SWEET BAD BOY

SWEET BAD BOY
BAIKAN


__ADS_3

🌹Like,Comment dan Vote nya Readers🌹


Jangan lupa juga mampir di Novel "Teman Abangku " (Buat yang suka sama cowok cowok tampan dan ramah dengan senyuman manis dari abang Kafka) dan "Ketulusan Cinta Saira" (Fabian si suami dingin dan ketus)


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Kini di ruangan tersebut tersisa 2 orang yang saling diam membisu, lebih tepatnya gani lah yang dari tadi sibuk mengabaikan sang papah.


"Gani... ".


Gani menatap malas sang papah "Kenapa? ".


"Papah mau minta maaf" ucap william sambil menghembuskan nafasnya.


"Papah mau memperbaiki semuanya " ucapnya lagi.


Gani mengernyitkan keningnya "Memperbaiki apa? ".


"Hubungan kita gani.. kita tidak seperti seorang ayah dan anak.. papah merasa kita semakin jauh" ucap william menunduk lemah


Gani memperhatikan sang papah "Gani juga minta maaf pah" ucap gani yang membuat william kembali mengangkat wajahnya.


"Gani gak mau jadi anak yang egois, yang gak mau memaafkan papahnya, gani juga merasa bersalah sama papah. karena dengan sengaja sering membuat papah malu dengan kelakuan gani".


"Ngga nak, disini papah yang salah. papah yang gak bisa memberikan banyak waktu papah buat kamu. papah terlalu sibuk dengan pekerjaan papah sehingga melupakan harta papah satu satunya yang mamah kamu tinggalkan".


William mendekati sang putra "Mulai hari ini kita mulai semuanya dari awal lagi ya nak" william menepuk bahu sang putra.


Gani tersenyum dan mengangguk "Iya pah" lalu mereka berduka berpelukan layaknya seorang ayah dan anak.


William semakin disadarkan dengan kesalahannya dan ia sadar harus cepat-cepat memperbaiki hubungannya tersebut dengan sang putra. ia takut akan semakin jauh dengan sang putra apalagi sebentar lagi gani tumbuh jadi pria dewasa. ia tidak mau nanti dimasa tuanya saat gani memilik istri dan anak ia tidak bisa dekat dengan cucunya karena hubungan dengan putrnya yang tidak baik.


Dan ketika melihat manjanya gani juga perhatian nya Bina pada gani membuat william semakin merasa bersalah, karena dulu sewaktu mamah gani meninggal harusnya ia yang menggantikan memberi perhatian dan kasih sayang penuh pada gani tapi ia malah lebih memilih sibuk dengan pekerjaannya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Bina.. nanti mamah sama papah mau ke Rumah sakit jengukin gani" ucap mamah Rina pada Bina saat mereka sedang duduk di meja makan untuk sarapan.


"Kapan mah? ".


"Pas jam makan siang kan pah? " tanya Rina pada suaminya.


"Iya nanti papah jemput mamah dulu".


"Ehh nggak usah pah, nanti kita langsung ketemu di Rumah Sakit aja. oke? ".


"Memangnya kenapa, nanti kasihan dong istri papah yang cantik ini berangkat sendiri".


"Duhh si papah lebay banget biar nanti mamah bawa mobil sendiri aja, kasian kan si mamang kalo harus bolak balik" jelas sang istri.


Handika menganggukan kepalanya "Iya terserah mamah aja, yang penting mamah hati-hati nanti bawa mobilnya".

__ADS_1


Nirina tersenyum dan mengangguk antusias, ia kemudian melirik sang Putri yang anteung memakan sarapan nya tumben sekali bina tidak banyak bicara saat makan membuat ia sedikit heran.


"Pah... " panggil rina pelan pada suaminya.


Papah dika hanya mengangkat dagunya seolah bertanya.


Mamah rina menunjuk dina dengan lirikan matanya.


Lagi lagi papah dika hanya mengangkat bahunya saja.. kenapa jadi pada kode-kodean gini sih mereka.


"Kamu kenapa sayang, tumben gak kaya burung beo" ledek mamah rina.


Bina hanya diam saja.


"Ehh anak mamah sakit gigi, sampe gak mau jawab pertanyaan mamah" ledek nya lagi.


Mamah rina mendengus karena dua kali bertanya tapi tidak dijawab oleh bina.


"Bina sayang nya papah kenapa? " ganti dika yang angkat bicara.


Bina masih diam, melamun dalam makannya.


ting ting ting


Suara dentingan sendok pada piring membuat bina seketika terkejut dan sadar.


"Mamah ihhh apaan sih, kaya si mas tukang bakso aja pukul-pukul piring bikin bina kaget aja" omel bina.


