SWEET BAD BOY

SWEET BAD BOY
MAKAN


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi, Gani bina dan juga yang lainnya sudah bersiap siap untuk menikmati liburan hari kedua nya.


Kini mereka sudah berada di spot untuk melakukan snorkeling, bina yang memang tidak pandai berenang memilih untuk memakai pelampung berbeda dengan dina yang memang mahir berenang.


"Din, aku takut nih. pokonya kalo aku samapi tenggelam kamu harus buru-buru nolongin aku ya din".


"Ya ampun bina, ini tuh ga dalem cuman 2 meteran doang tuh liat" dina memperaktekan dirinya tenggelam dan muncul kembali ke permukaan sementara bina sendiri masih diatas perahu yang membawa mereka ke spot untuk snorkeling.


"Itu kan kata kamu din".


"Disini juga rame-rame sama yang lain bina, si gani juga pasti gak bakal biarin loe kenapa-napa, udah buruan turun atau gue tinggal nih".


"Ihhh dina, iya iya sebentar aku takut nih".


Gani yang memang belum turun karena tadi sedang mengobrol dengan riko bergerak cepat saat tahu bina akan turun ke air.


"Kamu mau ngapain yang? ".


"Gani, bina mau turun itu dina sama yang lain juga udah turun. tapi bina takut pas turun nanti tenggelam".


Gani tersenyum "Ngga bakal tenggelam yang, kamu juga kan udah pake pelampung".


"Yaudah sini yuk, biar aku tangkap kamu dari bawah" gani segera turun ke air.


"Emang nya aku ikan pake segala di tangkep" cemberut bina.


"Udah ayok sini".


Bina dengan sedikit ketakutan akhirnya bisa juga turun ke air, meskipun ia berpegangan pada gani. gani sendiri tidak keberatan malah ia senang artinya bina memang membutuhkan nya.


🍂🍂🍂🍂


"Wahhh gani ikan nya Bagus ya cantik cantik, " ucap bina senang saat sudah muncul di permukaan. ia baru pertama kali snorkeling.


Gani mengangguk "Makanya aku ngajakin kamu snorkeling biar kamu bisa liat ikan sama terumbu karang yang cantik-cantik".


"Guys udah 45 menit nih, kita balik yuk" ajak riko


"Iya gue juga udah laper lagi nih" ucap dafa.


"Makan aja pikiran loe daf" ucap dina.


"Lahh emang loe ga laper din? " tanya dafa balik, dina hanya mencibir saja.


"Yaudah kita balik" ajak gani kemudian.


🍂🍂🍂🍂


Baru sampai ditepian Gani sudah bertemu dengan seseorang yang tidak diinginkan.


"Hai Sabrina, Hai dina".


"Hai" singkat dina


Sementar bina yang juga disapa bingung harus berbuat apa, dia malah melirik gani yang membuang mukanya saat bina di sapa oleh Rio.


"Bin... " ulang Rio.


"Eh iya hai rio" jawab bina pada akhirnya, sementara gani masih membuang mukanya.


"Kita kita ga disapa nih yo" ucap Dafa dengan sok akrab nya.

__ADS_1


Rio tertawa "Hai juga bro ".


"Loe sendirian aja, mana temen loe yang kemarin" tanya satya.


"Oh andi, dia masih dikamar ngambil barangnya yang ketinggalan".


Satya manggut manggut saja, bingung juga dia mau ngomong apalagi.


"Kita mau makan dimana gan, mau tempat kemarin lagi? " tanya riko karena gani dari tadi diam saja.


"Wiiihh yang tempat semalem juga gapapa gan, makanannya juga enak ko semalem" ucap sena yang diangguki dafa. memang 2 orang ini kalo urusan makan paling cepet.


Gani mengangguk "Yaudah kesitu lagi aja, kita ganti baju dulu" ucap gani yang disetujui oleh yang lainnya.


"Yang ganti baju dulu, baru nanti makan" ucap gani pada bina.


Bina mengangguk "Ok gani, bye semua. yuk din" bina langsung beranjak pergi bersama dina.


Gani yang sudah melihat bina pergi pun ikut pergi ke kamarnya, di ikuti oleh teman temannya yang lain yang sebelumnya sudah berpamitan pada rio sebagai basa basi.


Riko yang paling terakhir beranjak pergi menghentikan langkahnya saat berdiri disebelah rio.


"Kalo loe baik baikin kita cuman buat narik perhatiannya bina, mending loe buang jauh jauh deh pikiran loe buat Bisa bikin bina suka sama loe. karena gue sebagai sahabatnya gani paling gak suka ngeliat apa yang jadi milik sahabat gue di usik apalagi sama orang asing" ucap riko dengan sengaja menyenggol bahu rio lalu berlalu pergi.


Rio yang mendengar peringatan dari riko hanya tersenyum sinis.


