SWEET BAD BOY

SWEET BAD BOY
REWARD


__ADS_3

"Kenapa pada diem disini, ayo maju dong kok pada ngalangin jalan" ucap bina pada dina, sena dan daffa yang malah berdiri di depan pintu.


Bina kemudian melirik pada orang orang yang berada dalam ruangan tersebut.


Degggg....


Pemandangan menyakitkan yang ia lihat saat pertama kali melihat sang kekasih sudah bangun dari masa kritisnya..


Satya yang sadar arah pandangan teman-teman nya itu buru-buru mencairkan suasana yang mungkin sedikit salah paham.


"Ehh loe pada malah bengong disitu ayok masuk, jadi nengokin si gani gak nih? ".


"Ohhh iya" ucap sena yang sedikit merasa awkward dengan suasana ini.


"Bin ayo.. " ajak dina pada bina yang masih menatap sang kekasih.


Bina sebisa mungkin menutupi perasaannya, entahlah bina harus berkata apa sekarang disatu sisi ia senang karena melihat gani yang sudah bangun tapi disisi lain ia juga merasa sakit dan sedih.


"Sayang.... " sapa gani yang melihat sang kekasih hanya diam saja.


Ucapan gani berhasil membuat seseorang yang sedari tadi duduk di dekatnya mengalihkan matanya.


Bina yang mendengar sang kekasih memanggilnya sayang tidak bisa menahan lagi air mata yang sudah menganak sungai sejak tadi.


Bina langsung berjalan cepat menghampiri gani yang sedang berbaring setengah duduk itu.


Greppp


Bina memeluk gani, menenggelamkan wajahnya pada dada sang kekasih dan ia mulai kembali menangis.


"Cup cup udah dong masa pacarnya aku jadi cengeng gini, biasanya juga bawel" ucap gani menenangkan sang kekasih yang untuk pertama kalinya ia lihat menangis seperti ini dan itu karena dirinya.


Bina mendongak menatap wajah gani "Gani nyebelin, masa bobonya lama banget. gani gatau kan kalo bina khawatir sama gani. bina gak bisa tidur nyenyak mikirin gani, bina takut gani ninggalin bina, bina gamau kalo.... " ucapnya tersendat dan kembali memeluk gani.


"Udah yah sayang, kan sekarang aku udah bangun.. aku itu jagoan ga mungkin jatuh gitu aja kenapa-napa" ucap gani sombong.


Bina dan yang berada di ruangan tersebut mencibir gani karena omongan nya yang sombong itu.


"Takabur banget loe" sewot satya


"Tau.. gak kenapa-napa gimana, gue sama satya di temenin cewek loe, bokap loe ampe calon mertua loe aja kesini nungguin loe bangun eh loe nya betah banget tidur nyenyak" kesal riko.


"Jangan lupa kan kita bertiga dong" ucap dina.


"Ah elah ribet loe, ya loe bertiga juga nungguin" dengus riko.


"Iya giliran bangun loe malah lagi suap-suapan sama cewek lain, gue pikir loe lupa ingatan " celetuk daffa dengan nada sinisnya membuat gani menatap daffa.


Bina yang berada di pelukan gani merenggangkan pelukannya, gani yang merasa bina merenggangkan pelukannya pun beralih menatap sang kekasih.


"Yang... ".

__ADS_1


Bina diam saja dan menunduk saat gani memanggilnya, gani bodoh baru menyadari kenapa tadi bina tidak langsung menghampiri nya ketika masuk. ternyata ini jawabannya.


"Sayang, kenalin ini namanya Cecil dia teman kecilku".


"Hai aku Cecil" ucap cecil mengulurkan tangannya pada bina.


"Sabrina, kamu bisa panggil aku bina aja sama kaya yang lain" ucap bina menyambut tangan cecil.


"Cecil baru pindah dari Surabaya yang, waktu mau masuk SMP dia pindah ke Surabaya dan sekarang balik lagi ke Jakarta" jelas gani.


Bina menganggukan kepalanya dan tersenyum manis pada Gani dan Cecil.


🍂🍂🍂🍂🍂


Sudah 2 jam lamanya mereka mengobrol bersama dengan cecil yang sedari tadi terus menimbrung dalam obrolan gani dan bina seperti enggan menjauh.


Daffa yang melihat itu hanya bisa mendengus, entah kenapa ia tidak suka melihat cewek yang katanya teman kecil gani ada diantara gani dan adik sepupunya.


"Loe kenapa sih daf? " tanya sena yang heran melihat tingkah daffa.


Daffa hanya menggedikan bahunya saja "Din, loe mau balik sekarang gak? " tanya daffa pada dina yang berhasil membuat semua orang menatapnya tapi dasar si Daffa dia lebih memilih acuh saja.


"Oh iya udah jam 5 sore, loe mau balik sekarang daf? " tanya balik dina.