"Bina itu gak ngelamun mamah, bina itu lagi memikirkan sesuatu".


"Sesuatu? sesuatu apa? " tanya sang papah.


"Kemarin tuh temen nya bina, eh bukan temen bina tapi temennya gani, temen sekelasnya deh".


"Ini kamu mau cerita apa sih, dari tadi cuman bilang temen bina temen gani. bikin mamah pusing aja".


"Ihhh mamah denger dulu dong, bina itu harus bercerita secara terperinci agar tidak menimbulkan fitnah" jelasnya.


Nirina hanya memutar Bola mata malas mendengar ucapan sang Putri yang bertele-tele. sementara dika terkekeh melihat kedua wanita tersayang nya saling berbalas ucapan.


"Yaudah initinya gimana? ".


"Inti apa mah? " .


"Iya inti dari cerita kamu".


"Memangnya bina mau cerita apa? " tanya bina lagi pada sang mamah.


"Bina kan tadi cerita katanya bina lagi mikirin sesuatu yang di ucapin oleh teman nya bina" jelas dika yang melihat sang istri sudah kesal.


"Oh itu.. temen sekelasnya gani bilang katanya bina itu ngga ada apa-apa nya. dia bilang bina sama gani saling Cinta tapi kok bina gak bisa bikin gani bangun dari kritis nya kemarin.

__ADS_1


Sang mamah yang mendengar itu langsung melirik menyelidik pada bina "Yang ngomong sama kamu itu cewek? ".


"Ngomong apa mah? ".


"Heuuhhh" rina menghela nafasnya, memang yah kalo ngomong sama bina itu harus penuh dengan kesabaran.


"Iya itu yang ngomong katanya kamu ga bisa bikin gani bangun dari kritisnya".


"Iya mah cewek namanya rena, teman sekelas gani".


"Pasti cabe-cabean yang naksir sama gani itu, mamah tahu betul. mamah udah pengalaman" ucap mamah bina dengan jengkel.


"Pokoknya kalo yang namanya rena itu ngomong macem-macem sama kamu, kamu diem aja gak usah dilawan".


"Lohh mah nanti kalo bina dijahatin gimana? " tanya sang papah yang dari tadi mendengarkan.


"Ya tinggal bina laporin aja sama dina, dina kan jago Taekwondo biar nyaho dia ngerasain jurus nya si dina" ucap mamah bina lagi dengan ketusnya.


Papah bina terkekeh ada-ada saja istrinya itu, ia pikir sang istri akan menyuruh bina untuk diam saja mengalah dan bersabar. taunya malah disuruh laporan sama sahabatnya.


"Sudah.. yang penting sekarang gani sudah bangun, oh iya yang tungguin di Rumah Sakit siapa bin? ".


"Ada satya dan riko pah, om william juga sepulang kerja pasti ke rumah sakit. sama kemarin ada teman kecil gani juga yang nemenin gani" jawab bina pada sang papah.


"Teman kecil? " tanya sang mamah.


"Iya mah, namanya.... ".


"Pasti cewek kan" ucap rina memotong ucapan sang Putri.


Bina mengangguk "Wahhh mamah hebat bisa tahu" ucap bina dengan mimik wajah kagum.


"Halah cerita lama itu, udah kaya di novel novel aja".


"Nihh yah cerita kaya gini itu pasti gak jauh dari teman kecil yang menyukai teman nya sejak kecil dan ketemu gede malah makin suka" jelas mamah bina.


"Masa mah? " tanya bina.


Mamah bina memperhatikan sang Putri "Kamu ngerti gak maksud mamah apa? ".


Bina menggeleng membuat mamah rina mendengus.


"Udah ketebak pasti gak bakal ngerti kamu".


"Intinya kamu jangan biarkan teman kecil si gani itu sampe berduaan dengan gani, apalagi sampai merebut perhatian gani. inget sekarng itu zaman nya pelakor, apalagi si Gani yang ganteng kaya bule gitu pasti pada bikin cabe-cabean khilap" peringat sang mamah.


Dika yang mendengar ucapan istrinya itu hanya menggelengkan kepalanya, bisa-bisa nya istrinya memberikan ajaran seperti itu pada putrinya yang polos. tapi biarlah itu urusan sesama wanita, bapak-bapak mana ngerti.


Next......


Just info!!

__ADS_1


Buat yang sering bingung aku jelasin yah, Jadi mamah nya Bina itu namanya Nirina sering di panggil Rina dan sang Papah yang bernama Handika sering di panggil dika.. jadi bukan typo typo nama yah πŸ€—πŸ€—


__ADS_2