SWEET BAD BOY

SWEET BAD BOY
MENARIK


__ADS_3

"Ga mesti pelukkan juga kan" kesal gani menatap tajam daffa yang belum melepaskan pelukannya dari bina.


Satya terkekeh "si daffa emang suka lebay kalo menyangkut urusan si bina, soalnya bokap nyokap dia sering ngancem kalo sampe si bina kenapa-napa uang jajan dia bakal di potong.. makanya si daffa ke begitu, katanya juga bina itu cucu perempuan satu-satunya di keluarga mereka, makanya bina itu sangat dijaga dan di sayangi sama keluarga besar mereka.


"Udahlah masuk dulu aja gan, temuin tuh si bina dari pada loe penasaran " ucap riko.


Mereka bertiga pun masuk ke dalam kelas menghampiri tempat duduk bina.


"Ehemmmm".


Daffa yang mendengar deheman seseorang langsung melepaskan pelukannya, begitupun dengan bina dan dina yang langsung melirik sumber deheman tersebut.


Gani tersenyum pada Bina.. "Hai cantik".


Bina yang di sapa oleh gani membalas sapaan gani "Iya hai juga gani, ".


Daffa hanya melirik ke arah gani dan bina bergantian.. ia heran dari mana bina bisa mengenal gani anak yang terkenal bad boy di sekolah nya ini, yahh meskipun gani memang sangat tampan.


"Loe kenal sama mereka" bisik daffa di telinga bina.


Bina menepuk paha daffa "Ihh daffa geli tau, ga usah bisik-bisik,".


Daffa langsung melototkan matanya pada Bina.


"Loe tuh jangan keras-keras ngomongnya ****" daffa masih berbisik pada bina.


Gantian bina mencubit lengan daffa "DAFFA!! ga usah kasar yah ngomongnya sama aku, ga usah ngatain aku ****, nanti aku aduin kamu sama om dan tante, kalo mau kenalan sama gani tinggal bilang aja langsung sama orangnya".


Daffa menutup telinganya karena sakit mendengar teriakan bina, sementara Gani masih menatap dua orang di depannya ini.


Daffa yang merasa di perhatikan menoleh pada Gani dan tersenyum kikuk.. "Eh loe anak IPS kan? lagi pada ngapain disini?" tanya daffa kikuk.


"Dia temen gue daf" saut satya.


"Ga ada larangan juga kan,anak ips maen ke kelas ipa" sambung riko.


Daffa hanya manggut-manggut.


"Gue mau ketemu sama calon pacar gue,semalem kita udah janjian mau kangen kangenan" ucap gani dengan tak tau malunya .. membuat daffa dan dina melongo mendengarnya, riko dan satya terkekeh.. beda dengan bina yang menatap gani dengan tatapan tak terartikan.


"Iya kan BINA?" tanya gani pada bina.


Bina tersenyum kikuk "Iya gani semalem bilang gitu sih".


Daffa langsung melirik pada bina sambil menaik turunkan alisnya menggoda bina..


Bina yang tak mengerti kode dari daffa malah bertanya "Daffa kenapa? daffa cacingan?".


Gani tersenyum miring mendengar pertanyaan bina pada sepupunya itu.


Daffa berdecak kesal "Ckkk .. tau akh, udah ah gue mau balik ke tempat duduk gue".

__ADS_1


Sebelum melangkah daffa melirik pada gani "Jagain ade sepupu gue yang imut imut tapi rada lemot ini" yang di angguki gani.. kemudian daffa berjalan kembali ke tempat duduknya.


Gani beralih pada Bina.


"Nanti istirahat aku jemput kamu yah,kita ke kantin bareng" ucap Gani sambil tersenyum.


Bina hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju ,membuat Gani gemas sendiri , ia mengusap pucuk kepala bina dan berpamitan kembali ke kelasnya .. kelas? ah hanya alasan gani saja.. nyatanya ia malah berjalan ke Rooftop di ikuti oleh Riko .. sedangkan satya ia memilih berdiam di kelas, yah satya meskipun kadang nakal tapi dia juga jarang bolos, hanya di pelajaran tertentu saja dia bolos.. itulah mengapa diantara mereka bertiga hanya satya yang berhasil masuk kelas IPA.. bukan karena Gani Dan Riko bodoh, tau sendirikan kata Malas itu melekat pada Gani dan Riko.


Setelah kepergian daffa dari kelas Bina, teman-teman bina yang tadi memperhatikan interaksi Gani dan Bina langsung histeris apalagi ketika gani mengusap kepala bina, mereka sangat terkejut hingga hanya menggigit jari saja karena iri melihat momen barusan.


