SWEET BAD BOY

SWEET BAD BOY
MAMPIR MAKAN


__ADS_3

"Bin, kamu seriusan gak mau pulang bareng aku?" tanya dina saat mereka berdua sedang berjalan bersama menuju gerbang sekolah.


"Ngga usah din, tadi gani ngajakin pulang bareng".


"Pake mobil ?".


"Aku juga gak tahu".


"Bin, itu si gani sama riko dan satya kan? itu juga kenapa ada anak GALAXY " ucap Dina setelah mereka sampai di gerbang sekolah.


"Yuk kita samperin, takut Tawuran lagi mereka" ucap Dina lagi.


"GANI!!!" Teriak Bina.


Gani tersenyum mendengar teriakan gadis cantiknya. Bina segera menghampiri gani, sedangkan Dina masih memperhatikan laki-laki yang sedang menaiki motornya yang ia yakini bahwa itu murid dari SMA GALAXY tapi sepertinya Dina mengenal sosok itu.


"Tadi siapa ?".


"Yang mana ?" tanya gani balik.


"Itu yang barusan ngobrol sama gani".


"Siapa ya?" goda gani.


"Ihhh gani" bina mengerucutkan bibirnya.


Gani terkekeh "Bukan siapa-siapa yang.. yuk pulang".


"Din.. loe mau diem aja disitu gak balik?" tanya Satya.


"Enak aja.. bina gue juga balik yah" pamit Dina.


"Pamit sama gue juga dong din".


"Siapa loe? Bye !!" ketus Dina dan langsung pergi.


"Dasar loe judes, untung cantik".


"Jago Taekwondo lagi" timpal Riko.


"Lah apa hubungannya?" tanya Satya heran.


"Kan seksi cewek bisa bela diri" ucap Riko menaik turunkan alisnya.


"Biji mata loe seksi !! yang ada ngeri gue" ucap Satya bergedik ngeri.


"Udah yang...?" tanya gani pada bina yang sudah duduk di jok belakang.


"Udah gani".


"Balik gak loe berdua?".


"Balik lah gan".


"Yaudah gue duluan kalo gitu" ucap gani yang langsung melajukan motornya.


"Dasar temen gak ada akhlak loe ditungguin malah ninggalin" teriak Satya.


"Udah yuk jalan, kaya gatau si gani aja loe" ucap Riko.



Selama di atas motor Bina memeluk Gani, bukan karena Bina yang sengaja ingin melakukannya tapi karena akal-akalan dari Gani. Gani bilang "Kamu harus peluk aku ya bin, aku masih trauma dan takut jatuh dari motor kemarin. jadi biar aku gak ngerasa takut kamu harus peluk aku erat-erat" dan dengan polosnya bina mengangguki permintaan gani. Gani yang mendapat persetujuan dari Bina tidak menyia-nyiakan kesempatan.



"Mau makan dulu gak yang?".



"Nggak usah gani, nanti kita makan dirumah aku aja yah".



Gani mengangguk "Ok" gani juga merasa kangen dengan masakan mamah bina.



Sesampainya dirumah Bina, mereka langsung masuk setelah tadi pak satpam di rumah Bina membuka kan gerbangnya.



"Ayo masuk gani" ajak bina pada gani.



"Assalamualikum.. mamah bina pulang bawa gani nih" Teriak bina membuat gani menggeleng-gelengkan kepalanya.



"Waalaikumsalam.. bina ihh kebiasaan banget kalo pulang teriak-teriak " ucap sang mamah mendekat.



"Hehe bina pikir mamah lagi di dapur" ucapnya cengengesan.



Sang mamah hanya berdecak kemudian beralih pada gani "Duhh calon mantu tante udah sehat ?" tanya mamah bina.



"Alhamdulillah udah tante".



"Wihhh Udah ganteng lagi, mulus lagi deh mukanya" ucap mamah bina berbinar melihat luka diwajah gani yang sudah menghilang mungkin hanya terlihat samar sedikit lagi saja.



