gue sama sena mau balik ke tempat duduk gue dulu" ucap daffa lalu pergi meninggalkan meja mereka berdua dengan menarik sena yang masih melongo mendengar ucapan bina yang panjang itu.


"Ihhh kenapa sih tadi bina suruh ngomong, sekarang giliran ngomong bang daffa sama sena malah pergi. apalagi salah aku sih? ".


"Loe gak salah apa-apa bin, salah loe cuman satu kenapa gak dari tadi aja loe ngomong panjang lebar biar si daffa sama sena pergi supaya gue gak cape debat sama mereka berdua".


"Lohhh emang kapan kalian debat, bukannya dari tadi kalian lagi ngobrol".


"Serah loe bina serah".


🍂🍂🍂🍂


"Din... ".


"Sheryl... ".


"Sheryl Radina Musa".


Dina yang sudah jengah mendengar rengengkan sahabatnya itu pun melirik sebentar.


"Hmmm apa sih bin? ".


"Aku laper, pagi tadi cuman minum susu doang sarapan nya".

__ADS_1


Dina melirik jam tangannya sebentar "Oh iya udh lewat 10 menit jam istirahat ".


Dia menengok ke arah teman temannya yang lain "Anak kelas kita pada rajin amat sih, udah jam istirahat belum ada yang keluar".


"Sena.. ".


"Hmmm" ucap sena tanpa menoleh pada dina.


"Ini kita udah jam istirahat, gue sama bina ke kantin dulu yah nanti kita balik lagi".


"Ehhh udah istirahat yah, " tanya balik sena.


Dina mendengus "Udah lewat 10 menit yang lalu ditambah gue ngomong sama loe jadi udah lewat 15 menit. udah ah gue sama bina duluan bye" dina langsung pergi bersama bina.


Mereka berdua sedang berjalan menuju kantin.


"Kamu dari mana yang, dari tadi aku nyariin" tanya gani yang berpapasan dnegan bina.


"Ehhh aku habis dari perpustakaan, kelas aku ada tugas jadi pada ngerjain di perpus gani" .


"Yaudah yuk" ucap gani langsung menggandeng tangan bina.


Dina berdecak sebal "Giliran ada pacarnya gue ditinggalin" .


"Udah bareng sama gue aja" ajak Riko.


Tanpa menjawab dina langsung berjalan begitu saja mengekori bina dan gani.


"Dasar judes" cibir Riko.


🍂🍂🍂🍂


"Enak ya loe berdua udah makan dengan lahap aja, tanpa memikirkan gue" ujar satya yang baru datang.


"Wiihhh si anak rajin kita baru dateng".


Plakkk


"Auuww ish dina sakit ogeb " ringis satya mengusap pahanya yang di pukul oleh dina.


"Loe yang nyebelin gue mau makan maen senggol aja" ketus dina.


"Gue kan mau duduk din".


Dina hanya memutar bola mata malas meladeni satya.


"Bina... ".


"Iya kenapa satya? ".


"Tugas punya kamu udah selesai belum".


"Belum dikit lagi, bina keburu laper jadi makan dulu deh" ucapnya dengan cengiran khasnya.


"Nanti satya liat boleh? " ucap satya dengan lembut membuat riko ingin muntah mendengarnya sementara gani cuek cuek saja.


"Nyontek maksudnya" celetuk dina.


Satya mendengus mendengar ucapan dina, sedangkan dina masa bodo.


"Udah pesen makan sono loe sat, jangan bahas pelajaran kalo didepan makanan" sela riko.


"Emang kenapa riko? " tanah bina yang penasaran.


"Gak bikin kenyang bin" jawab gani terkekeh, yang di ikuti kekehan oleh riko juga, bina memanyunkan bibirnya sebal.


"Kalo itu aku juga tahu" sebal bina.


🍂🍂🍂🍂

__ADS_1


"Tuhhh pangeran loe udah nungguin" ucap dina memberitahu bina dengan dagunya.


Bina menengok ke arah pintu, terlihat gani dengan kedua sahabatnya sedang berdiri di depan pintu sambil bercanda.


"Bina kan gak janjian sama gani din, ".


"Ya udah samperin dulu aja".


Bina dan Dina beranjak dari tempat duduk nya.


"Udah mau pulang yang? " tanya gani.


"Iya gani, gani mau pulang juga? ".


"Nggak kita bertiga mau nginep disini bin" ucap satya.


"Lohh emangnya ada acara camping disekolahan kita din" tanya bina dengan polosnya.


Dina menggeleng "Si satya loe dengerin din, udah ah gue duluan yah udah ada si gani ini kan. bye" ucap dina berpamitan.


"Udah yuk kita pulang" ajak gani dengan menarik tangan bina. di ikuti oleh kedua sahabatnya .


🍂🍂🍂🍂


Di parkiran gani berpisah dengan Riko dan Satya, ia kini sudah duduk di dalam mobilnya dengan bina disampingnya. ya pagi tadi gani lebih memilih membawa mobilnya karena cuaca tadi pagi yang nampak mendung.


"Mau jalan jalan dulu gak yang".


"Kemana".


"Kemana yah".


"Ko gani malah nanya balik".


Gani menggaruk kepalanya yang tidak gatal "Habis aku bingung mau ngajak kemana".


"Yaudah kalo bingung kita pulang aja".


"Jangan dong yang, aku kan masih kangen sama kamu. seminggu kemarin kan kita gak ketemu kamu sibuk liburan" sindir gani.


Dasar bina yang tidak peka disindir tapi dia tidak merasa kesindir.


"Gani kenapa gak ikut liburan kemarin? ".


"Aku kan belum jadi keluarga kamu sayang, gak enaklah kalo ikut quality time keluarga kamu".


"Kan kata mamah sama papah gani itu udah dianggap kaya anak sendiri, berarti gani keluarganya aku dong".


Gani tersenyum mendengar ucapan bina, ya memang benar mamah dan papah bina sering berkata kalo mereka sudah menganggap gani seperti anak mereka sendiri. tapi tetap saja kan gani malu kalo sampai harus ikut liburan seperti kemarin dengan keluarga bina, ya karena status mereka yang belum terlalu kuat itu.


"Yaudah lain kali aku jamin deh kalo setiap kamu liburan sama mamah dan papah aku pasti ikut".


"Beneran gani? " ucap bina antusias.


Gani mengganguk "Iya bin".


"Wahhh asyik dong, kalo gitu nanti bina juga mau ajak dina deh" ceplosnya.


Sementara gani hanya menggeleng gelengkan kepalanya, selalu saja dina diikut sertakan. memang yah mereka sahabat sehati mungkin udah kaya kembar aja gak bisa dipisahin.


Next....


Holla Readers kesayangan nya Author..


Author cuma mau ngingetin aja Like, Comment dan Vote dari para Readers sama dengan kebahagian nya author loh wkwk


Follow aku juga yah, klik profil ku terus klik ikuti/follow deh ❤️❤️ yang mau say hello sama Author boleh masuk GC yah. nanti kita bisa say hello disana..


Terimakasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2