SWEET BAD BOY

SWEET BAD BOY
BOBA


__ADS_3

"Ehhh.." bina kaget melihat siapa yang menyodorkan minuman kepadanya.


"Nih buat kamu" kata orang tersebut menyodorkan minuman kepada bina.


Bina berbinar menerima sodoran minuman kesukaanya "waahhh makasih kak marvin, aku suka banget" katanya setelah menyedot minuman itu.


Marvin tersenyum "iya sama sama, tadi aku habis dari luar ngeliat ada yang jualan boba terus ke inget sama kamu bin, kamu suka banget Es chocomint yang ada boba nya".


Bina tersenyum manis "uwwuuu kak marvin terbaik deh" ucapnya dengan semangat sambil mengedip ngedipkan matanya membuat marvin terkekeh.


Dina yang baru kembali dengan 2 mangkok bakso ditangan nya langsung berdehem "Ehemm duh yang akur sama mantan" ledek nya.


"Isshhh dina, emang kenapa kalo akur? masa kita harus berantem, ya gak kak marvin? ".


Marvin mengangguk "iya, tapi ga baik juga akur kalo cuman pas di kasih boba doang" sindir marvin.


Dina terkekeh mendengarnya, sementara bina mengerucutkan bibirnya merasa tersindir.. ya memang setelah putus meskipun bina tidak membenci marvin tapi ia selalu menjaga jarak bila bertemu, bukan karena apa-apa mereka putus karena kesalah pahaman itulah yang menyebabkan Bina sedikit merasa canggung.


Waktu itu marvin tidak sengaja melihat daffa memeluk bina di depan rumahnya bina, saat marvin akan menjemput bina jalan jalan.. ia mengira bina berselingkuh dengan daffa, dari kesalah pahaman itu bina mencoba menjelaskan namun marvin yang sudah emosi tidak mau mendengarkan penjelasan bina, sampai satu minggu marvin dan bina tidak ada komunikasi.


Daffa yang mau ikut membantu menjelaskan malah kena semprot dari marvin dan hampir berkelahi juga, bina yang sudah sangat kesal karena marvin yang sedang di bakar rasa cemburu itu tidak mau mendengarkan penjelasan nya lagi akhirnya memutuskan untuk berpisah saja.. pikir bina baru pacaran 2 bulan aja ada salah paham sedikit gak mau di ajak bicara baik baik, jadi untuk apa di lanjutin, toh dia sendiri tidak berselingkuh dengan daffa. lagian mana bisa coba karena daffa sendiri kakak sepupunya.


Daffa merasa bersalah dengan berpisahnya bina dan marvin, apalagi melihat marvin yang masih menyayangi bina dan sering membujuk untuk balikan tapi bina malah seperti enggan, akhirnya daffa memutuskan turun tangan lagi dan menjelaskan pada marvin bahwa bina adalah adik sepupunya.. terlambat mungkin bagi marvin meskipun ia telah menyeseal hubungannya dengan bina tetap kandas.. ia itu karena kebodohannya yang terlalu cemburu buta hingga tidak mau tau kebenarannya.


"Tapi kak marvin ikhlas kan" ucap bina dengan sendu.


"Iya aku ikhlas, udah minum abisin ya" ucap nya sambil mengusap kepala bina dan di angguki oleh bina yang memberikan senyumannya.


"Terus gue gimana bin? "


"Dina beli aja kalo mau, kak marvin cuman beli buat aku doang.. ga enak dong masa aku nyuruh kak marvin buat beli lagi keluar".


"Ya ampun bina, ya ga usah minuman yang sama kaya loe juga, tadi kan loe udah janji mau pesenin minum buat gue.. udah sekarang loe beliin gue minum.. gue udah bawain bakso buat loe nih, ".


"Iya iya bawel" bina berdiri dari duduknya "kak marvin mau sekalian? "tanyanya.


"Gak usah bin, aku mau balik ke kelas.. duluan ya" ucap marvin dan berlalu keluar dari kantin setelah mengelus pipi bina sebelumnya..


Marvin selalu bersikap manis pada bina sebelum saat atau sudah putus pun tapi tetap saja bina belum mau diajak balikan lagi, gatau kenapa wkwk.


Bina hanya mengangguk..


"Udah sono aus nih gue, " usir dina yang di balas gerutuan oleh bina.


.


.


.


"Wahh ini sih parah gan, " ucap ical tiba tiba yang baru datang ke warung.


"Ngapa sih loe cal?" tanya satya.


"Tau heboh banget loe".


Sementara gani hanya menaikkan satu alisnya.. tanda bertanya.

__ADS_1


"Kaya nya si marvin kakak kelas kita bakal balikan lagi sama si bina" ucap ical menggebu gebu.


"Gak mungkin lah, orang si bina udah janji mau pacaran sama gue" celetuk yang lainnya sambil tertawa.


"Kemarin aja gue di senyumin sama bina, udah pasti dia jatuh Cinta sama gue" seloroh yang lain.


