SWEET BAD BOY

SWEET BAD BOY
JADIAN?


__ADS_3

Bina sudah kembali ke kelasnya bersama dina.. saat ini ia tengah mengikuti pelajaran terakhir.


"Sssttt bina" bisik daffa.


Bina menoleh pada daffa dengan alis diangkat satu.


"Pulang sekolah loe mau jalan sama gani" bisik daffa lagi.


"Iya" bina balas berbisik.


Daffa manggut manggut.


"Si daffa nanyain apa bin? " tanya dina yang duduk di sebelah bina.


"Nanyain pulang aku jalan sama gani".


"Mau ngapain nanya gitu si daffa" .


"Bang daffa kan kepo" ucap bina cuek.


Memang tadi saat bina dan dina dikantin daffa juga berada dikantin, tapi ia tidak ikut satu meja.. selain itu ia juga menyaksikan tontonan menarik marvin yang memberikan boba pada bina dan mendengar bahwa gani akan pulang bareng dengan bina.. ya tadi setelah gani berjanji akan membelikan boba yang banyak untuk bina, gani juga meminta bina untuk pulang bersama dirinya.. kenapa daffa menanyakan hal tersebut pada bina? alasannya satu ia kepo ia butuh bahan ghibah untuk di laporkan pada paman dan bibi nya!.


Bel sekolah pun sudah berbunyi dari 15 menit yang lalu..


Saat ini dina sedang bersama dengan bina di depan gerbang sekolah mereka.


"Mana si gani nya sih bin? ".


"Mungkin masih di kelas kali din, ".


"Biasanya juga kalo loe mau pulang bareng sama dia tu anak udah stand by di depan kelas".


Bina hanya mengangkat bahunya saja tanda ia pun tak tahu, tak lama gani datang bersama dengan satya dan riko .


"Sorry ya bin, kama nungguin kita lama" ucap satya dengan tak berdosanya.


pletak


"Apaan sih ko? " ucap satya sambil mengelus kepalanya yang di jitak oleh riko.


"Si bina nungguin si gani ogeb" omel riko.


Satya malah cengengesan mendengar omelan riko, dan gani hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kedua sahabatnya itu.


"Sama aja kali ko, kita keluarnya kan juga barengan".


"Kita beda kelas ogeb" balas riko.


"Berisik loe pada.. maaf ya bin, biasa kalo pelajaran terakhir gurunya suka lupa waktu".


"Tumben loe masuk kelas gan? " celetuk dina.


"Wahh si dina bisa ngomong juga ya," ucap riko.


"Loe kata gue bisu" ketus dina.


"Biasanya loe diem diem bae din".


"Males gue ikut nimbrung omongan loe yang ga ada faedah nya" ketus dina lagi.


"Sembarangan loe wati".

__ADS_1


"Nama gue Radina jauh kalo ke wati" ucap dina membalas ucapan satya.


"Nama loe kan sheryl" tambah riko terkekeh.


"Serah loe pada" putus dina dengan muka kesal sedangkan riko dan satya yang tadi menggoda malah terkekeh.


"Gue tadi mau bolos sama riko din, kalo loe mau tau.. tapi ketahuan sama pak Rahmat, dari pada suruh bersihin toilet mendingan gue masuk kelas meskipun tidur.. gue kan mau jalan sama bina, masa iya nanti baju gue bau keringet" jelas gani panjang lebar.


Sementara dina acuh tak acuh, "udah kan bin, si gani udah dateng sama dua jelangkung ini.. gue duluan bye" ucap dina yang langsung masuk ke dalam mobilnya yang memang sudah berada diluar gerbang sekolah.


"Dasar loe demit, enak aja gue di bilang jelangkung" teriak satya sewot.


"Tau loe, ganteng gini gue di bilang jelangkung untung loe cantik kalo kaga udah gue karungin" tambah riko.. namun teriakan mereka berdua seperti angin lalu karena dina sudah melenggang masuk kedalam mobilnya.


"Udah yuk bin kita tinggalin dua orang gila yang lagi teriak teriak ini" ajak gani menggandeng bina untuk balik ke parkiran mengambil motor gani.


"Sialan loe" umpat riko dan satya berbarengan dan ikut mengejar ke parkiran.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿


"Kenapa berhenti gan? " tanya bina saat gani menghentikan motornya di pinggir jalan.


Gani membuka helm nya dan menoleh pada bina yang duduk di jok belakang "tuh" tunjuk gani pada penjual minuman di pinggir jalan.


Bina menoleh ke arah yang ditunjuk oleh gani.


"Aku kan udah janji mau beliin boba sebanyak yang kamu mau, kita turun dulu yuk" ajak gani pada bina.


Bina turun dari motor gani.


"Kamu mau rasa apa bin? ".


Gani mengangguk dan langsung memesankan satu untuk bina dan satu untuk dirinya.


Gani dan bina sedang berdiri menunggu boba pesanannya jadi.


"Kamu mau aku langsung anterin pulang atau main dulu".


"Gani maunya gimana? ".


