
"Kenapa loe daf? ".
Daffa melirik sena sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Dari tadi loe ngeliatin si Cecil mulu.. naksir loe".
Daffa memukul kepala sena "Mana mau gue sama cabe gitu"
"Sakit ogeb".
"Kata siapa cecil cabe, jangan ngarang loe".
"Loe gak inget waktu d Rumah Sakit" .
"Ckkk.... mereka berdua kan teman kecil daf".
"Ehh loe gak pernah denger istilah pacar masa kecil".
Sena menggelengkan kepalanya.
"Waktu kecil gue lurus lurus aja daf, gak main Cinta cintaan".
"Emang dasar loe nya aja yang gak laku" ledek daffa.
"Dari pada loe naksir sama sepupu sendiri ".
Daffa kembali memukul kepala sena. begitupun sena yang ikut membalasnya.
Dulu ketika mereka kecil daffa dan sena sudah sering bermain bersama karena tempat tinggal mereka juga yang berdekatan begitupun dengan bina. bina yang memang cantik dan menggemaskan selalu mencuri perhatian siapapun termasuk saat ia masih kecil. yah kadang jika daffa sena dan bina bermain bersama banyak anak laki laki yang seumuran atau diatas mereka menggoda bina dengan mencubit pipinya. dan daffa lah yang akan selalu marah dan keberatan karena baginya bina hanya miliknya daffa sangat menyanyangi bina kecil. bahkan pernah meminta kepada uncle dan aunty nya untuk menikahi bina saat sudah besar nanti namun tentu saja permintaan itu di tolak karena mereka berdua kakak adik sepupu dan sejak dari situlah daffa di beri pemahaman bahwa bina tidak mungkin dapat ia nikahi saat sudah besar nanti.
"Itu karena gue masih bocah, mana mengerti gue yang baik dan benar" elak daffa.
"Haha syukur aja loe sekarang udah sadar kalo ngga, gue gak bisa bayangin loe rebutan si bina sama si gani" ucap sena tertawa.
Daffa langsung membekap sena yang sedang tertawa "Diem ogeb, malu maluin gue aja loe".
"Mau kemana de? " tanya daffa yang masih membekap sena saat melihat sepupunya berjalan hendak keluar kelas.
"Mau jajan dong, kan udah istirahat ".
Daffa melirik cecil yang mengikuti bina dari belakang.
"Iya sama cecil juga daf, ngapa naksir loe lirik lirik cecil" celetuk Dina yang melihat daffa memperhatikan cecil.
"Cieee Dina cemburu" ucap sena saat bekapan nya sudah di lepas oleh daffa.
"idiiiihh buat apa gue cemburu".
"Dah yuk bin, males gue lama-lama ngomong sama 2 anak ini".
Dina segera menarik tangan bina, dan cecil ikut di belakang mereka.
"Sen yok ke kantin".
"Dari tadi kek".
Daffa dan sena segera bangkit menyusul bina ke kantin.
__ADS_1
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Gan, kita gak ke kantin" tanya satya.
"Lahhh emang kita lagi dimana ini" jawab riko.
"Pura pura ogeb loe" kata satya lagi
"Nggak.. lagi males gue" cuek gani
"Loe udah males sama bina gan?" tanya anak anak yang sedang berada di warung.
"Ckk.. bukan sama si bina tapi sama yang ngintilin si bina" jawab satya.
"Si Dina? ".
"Bukan tapi anak baru itu" timpal salah seorang yang memang satu kelas dengan satya dan bina.
"Ohh anak baru itu, cantik gila dia" celetuk yang lainnya.
"Masih cantikan si bina" Jawab satya yang langsung di acungi jempol oleh yang lainnya sementara gani menyunggingkan bibirnya.
"Mungkin cecil cuman nyari temen aja, kan dia juga anak baru" ucap Riko.
Gani menatap riko "Kalo itu terserah dia, yang gue gak mau dia deketin Bina karena ada sesuatunya".