Gani tertawa kecil "Untung masih bule ya tan".



"Iya untung bulenya gak ilang" jawab mamah bina terkekeh.

__ADS_1



"Emang kemarin ilang kemana mah bulenya?" tanya bina yang mendengar obrolan mamah dan kekasihnya itu.



"Ya kan kemarin mukanya gani banyak biru-biru nya bin, bikin kebulean nya sedikit tertutupi" ceplos mamah Rina lagi.



"Ditutupin pake apa mah?".



Mamah bina menghela nafas "Yaudah yuk gan masuk dulu, kamu sama bina pasti belum pada makan siang kan" ucapnya mengalihkan pembicaraan.



"Ihhh mamah bina nanya belum dijawab juga" cemberut bina.



"Nanti.. mending sekarang kamu ganti baju terus makan bareng gani. kasian gani juga pasti udah laper".



"Yaudah kalo gitu bina ganti baju dulu, gani tunggu disini yah".



"Mau ikut".



"Ehh gak boleh" kaget bina.



Gani terkekeh melihat ekspresi bina "Bolehkan tan?" tanya gani sengaja ingin menggoda bina.



Mamah bina yang tahu maksud gani ikut menjawab "Iya silahkan aja kalo kamu mau".



"Ehh mamah gak boleh gitu, dosa tahu masa anak gadis mamah bawa cowok masuk ke kamarnya".



"Becanda bin" ucap gani lagi.



"Udah sana cepet ganti baju" sambung sang mamah



"Segini cukup gan?" tanya mamah bina.


Mamah bina meletakkan piring yang sudah diisi nasi pada gani, "Mau pake lauk apa gan?".


"Biar gani sendirir aja tan, gani jadi ga enak" ucap gani sedikit sungkan.


"Gapapa sama tante santai aja, kamu udah tante anggep anak sendiri".


"Terus bina dianggep anak siapa dong mah?" tanya bina tiba-tiba.


"Anak yang lewat".


"Ya anak mamah Nirina dan papah Handika lah, emang mau dianggep anak siapa lagi" sebal mamah rina.


Bina yang mendengar ucapan sang mamah terkekeh "Ya kan siapa tahu aja ada orang kaya yang mau ngangkat Bina jadi anaknya mah".


"Siapa? emang mamah dan papah kurang kaya ?".


"Bukan kurang tapi pelit".


"Enak aja, mamah sama papah itu gak pelit yah. cuman mengajarkan kamu supaya gak boros dan manja aja" elak mamah rina.


"Kalo kurang masih ada harta dari papahku kok bin" timpal gani.


"Bina gak mau diangkat anak sama papah gani".


"Kenapa? kan katanya mau diangkat anak sama orang kaya".


"Bina maunya diangkat jadi Menanatu kalo sama om William" ucapnya polos.


Membuat Gani yang sedang mengunyah makanannya tersedak. "Pelan-pelan gan" ucap mamah rina menyodorkan minum pada gani.


"Memang anak tante itu kalo ngomong suka ngagetin, padahal dia sendiri aja gak ngerti maksud omongannya sendiri" ucap mamah bina lagi.


Gani yang sudah merasa lega di tenggorokannya langsung menatap bina "Aku kesedak tadi loh yang denger omongan kamu".


"Kan tadi gani udah dikasih minum sama mamah " ucap bina dengan polosnya.


"Lanjut makan aja gan, nanti yang ada kamu gak mood kalo lanjutin ngobrol sama bina sambil makan" bisik mamah bina.


Gani masih menatap Bina yang nampak biasa-biasa saja setelah tadi mengucapkan kata yang membuat gani kaget sampe tersedak. gani kembali geleng-geleng kepala dengan tingkah kekasihnya itu.



"Baru pulang gan?".



"Papah ? papah udah pulang" gani menyalami tangan William.