Gani terkekeh mendengar bina yang malah bertanya balik padanya, tentu saja gani maunya main dulu sebelum mengantar bina pulang.. gani sih maunya berduaan terus sama bina.


"Ok kalau kamu mau main, kita kencan lagi" bisik gani dengan diakhiri tawa kecilnya.


Bina merasa malu gani berbicara seperti itu seolah bina sedang memberinya kode untuk diajak main.


"Gak usah malu bin, kalo kamu malu tambah gemes akunya " ucap gani sambil mencubit pipi bina.. dan berhasil membuat bina tersipu.


"Ini mas jadi 30 ribu? " ucap si penjual memberikan pesenannya


"Oh, ini uang nya" gani memberikan uang 50 ribuan.


"Ini kembalian nya mas".


"Iya makasih mbak" ucap gani menerima kembaliannya.


Gani dan bina menaiki motornya kembali hingga sampai lah mereka ke sebuah danau yang tidak jauh dari sekolahan mereka.. gani membantu bina turun dari motor dan mengajaknya untuk duduk di rumput dekat danau.


"Aku kira tadi kamu ga bakal nerima kembalian dari si mbak yang jualan boba tadi gan" ucap bina tiba tiba yang sudah duduk.


"Kenapa emang bin? " tanya gani mengernyit heran.

__ADS_1


"Kan kalo di novel novel biasanya gitu, ambil aja kembaliannya kata si cowok kalo lagi bayarin cewek nya beli sesuatu".


Gani tertawa mendengar perkataan bina "lumayan bin 20 ribu buat isi bensin, " katanya masih dengan tertawa.


Bina jadi ikut ikutan tertawa "lumayan juga bisa buat beli 2 mangkok bakso di kantin sekolah" bina dan gani jadi tertawa hanya karena sedang membicarakan uang 20 ribu.. begitu receh ternyata humor mereka.


"Kamu sendiri, ga ada niat buat gantiin uang aku gitu beli boba ini" ucap gani sambil mengangkat boba di tangannya.


Bina menggeleng "engga lah, ngapain juga.. kan emang harusnya cowok kalo ngajak cewek jalan itu nelaktir, apalagi tadi boba aku kamu kasihin ke dina" ucap dina cemberut mengingat kejadian di kantin tadi.


Gani langsung ingat tujuan nya mengajak bina pulang bareng.


"Bin".


"iya".


"Mungkin aku bukan cowok yang baik, aku sering bolos, tawuran dan yahh hobby bolak balik BK.. aku juga ga seperti marvin mantan kamu yang penuh prestasi banyak di puja puji sama guru dan siswa lain, " ucap gani sendu.


"Tapi aku bisa pastiin sesuatu, kalo aku bisa jadi menantu idaman buat kedua orangtua kamu" sambung gani dengan wajah serius.


Bina terkekeh mendengar ucapan gani, bagaimana bisa coba gani yang sering bolak balik BK dan dia sendiri yang mengatakan bahwa marvin lebih baik dari dirinya.. tapi begitu yakin bahwa dia sendiri akan jadi menantu idaman untuk orangtua bina.


"Aku serius bin" ucap gani yang melihat bina terkekeh.


"Habis gani lucu, ujung ujung nya naikin diri sendiri".


"Bin" ucap gani lagi, kini tatapan nya sangat lembut, gani meraih tangan bina dan menggenggam nya.


Bina terlonjak kaget saat gani menatap dan menggenggam tangannya dengan lembut, bina pun membalas tatapan gani.


"Kamu mau ga jadi pacar aku? ".


Bina kaget mendapat serangan tidak terduga dari gani..


"Aku gak maksa kamu ko bin, cuman aku ga bisa nerima penolakan" ucapnya lagi dengan putus asa namun seolah perintah.


Bina kembali terkekeh.. "kamu mah lucu gani, mana ada kaya gitu.. sama aja dong aku ga ada pilihan".


"Itu pilihan dari aku bin, kamu nerima aku sukarela atau kamu nerima aku dengan penuh Cinta".


"Gimana ya gani" bina terlihat berfikir.


"Kita bisa jalanin ini pelan pelan bin, " ucap gani mengeratkan genggamannya dan menatap bina dengan tulus.


Bina tersenyum dan mengangguk.


Gani langsung memeluk bina saat mendapat jawaban sesuai keinginannya meskipun itu hanya sebuah anggukan.


"Ihhh gani udah dong peluknya" ucap bina karena sudah 5 menit gani masih memeluk bina usai bina menganggukkan kepala nya.


"Aku seneng bin, akhirnya aku punya pacar".


Bina mengernyit mendengar perkataan gani.. seseneng itukah punya pacar kata bina dalam hati.


Ya gimana ga seneng, untuk Gani Bina wanita pertama yang mampu membuat ia benar benar jatuh Cinta akan kepolosan bina dan menjadikan bina pacar pertamanya.


Next....


Jangan lupa Like, comment dan Votr ya 😍😍


Terimakasih πŸ™

__ADS_1


__ADS_2