"Cecil gak kaya gitu gan" bela riko.
"Belain mulu loe rik, naksir ya loe" goda satya.
Riko menoyor satya "Dia teman kecil kita bertiga kalo loe lupa".
Riko menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan ucapan satya, sementara gani lebih memilih untuk memperhatikan tingkah riko.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Mau pesen apa bin? ".
"Kita makan bakso yuk".
"Ayok, loe pesen minum gue pesen bakso yah" ajak Dina dengan menggandeng tangan bina.
"Bentar dulu din" ucap bina menahan tangan Dina.
"Cecil kamu mau makan apa? ".
Cecil yang sejak tadi hanya diam mengikuti Bina dan Dina ikut angkat bicara saat di tanyai.
"Aku samain aja deh sama kalian".
Bina mengangguk dan kembali menggandeng Dina.
"Ehh si cecil gak ikut mesen" tanya Dina saat mereka berdua sudah berjalan ke stand bakso.
"Gapapa biar kita berdua aja, cecil suruh duduk aja nyari kursi yang kosong".
Saat sudah membawa pesenan nya bina dan Dina kaget melihat cecil yang masih berdiri di depan pintu masuk kantin.
__ADS_1
"Loe kok masih berdiri disitu, loe gak nyari kursi buat kita" ucap Dina dengan mata yang melirik sekitar kantin.
"Sorry, aku pikir kalian juga yang mau nyari kursi nya" ucap cecil merasa bersalah.
"Terus sekarang kita duduk dimana dong, udah pada penuh semua ini" kesal Dina.
Bina ikut melirik sekitar kantin yang memang sudah penuh.
"Kita makan di kelas aja kalo gitu" usul bina.
"kejauhan bina sayang kalo kita makan di kelas, yang ada baru juga mau nyuap tuh bakso udah keburu bel".
"Kalo di warung sana gimana? " usul cecil menunjuk warung belakang tiba-tiba. membuat Bina dan Dina melirik padanya.
"Boleh boleh yuk kesana aja, kita numpang makan bakso di warung nya manh ahuy" ajak bina juga.
"Emang boleh bin? " tanya Dina ragu.
"Boleh kok, nanti sekalian aku beli gorengan nya".
"Badan doang kecil, makan nya banyak" gumam dina sambil jalan mengikuti bina.
Warung mang ahuy atau warung belakang memang selalu ramai dengan kumpulan para siswa laki-laki.
"Yang.. " ucap gani melihat bina yang memasuki warung.
Bina tersenyum "Mang ahuy bina numpang makan bakso sama temen-temen yah, nanti bina borong gorengan nya".
"Ok neng.. sok mangga" jawab mang ahuy.
"Ngapain bin borong gorengan? ".
"Dina masa kita duduk disini gak jajan apa-apa" polos bina.
"Ya tapi gak usah di borong juga kali" gerutu Dina.
"Ah elah Dina biarin kali si bina mau borong juga" ucap satya.
"Itu sih maunya loe biar kebagian" ketus Dina yang dibalas cengiran satya.
"Enak banget kaya nya" ucap gani yang memang sudah duduk di sebelah bina.
Bina melirik pada gani "Enak di tambah laper juga" katanya dengan cengiran lucunya.
Gani mengusap kepala bina gemas "Lagi makan juga tetep cantik banget sih pacarnya aku".
Cecil hanya diam melihat kemesraan gani dan bina. sedikit hatinya kembali merasa sakit.
"Cil.." panggil riko.
Cecil melirik riko "Kenapa ko? ".
"Gimana hari pertama sekolah disini? ".
Cecil menganggukkan kepalanya "Seneng ko, apalagi ada Bina sama Dina yang baik sama aku".
Bina tersenyum mendengar ucapan cecil. sementara dina hanya diam saja.
__ADS_1
Cecil kemudian kembali memakan baksonya sambil sesekali melirik pada gani.
Mohon maaf yah telat UP terus 😭😭