Bagaimana tidak seorang GANINDRA ANDRES HARISTMAN yang terkenal Bad Boy tapi memiliki wajah yang tampan ke bule bulean.. yang mereka tau Dingin dan kejam bisa begitu lembut pada Bina.. gadis cantik, imut, dan cerewet.. bahkan Rena saja yang pemenang Putri cantik di sekolah yang memiliki body seperi seorang model tetap saja tidak bisa merebut hati seorang Gani, meskipun memang benar Rena cantik karena pandai memakai make up tidak seperti Bina yang cantik alami..


Dina menatap Bina dengan tatapan menyelidik.


"Apasih dina? serem tau ngeliatinnya gitu banget".


"Loe ada yang mau dijelasin ga sama gue? " tanya dina sambil menaik turunkan alisnya.


"Apa ya? ".


"Ckk... soal gani yang katanya mau nemuin calon pacar yang dia kangenin" decak dina.


"Bina juga gatu din, semalem gani emang ngomong gitu di telepon".


"Jadi semalem gani nelepon loe,? terus dia ngomong apa aja".


"Semalem gani bi...... ".


Selamat pagi bu.


Obrolan Bina dan Dina pun terputus saat Ibu guru masuk ke dalam kelas.


"Loe harus jelasin ke gue sedetail-detail nya " ucap dina berbisik.


Bina mengangguk "Ok " sambil mengacungkan ibu jarinya.


.


.


.


"Dina ayok, ".


"Kemana bin? " Dina masih sibuk memainkan ponselnya.


"Ihh ya ke kantin lah, aku laper nih".


"Bentar bin, gue lagi bales chat dulu" dina masih mengetikkan sesuatu di ponselnya membuat Bina cemberut karena merasa diabaikan.


Daffa berjalan ke arah Bina, "Heh, Ade sepupu gue yang cantik dan imut-imut, pangeran loe nungguin tuh di depan kelas".

__ADS_1


Bina langsung menoleh pada pintu kelas, dilihatnya Gani yang sedang berdiri sambil tersenyum manis dan melambaikan tangan padanya.. Bina pun membalas senyuman gani.


"Senyam senyum mulu, sana keluar temuin.. gue mau ke kantin " ucap daffa dan berlalu keluar kelas terlebih dulu.


Bina menoleh pada dina.


"Din, ".


Dina yang masih memainkan ponselnya melirik sebentar pada bina "kenapa bin,? " kemudian dina melirik ke arah pintu.


"Oh gani udah jemput ya? yaudah duluan aja deh.. nanti gue nyusul, gue sekalian mau ke ruangan ekskul dulu, ini pelatih gue nge'WA suruh kumpul sebentar" jelas dina.


"Yaudah kalo gitu aku duluan ya, bye" pamit bina yang di angguki dina.


.


.


.


Bina dan Gani jalan bersama menuju kantin, pemandangan itu pun tak luput dari sorotan mata para siswa-siswi yang mereka lewati.


"Gani mau ke kantin tengah atau belakang? " tanya bina.


"Kamu maunya makan dimana".


"Kalo bina sih di mana aja, asalkan enak dan murah, kalo bisa gratis hihi" jawab bina sambil tertawa kecil.


Gani tersenyum "Jadi kode nih? ".


"Maksudnya gani,? gani punya kode voucher makan? ".


Gani hanya menggelengkan kepalanya mendengar jawaban atau justru pertanyaan yang polos dari Bina.


"Kita makan di kantin tengah aja yah, nanti kapan-kapan aku ajak kamu makan di warungnya mang ahuy".


"Mang ahuy? ".


"Iya kantin belakang pemiliknya namanya mang ahuy".


Bina manggut-manggut "Ohh jadi si mamang yang di belakang namanya mang ahuy, bina baru tau.. soalnya bina belum pernah jajan disitu.. kata daffa dan dina yang makan disitu anak Badung semua".


"Oh ya? ".


"Iya, kaya Gani gini.. kan gani suka nya jajan di warung belakang sambil bolos kan? ".


Gani terkekeh mendengar perkataan bina "Iya aku Badung bin, Badung banget malah.. hobby nya bolos sama tawuran " jujur gani lirih yang tak terdengar oleh bina.


"Udah ah cepetan jalannya, bina laper" bina menarik tangan gani agar lebih cepat sampai kantin.. gani yang di tarik tangannya oleh bina hanya tersenyum, merasa senang bisa sedekat ini dengan seorang perempuan yang menurut nya menarik.


"*Ge*masnya" batin gani.

__ADS_1


Next....


__ADS_2