
Jam menunjukkan pukul 5 sore.. bina sedang menikmati waktu santai nya dengan menonton drama kesukaan nya..
tok tok tok
"Masuk".
"Ade sepupu gue yang cantik lagi nyantai aja nih,".
"Kirain ga jadi maen kesini".
"Jadi dong, di rumah juga bt gue, papah sama mamah lagi keluar kota jadi gue mutusin buat mamingan di rumah loe".
Bina yang sedang tiduran langsung duduk mendengar kata mamingan.
"Lah iya sekarang hari sabtu ya bang, ".
"Loe ga ada acara gitu de, si gani gak ngajakin jalan gitu? ".
Bina menggeleng "mungkin gani sibuk".
Daffa manggut-manggut "udahlah loe ga usah sedih, kan ada gue ini".
"Ehh di bawah ada berisik apa sih bang" kata bina mendengar suara berisik.
Daffa mengangkat bahunya "keluar aja kalo loe penasaran de, dari pada ngerem mulu dikamar betelur kaga".
Bina berjalan keluar tanpa menyahut ucapan sepupunya itu.
Begitu sampai di lantai bawah ia tidak menemukan siapa siapa tapi di halaman belakang rumahnya terasa berisik dan ramai, bina memutuskan untuk melihatnya.
"Eh tuan Putri kita sudah turun ternyata" ucap Dina yang menyadari sahabatnya datang, membuat yang lainnya menengok pada bina.
"Sini sayang, " ajak sang mamah.
"Ini ada apaan mah, ko rame banget? ".
"Kita mau barbequean" ucap daffa yang sudah berada di belakang bina.
"Ko gaada yang ngasih tau aku sih" ucap bina cemberut.
"SURPRISE" ucap mereka kompak.
"Ahhhh gani" teriak girang bina saat melihat sang kekasih juga ada di rumahnya.
Gani tersenyum manis dan melambaikan tangan pada bina, menyuruh bina untuk mendekat.
"Gani kapan dateng" tanya bina yang sudah berdiri berhadapan dengan gani.
"Dari jam 4" jawab dina.
"Gani kenapa ga bilang kalo mau main kesini".
"Surprise bin" jawab riko.
Bina melirik riko, dan menatap gani lagi.
"Ihhh so sweet, sekarang kita mau ngapain gani? ".
"Mau barbequean bin" jawab sena.
Bina mendelik pada sena, dan menatap gani kembali.
"Jadi kita mau barbequean gani? ".
"Iya bina sayang" jawab satya.
Bina mendelik pada temannya satu satu kemudian menghentak hentakkan kakinya, "ihh aku tuh nanya sama gani kenapa kalian yang pada jawab sih" kesal bina dengan wajah cemberut nya yang lucu.
__ADS_1
Gani terkekeh melihat bina yang kesal sementara teman temannya sudah tertawa, bahagia rasanya untuk mereka jika membuat bina kesal.
"Gani juga kenapa ga jawab pertanyaan aku, kenapa harus mereka yang jawab, aku kan nanya sama gani, aku kesel tau dari tadi nanya yang jawab mereka melulu,".
Gani mengelus pipi bina "aku mau jawab sayang, tapi mereka udah duluan jawab".
"Harusnya gani lebih cepat dong jawabnya".
"Iya iya maafin aku ya, yaudah kita sekarang mulai acaranya aja" bina tidak menjawab ucapan gani dia masih cemberut.
"Udah ga usah kebanyakan drama loe de, gue udah laper nih".
Dina menarik tangan bina "loe tusukkin sosis bin".
"Ko aku? ".
"Terus loe maunya apa, mau manggang? ".
"Nggak mau".
"Bikin saos nya aja sini bin sama gue" ajak sena.
"Gamau sena" .
"Terus loe maunya apa maemunah".
Bina mencubit lengan dina "Sabrina bukan maemunah".
"Iss loe mah, yaudah buruan loe mau bagian mana" ucap dina sambil mengelus lengan nya.
"Aku mau tinggal makan aja" ucap bina sambil mengedip ngedipkan matanya membuat teman temannya menghela nafas.
"Aku bantuin nusukin sosis nya deh yang" kata gani.
Bina mengangguk malas "padahal aku pengennya tinggal makan aja, ".