"Iya gue balik, loe sen mau bareng gak? ".


"Bareng lah gue kalo diajakin" ucap sena.


"De yuk balik... " ajak daffa pada bina yang masih anteung duduk dekat gani.


"Iya loe diem aja disini jangan dulu balik sebelum lalatnya pergi" ucap daffa sambil melirik ke arah cecil.


Cecil yang merasa dilirik oleh daffa hanya mengernyitkan keningnya bingung, kenapa dengan cowok itu kok sensi banget sama aku? gumam cecil dalam hati.


"Emangnya disini banyak lalat bang? " tanya bina polos.


Gani yang melihat daffa akan menjawab ucapan bina cepat-cepat memotongnyya, "Gak ada sayang, si daffa emang suka becanda".


"Dah ah males gue, abang pulang duluan bin. bae bae jagain pacar kamu jangan sampe di hinggapi lalat" sarkas daffa lalu keluar ruangan.


"Ngapa tuh anak, kesambet kali yah ketus banget kaya cewek lagi PMS aja" ucap riko. bukannya riko tidak mengerti dengan maksud daffa tapi riko sengaja bicara seperti itu agar cecil tidak merasa tersinggung.


"Yaudah semuanya gue pamit yah, cepet sembuh gan biar bisa ngebucin lagi disekolah sama si bina" ledek sena.


"Bina sayang gue balik duluan yah, gan cepet sembuh biar cepet masuk sekolah".


"Iya thanks ya dina sena. thanks juga buat si daffa yang rese itu tolong bilangin yah".


🍂🍂🍂🍂🍂


Kini tinggalah Gani, Bina dan Cecil di ruangan rawat gani tersebut. jam 6 tadi Riko dan Satya pamit untuk pulang dulu dan nanti akan balik lagi.

__ADS_1


Kriiettt....


Pintu kmar mandi terbuka terlihat gadis cantik yang sudah terlihat sedikit segar meski masih menggunakan baju seragamnya.


Gani tersenyum menatap sang kekasih yang selalu cantik dan imut itu.


Cecil yang sejak tadi bermain HP ikut mengalihkan pandangannya pada sosok cewek cantik kekasih teman masa kecilnya itu. yah cecil akui Bina memang sangat cantik dan manis dengan postur tubuh yang mungil membuat ia terlihat mungil dan menggemaskan wajar saja jika gani menyukai nya bahkan bucin seperti yang teman-teman gani katakan.


"Cantik ya cil" ucap gani yang menggoda temnanya itu, saat gani juga melihat cecil sedang memperhatikan bina.


Cecil tersenyum tipis entahlah ada sedikit rasa tidak suka saat mendengar gani dengan terang-terangan menanyakan bina cantik. bukan menanyakan mungkin lebih tepatnya menyatakan.


"Pinter ya kamu gan cari pacar" goda cecil balik.


Gani terkekeh mendengar ucapan cecil "Bukan karena cantik cil, tapi karena nyaman gue kalo deket sama dia.. urusan cantik dan yang lainnya gue anggap itu bonus buat gue".


Cecil hanya mendengus mendengar ucapan gani.


"Si papah gak angkat telepon aku gani" bina menghampiri ranjang gani. sejak tadi mungkin bina tidak mendengar ucapan gni dan cecil karena fokus pada HP nya setelah keluar dari kamar mandi.


"Yaudah nginep disini aja yah kalo ga ada yang jemput" ucap gani santai.


"Gak mau, masa nanti bina sekolah pake baju ini lagi kan bau" ucapnya cemberut.


Gani mengendus baju bina "Iya bau" ucapnya kemudian.


Gina mencubit tangan gani.


"Awwss aduh sakit yang" rengek gani.


"Ya ampun bina lupa kalo gani itu pasien yang lagi sakit, maaf yah" ucap nya menyesal.


"Tapi habis gani nyebelin sih" ucap bina lagi dengan cemberut.


Cuppp


Bina melongo mendapat kecupan singkat di bibirnya, apalagi ada cecil diruangan ini.


Bukannya merasa bersalah gani malah tersenyum jahil.


"Gani ihh gak boleh cium cium aku yah, ".


"Gak apa-apa dong sayang, anggap aja itu Reward buat aku karena udah bangun dari kritis ku" ucap gani dengan polosnya.


Bina diam sebentar kemudian mengangguk "Awas ya sekali ini aja, lain kali gak boleh lagi" ancam bina.


"Loh ga bisa gitu dong yang" protes gani.


Cecil yang melihat pemandangan seperti itu merasa ngilu didadanya.. tidak menyangka saja cowok yang dia suka sejak kecil malah berani mencium wanita lain dihadapannya pula lagi.


"Gani.... "

__ADS_1


Ucap seseorang membuat gani dan bina yang sedang bercanda menoleh bersamaan.


Next....


__ADS_2