William tersenyum dan merasa terenyuh mendapatkan perlakuan seperti itu dari gani, rasanya sudah lama sekali gani tak menyalami tangannya dan barusan tanpa ia duga gani melakukannya lagi.



"Iya, papah ada kerjaan dan harus balik lagi ke Jerman" ucap papah gani yang berat harus meninggalkan kembali gani yang padahal baru sembuh.

__ADS_1



Gani yang melihat sang papah merasa tak tega "Gapapa pah, gani biasa kok sendiri. nanti kalo ada apa-apa gani pasti hubungin papah, dan nanti gani telpon Riko dan Satya buat nginep disini".



"Kamu takut sendirian di rumah?"



Gani terkekeh mendengar ucapan sang papah "Ya ngga lah pah, biar rame aja".


"Atau gani bawa bina aja buat nginep disini" ucapnya lagi.



William menyentil telinga gani "Dasar yah kamu, awas kalo berani macem-macemin menantu papah".



"Kan sama mantu papah ini".



"Enak saja, kalian belum sah yah. jangan macem-macem gani!!" peringat sang papah.



"Becanda pah, lagian bina mana ngerti kalo gani mau serius macem-macemin juga" ucap gani pelan diujung kalimatnya.



William yang mendengar ucapan putranya malah terbahak "Iya Bina mana ngerti" timpalnya.



Gani mendengus melihat papahnya yang malah tertawa bahagia.



"Yaudah papah berangkat ya gan, kamu harus jaga kesehatan jangan dulu keluar malem" pesan sang papah.



"Iya pah, papah hati-hati dijalan. maaf gani gak bisa nganter ke Bandara".



Malam harinya saat gani sedang berada di dalam kamar Kedua sahabatnya datang dan langsung menerobos masuk ke dalam kamar gani sepertiĀ  biasanya.



"Woyy ... udah kaya anak perawan aja loe gan diem-diem bae dikamar" ledek satya.



Gani hanya acuh saja, masih asyik berbalas pesan dengan sang pujaan hati.



"Ckkk... balik lagi aja kita sat" riko angkat bicara.



"Elahh baperan banget sih loe pada" ucap gani meletakkan ponselnya diatas nakas.



"Bokap loe berapa lama di Jerman gan?".



"Tadi sore sih bilangnya semingguan".



"Dan seminggu itu juga kita mesti nginep dirumah loe gitu?".



"Terserah loe pada, gua gak maksa".



"Ya gue sih mau-mau aja asal seperti biasa ...." ucap satya menaik turunkan alisnya.



"MABAR SAMPE PAGI" teriak kompak ketiganya sambil tertawa.



Sekolah sudah nampak sepi para Murid sudah masuk ke dalam kelasnya masing-masing karena bel pelajaran sudah berbunyi dari 2 jam lalu. ketiga cowok tampan yang sedang mengendap-endap di pagar belakang sekolahan mereka pun nampak serius memperhatikan situasi disekitranya.


"Ekhmmmm".


Suara seseorang yang membuat ketiganya diam terpaku saat akan kembali melangkah.


"Telat lagi" ucapnya tegas dan dingin.


"Gak perlu saya jelaskan lagi kan, apa yang harus kalian lakukan ?".


Ketiganya mengangguk sambil menggaruk-garuk kepala mereka yang tak gatal.


"Good, silahkan mulai dari sekarang" ucap Pak Rahmat guru BP, guru langganan Gani, Satya dan Riko


Sementara dikelas Bina sedang berlangsung kegiatan belajar mengajar.


"Si Satya telat lagi bin, sudah dapat dipastikan cowok loe juga telat" ucap Dina serius.


Bina terkekeh "Sudah biasa din".


Dina mendengus "Punya pacar hobby telat aja bangga banget si nona ini". sedangkan yang disindir malah cengengesan.


Next.....

__ADS_1


Jangan lupa Like,Comment dan Vote nya Readers..


__ADS_2