"Kita lihat aja nanti, gue bakal milikin Sabrina" gumamnya sembari menatap punggung riko yang mulai menjauh.


Riko dan Satya memang berteman dari kecil dengan Gani, riko lebih peka dengan gani bukan berarti satya tidak. tapi memang antara riko dan satya, riko lebih dewasa. jika ada sesuatu yang menyangkut gani satya menanggapinya dengan candaan khasnya tapi tidak dengan riko yang bisa bersikap serius, malah lebih serius dari pada gani sendiri.


🍂🍂🍂🍂


"Bin, ayok udah belum " teriak dina yang sedang memakai sepatunya sedangkan bina berada dikamar mandi.


"Ehh tunggu bin, " ucap dina menghentikan langkah bina yang akan membuka pintu.


"Ada apa lagi sih din, tadi katanya buru-buru ".


"Sini dulu, duduk dulu " dina menarik bina untuk duduk di kasur mereka.


"Dengerin gue ya Sabrina".


"Iya bina dengerin".


"Gue belum selesai ngomongnya".


"Ya udah kalo gitu selesaikan dong".


"Yaudah loe nya diem, jangan nyaut dulu"


"I... ".


Bina menghentikan ucapannya ketika dina memelototi nya.


"Bin, loe tahu kan kalo gani itu dari kemarin cemburu saat rio nyamperin loe? ".


"Dina, rio itu ga nyamperin bina. dia nyamperin kita semua ko".


Dina mendengus "Iya iya intinya disitu ada loe nya juga, gue tanya sekali lagi loe tahu kan gani cemburu? ".


Bina mengangguk "Kata gani sih gitu".

__ADS_1


Dina menjetikkan jarinya "Persis dugaan gue, cuman emang dasar loe nya aja yang gak peka".


Dina langsung kembali melanjutkan ucapannya saat dilihat bina akan membuka suara.


"Jadi initinya, kalo si Rio deketin loe atau nyamperin kita nanti. loe harus cuekin aja, loe ga boleh terlalu welcome sama dia pokonya sebisa mungkin loe ada di deket gue atau gani".


"Kalo di deket bang dafa boleh? ".


Dina menghela nafas "Iya bina, iya boleh dia abang loe terserah mau loe templokin juga".


"Kalo dket sama satya, sena, riko gimana? ".


Dina memijat keningnya "Iya nanti kita omongin lagi deh, gue jadi tambah laper ngomong sama loe" putus dina pada akhirnya.


"Buruan bin" teriak dina yang sudah berada di luar kamar.


"Sabar dong, tadi buru-buru terus tunggu-tunggu sekarang ngeburu-buru lagi" gumam bina sebal.


🍂🍂🍂🍂


"Nah nah ini tuan Putri sudah pada datang" celetuk sena.


Tadi memang bina dan dina memilih datang belakangan karena biasalah cewek kalo mandi dan dandan.


"Iya bidadarinya abang satya, dede bina yang gemes" goda satya pada temen sekelasnya itu.


Beruntung lah satya karena gani dan riko sedang ke toilet jika tidak sudah pasti gani dan riko akan menjitak kepalanya.


"Goda aja terus pacar sahabtnya juga" ketus dina.


Satya malah cengengesan "Bilang aja kalo neng dina juga mau abang satya godain" ucap satya sambil menaik turunkan alisnya.


"Terserah loe deh bang sat" cibir dina.


"Eh eh gak boleh gitu dong, gak boleh di singkat-singkat gitu manggilnya. ga enak banget didengernya udh kaya si dafa aja kalo manggil" omel satya


"Serah gue dong, mulut mulut gue" judes dina


"Dina dan bang Daffa memang sehati" celetuk bina sambil terkekeh.


"Iya kaya bina sama kakak sena yang tampan ini, cocok sekali seperti beauty and... "


"The beast" potong dafa yang baru datang setelah tadi menambah pesanannya pada pelayan.


Sena menoyor kepala dafa.


"Apa sih loe, emang bener kan di film kartun yang suka ditonton sama anak-anak cewek itu beauty and the beast".


"Sialan loe dafa" ucap sena dengan menjitaki kepala dafa jadilah mereka berdua saling jitak.


"Dasar bocah" cibir dina.


"Eh loe berdua kaya kucing sama tikus aja, malu maluin gue loe berdua" ucap satya memukul bahu sena dan dafa bergantian.


Bina hanya terkiikik geli melihat kelakuan sepupu dan ketua kelasnya itu, di tambah si satya yang malah ikut-ikutan baku hantam.


"Heiii kalian makan disini juga".


Kompak mereka berlima menengok pada suara tersebut.


Next....

__ADS_1


Sejauh ini aku belum bikin konflik nih, menurut Readers asyik gak nih kalo kita bikin konflik?


__ADS_2