Gani mengacak rambut bina "kerjasama yang biar cepet beres".
"Ini siapa sih yang ngajakin barbequean ".
"Tuhh abang kamu" tunjuk sang mamah pada daffa.
"Kenapa bang daffa manggil akunya gak pas waktu makan aja".
"Enak aja loe de, loe juga harus ikut bantuin lah".
"Ini ide siapa coba,ide bang daffa kan? ".
"Udah sayang, kamu tuh kalo ketemu sama abang kamu berantem mulu" lerai sang mamah.
"Nihh kamu kasih ke riko sama satya" ucap gani menyodorkan sosis yang sudah di tusuk untuk di panggang pada bina.
Bina mengangguk dan berjalan pada satya dan riko yang berada di bagian panggang memanggang.
"Gani sama yang lain lanjut dulu aja yah, tante mau kedalem dulu kaya nya papah bina udah pulang".
"Iya tante" jawab mereka serempak.
"Udah ada yang mateng belom sat".
"Nihhh" satya menyodorkan piring berisi sosis dan daging yang sudah mateng.
"Aku bawa ke sana yah" ucap bina dan satya mengangguk.
Mereka bertujuh menyelesaikan tugasnya masing masing, setelah makanan dan minuman sudah siap mereka menggelar tikar dan bersiap makan bersama di tambah oleh kedua orangtua bina.. mereka menghabiskan malam minggu dengan makan bersama sambil mengobrol, hingga pukul 9 malam teman teman bina berpamitan untuk pulang.
"Mah pah, bina anterin temen temen bina kedepan dulu yah".
__ADS_1
"Iya sayang, ini biar mamah sama bibi aja yang beresin".
Bina mengangguk dan menyusul teman temannya kedepan.
♡♡♡♡♡
"Kalian hati hati ya".
"Iya bina".
"Abang awas sahabat aku jangan sampe lecet harus sampe di rumah dengan keadaan sehat walafiat".
"Iya bawel".
"Dina jangan mampir kemana mana lagi, kalo bang daffa sama sena ngajakin nongkrong kamu jangan mau".
"Tadinya kita mau ngajakin dina ke club bin" jawab sena asal.
Bina melototkan matanya pada sena.
"Hehe becanda bina" jawab sena yang di pelototi oleh bina.
"Udah deh, gue pamit ya bina sayang sampe ketemu disekolah" dina berpamitan dan memeluk bina sebelum masuk kedalam mobil daffa.. ya tadi dina di jemput oleh daffa dan sena ketika berangkat ke rumah bina.
"Bye" ucap sena daffa dan dina.
"Yaudah bin kita juga pamit ya, " ucap riko.
"Iya bin, makasih ya rumah loe nyaman jadi pengen sering sering maen gue" ucap satya cengengesan.
"Sama sama, makasih juga ya udah bawa makanan kesini, sering-sering maen ya kalian".
"Siap bin" ucap riko dan membawa satya lebih dulu untuk masuk kedalam mobil.
"Aku juga pulang ya sayang" ucap gani menggenggam tangan bina.
Bina tersenyum "gani hati hati ya dijalannya, bilang sama riko jangan ngebut ngebut bawa mobilnya".
"Iya nanti aku bilangin, kamu masik gih ke dalem" ucap gani mengelus pucuk kepala bina.
"Iya nunggu gani naik mobil dulu".
Gani mendekatkan dirinya pada bina, kemudian berbisik "besok aku jemput jam 8 pagi".
"Mau kemana? ".
"Liat besok aja".
Bina hanya tersenyum.
"Yaudah aku pamit ya,".
Cup
Gani mengecup kening bina sebelum masuk kedalam mobil, bina tersipu untuk yang kedua kalinya gani mencium keningnya.
"Bye bina" ucap satya dan riko.
"Bye sayang" ucap gani dengan melambaikan tangan nya.
Bina membalas lambaian tangan mereka "Hati hati".
Mobil Riko pun meninggalkan rumah bina.
"Ya ampun gani cium kening aku" ucap bina yang masih tersipu malu.
"Mamah sama papah liat ga ya? " ucap bina was was kemudian.
__ADS_1
Bina pun masuk kedalam rumahnya menantikan hari minggu esok.
Next....