"Ehhh ogeb ngayal loe pada terlalu tinggi" cibir satya.


Sementara gani masih diam tapi tidak dengan hatinya yang terasa tidak nyaman.


"Ko loe bisa ngomong gitu cal? " tanya riko.


"Iya tadi gue lewat depan kantin, ga sengaja ngeliat si marvin ngasih minuman ke si bina terus si bina nya keliatan seneng banget" jelas ical.


"Ini sih fix saingan berat loe gan" ucap satya menepuk bahu gani.


"Loe mesti gerak cepat gan, kalo gak yang di bilang si ical beneran terjadi si marvin bakal ngajak balikan si bina" tambah riko.


Gani merasa panas di dadanya dan langsung berdiri meninggalkan teman temannya.. kemana lagi tujuan nya, selain kantin tempat bina berada.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


"Kak marvin masih inget aja ya bin minuman kesukaan loe? " ucap dina.


"Iya din, " kata bina menganggukan kepalanya sambil memasukkan bakso ke mulutnya.


"Masih punya perasaan gak bin sama dia".


"Dia? dia siapa? ".


"Yang tadi".


"Yang ngasih loe boba".


"Kak marvin? ".


"Iya siapa lagi yang ngasih loe boba selian kak marvin emang?" tanya dina yang sudah mulai kesal.


Bina diam seoalah sedang berpikir "ga ada sih, cuman kak marvin aja barusan mah".


"Terus loe kenapa malah nanya balik ke gue tadi".


"Nanya apa sih dina, orang dari tadi aku lagi makan".


Dina langsung menghentikan suapan nya ia sudah mulai terpancing emosi "heran gue, kalo nanya sama loe ga pernah langsung dijawab selalu berbelit-belit " ucap nya dan langsung menyendokkan bakso kemulutnya dengan kasar.


Bina yang melihat itu bergedik ngeri "pelan pelan dong dina makannya, serem aku liatnya".


Dina memutar bola mata malas "jawab pertanyaan gue tadi bin".


"Pertanyaan yang mana sih dina".


Dina menghela nafasnya "bina sayang tadi gue nanya sama loe, loe masih punya perasaan ga sama kak marvin.. perasaan Cinta, sayang suka atau apalah" ucap dina dengan tersenyum yang dipaksakan.


"Aku gatau din" jawab bina yang langsung membuat senyum di bibir dina luntur seketika.


"Ujung ujungnya jawab gatau doang" cibir dina.

__ADS_1


"Emang kenapa sih din".


"Ga apa apa, cuman nanya aja gue".


Bina hanya manggut manggut.


Ketika bina akan meminum minumannya, seseorang lebih dulu mengambil minuman di tangan bina.


"Ehhh itu minuman ak.... " ucap bina terhenti.


"Gani? " ucapnya terkejut.


Gani menaikkan satu alisnya sambil menatap tajam pada bina.


"Minuman aku gani, aku mau minum.. gani kalo mau beli aja sendiri".


"Dapet dari mana? " tanya gani masih menatap bina.


"Apanya? ".


"Minuman ini".


"Oh tadi di beliin kak marvin" ucap bina dengan polosnya sementara dina menelan baksonya dengan susah payah ia tahu bahwa gani sedang mode cemburu pada sahabatnya itu.


"Minum punya gue dulu aja bin" ucap dina berbisik.


"Kenapa emangnya din? " tanya bina heran.


"Bina" ucap gani tiba tiba, membuat bina yang sedang berbisik pada dina menoleh padanya.


"Aku udah bilang, aku gak suka kamu deket sama cowok lain termasuk nerima minuman kaya gini".


"Gani, yang ngasih minuman itu kak marvin".


"Apalagi mantan kamu bina" tegas gani.


"Emang kenapa? kan kak marvin ga naruh racun di minumannya".


"Tapi dia nambahin harapan dan Cinta di dalamnya " ucap gani datar.


"Masa sih? " tanya bina "ko ga keliatan" ucapnya dengan polos.


Gani berdecak sementara dina menepuk keningnya.


"Terus itu gimana minumannya masih banyak".


"Buat dina aja, nanti kamu aku beliin yang baru" ucap gani dan menyodorkan boba kepada dina sementara bina mengerucutkan bibir saat dina tanpa dosa nya menyedot boba miliknya.


"Udah ga usah cemberut nanti aku beliin sebanyak yang kamu mau" ucap gani yang sudah menatap bina dengan lembut.


Bina masih mengerucutkan bibirnya ada rasa kesal juga pada gani yang saat ini terlihat posesif.. padahal pacar juga bukan pikir bina.


Gani sudah bertekad pulang sekolah nanti dia harus sudah mengikat bina di sisinya, ia tidak mau kalo sampai bina kembali pada marvin atau direbut oleh laki laki lain.


Next....


Jangan Lupa Like dan comment juga vote nya yah 😘

__ADS_1


dukungan dari kalian bikin aku tambah semangat nulisnya 😍


Terimakasih πŸ™


__ADS_2