
"Heiii kalian makan disini juga".
Kompak mereka berlima menengok pada suara tersebut.
"Eh Loe berdua juga makan disini? " tanya balik satya.
"Iya gue sama andi makan disini, mau nyoba seafood disini katanya enak".
Satya manggut-manggut, sementara daffa dan sena sedang sibuk menggoda si mba pelayan yang sedang menata makanan pesanan mereka di meja. bina dan dina? mereka terlihat cuek cuek saja toh satya sudah menjawab sapaan dari Rio tadi.
Rio memperhatikan sesuatu kemudian dia berucap "Temen kalian dua lagi kemana? ".
Daffa menoleh "Oh si gani sama riko? mereka lagi di toilet".
Rio menganggukkan kepalanya, namun tak lama Gani dan Riko menghampiri mereka semua.
"Wahh ada tamu rupanya, mau pada makan juga kalian? " ucap Riko basa basi.
Rio tersenyum tipis "Iya rencananya kita mau makan disini" ucapnya sambil melirik bina yang sedang asyik memfoto makanannya bersama dina.
Gani melihat lirikan rio pada kekasihnya, "Yaudah mending kalian berdua cepet cari tempat, karena yang gue liat hampir semua meja udah ada yang nempatin" ucap gani santai tapi tidak dengan maksudnya.
"Iya kita juga udah mau makan, gak mungkin kan loe berdua mau diem ngeliatin aja" ucap riko tertawa kecil seolah itu sebuah candaan.
"Gimana kalo kita berdua gabung aja? " ucap andi yang dari tadi diam.
Gani dan Riko mengangkat satu alisnya kompak.
"Seperti yang kalian bilang hampir semua tempat udah ditempatin, dan itu tadi tempat inceran gue juga udah keburu ada yang nempatin" ucap andi menunjuk satu tempat di pojok.
Rio tersenyum senang mendengar temannya ini mau ikut angkat bicara, ia juga tahu bahwa andi sedang tertarik dengan seseorang.
"Gimana guys boleh kan gue sama andi gabung, loe semua tenang aja kalo masalah makanan biar gue nanti yang bayar kalo perlu kalian bisa nambah" ucap Rio tersenyum dengan gaya nya yang ramah.
"Ya kalo mau makan, makan aja deh. gue udah laper nih loe semua jangan debat mulu di depan makanan, pamali " ucap Daffa yang sedari tadi menahan lapar.
"Gani sini duduk deket aku" ucap bina tiba-tiba, rupanya dia sudah selesai memfoto makanannya.
Gani yang tadi masih menatap kesal pada dua tamu tidak diundang ini, langsung tersenyum senang saat bina memintanya duduk disebelahnya.
"Liat gani, aku foto Lobster ini terus aku Upload di IG ehh temen-temen dikelas ku pada komen bikin ngiler katanya, hihi" bina cekikikan menunjukkan ponselnya pada gani yang sudah duduk disebelahnya.
Gani mengusap lembut kepala bina, "Kamu ini usil banget sih" katanya sambil mencubit pipi bina membuat bina terkekeh.
"Gue boleh duduk disini? " tanya andi pada dina.
"Ehhh loe berdua mau gabung? " tanya dina kaget, pasalnya ia tidak mendengar percakapan para cowok tadi karena sibuk memfoto makanan bersama bina.
Andi tersenyum dan mengangguk.
"Oh yaudah duduk aja silahkan" ucap dina mempersilahkan.
__ADS_1
Jadilah malam ini Rio dan Andi duduk bergabung dengan Gani dan kawan kawannya di meja makan lesehan itu meskipun sebenarnya gani tidak suka dengan kehadiran 2 orang itu terutama pada cowok yang sedang menatap kekasihnya penuh kekaguman itu. mereka duduk melingkar dengan bina yang diapit oleh gani dan dina.
🍂🍂🍂🍂
Mereka sedang menikmati makanan mereka, saat bina akan mengambil lobster dengan sigap rio juga mengambil lobster yang akan diambil oleh bina. jadilah tangan mereka berdua bersentuhan.
Bina melirik pada rio, "Oh maaf aku mau ngambil ini rio, gatau kalo rio mau ngambil ini juga" ucap bina lalu kembali menarik tangannya.
"Gapapa ko buat kamu aja bin, sebentar aku sekalian ambilin dagingnya" rio segera mengambil daging lobster tersebut dan memberikannya pada bina.
"Nihhh" ucap rio menyodorkan piringnya yang berisi daging lobster.
Bina sebenarnya ingin mengambil daging lobster tersbut karena memang salah satu makanan favoritnya, cuman ia merasa tidak enak hati saat melihat gani menatap rio tajam.
"Ehh gausah rio, bina bisa ambil sendiri " bina menolaknya dengan halus.
"Santai aja bin, nih" ucap rio lagi.
"Udah buat gue aja kalo si bina gamau" sena mengambil daging lobster tersebut dan langsung memakannya tanpa rasa malu, sena memang duduk bersebelahan dengan rio.
Riko menyunggingkan bibirnya melihat itu, memang enak mau niat cari perhatian bina malah di gagalin oleh ketua kelas bina yang gesrek itu. rio sendiri kesal melihatnya namun sebisa mungkin ia tahan kekesalannya.
"Dasar loe maruk" cibir dafa.
"Heh gue makan karena si bina kaga mau, dari pada mubajir kan? " jawab sena.
"Seengaknya loe bagi dong sama gue, jangan loe masukkin ke mulut semua".
"Loe berdua ribut mulu kalo makan, noh liat si dina kalo makan itu anteung" ucap satya menunjuk dina.
"Ngapain loe bawa bawa gue" ketus dina.
"Kalo si dina bukan anteung namanya, emang dasarnya dia laper plus doyan makan aja" ledek daffa.
"Eh mau ngajak gue ribut loe daf" sewot dina melempar sendoknya pada daffa
Daffa meringis saat tangannya kena lemparan sendok dina "Dasar loe cewek barbar emang" cibir dafa.
Uhuuk uhuukk
Bina yang tiba-tiba batuk mengalihkan pertengkaran daffa dan dina juga semua orang.
Gani yang ada disebelahnya segera memberikan air minum untuk bina sembari mengelus elus punggungnya.
"Pelan pelan dong sayang" ucap gani lembut.
Rio yang melihat itu melirik tidak suka, ia bertekad untuk bisa mendapatkan bina. entah kenapa rio begitu tertarik pada bina saat melihat bina pada pandangan pertama. bukan di tepi pantai, tapi pada saat bina sedang berada di lobby hotel.
Ya saat bina sedang berada di lobby hotel waktu hari dimana kedatangan mereka di pantai ini, rio yang memang juga sama sedang berada di lobby hotel sudah memperhatikan bina. ia tertarik dengan senyuman bina dan wajah cantik dan manis bina, hanya saja waktu itu ia tidak tahu bahwa bina sudah memiliki kekasih. namun setelah bertemu dengan bina lagi dipantai dan mengetahui bahwa gadis incarannya itu sudah memiliki kekasih bukannya menjauh ia malah berusaha ingin merebut bina.
Dia cantik senyumnya juga, kenapa mirip sekali gumam Rio dalam hati masih menatap bina.
__ADS_1
🍂🍂🍂🍂
"Kalian disini sampai kapan" ucap rio setelah mereka semua selesai makan.
"Mungkin 3 hari lagi kita disini, lagian masuk sekolah juga masih lama" ucap Satya.
"Wahh sayang dong gue sama andi harus pulang duluan, padahal asyik kaya nya kita liburan bareng-bareng ".
"Emangnya loe berdua udah berapa lama liburan disini? " tanya dafa.
Rio melirik sebentar pada bina yang sedang memainkan ponselnya "Sama kaya kalian baru 2 hari".
"Baru sebentar dong kalo gitu? ko udah mau balik" tanya sena.
"Kita masih mau keliling buat ngabisin waktu liburan" kini andi yang menjawab.
"Wiiihh loe berdua suka traveller ya? " ucap dafa.
Rio dan Andi kompak mengangguk.
"Terus habis ini kalian mau kemana" satya gani bertanya.
"Labuan bajo" ucap Andi.
"Keren keren, tahun kemarin gue juga kesitu sama tuh anak dua" ucap satya menunjuk gani dan riko yang dari tadi hanya menyimak.
"Oh iya? kalian juga suka traveller dong?".
"Ngga terlalu juga sih, kalo lagi pengen aja" jawab satya.
"Terus kalo loe berdua gimana? " tanya andi merujuk sena dan daffa.
"Kalo mereka sukanya makan" ceplos dina yang juga menyimak obrolan mereka.
Daffa dan Sena kompak mendengus, daffa yang berniat membalas dina dengan melempar tissu pada dina malah mengenai Andi yang dengan sigap melindungi dina.
Jadilah si dina dan andi ini saling tatap tatapan sebentar. namun dengan cepat dina melengoskan tatapannya pada daffa.
"Rese loe daffa" kesal dina.
Makan malam berakhir dengan mereka yang kembali ke kamar nya masing-masing.
🍂🍂🍂🍂
Pagi Hari bina terbangun lebih dulu, niatnya ia ingin berjemur di pantai, ralat bukan berjemur tapi berselfie ria wkwk.
Bina sedang mengambil beberapa pose selfie, saat ia akan kembali bersiap megambil gambar dirinya lagi, seseorang menepuk bahunya dari belakang.
Next.....
Hai Readers sebenarnya aku udah Up dari hari sabtu loh untuk Episode sebelumnya.. tapi tahap Review dari MT nya sendiri yang lama. so, mohon bersabar ya 🙏 dan jangan lupa tinggalkan jejak Readers di mulai dari Like, Comment dan Votenya 😘😘
__ADS_1
Salam sayang dari Author ❤️❤️