SWEET BAD BOY

SWEET BAD BOY
BONCENGAN


__ADS_3

Bel pulang telah berbunyi dari 5 menit yang lalu, kini bina sedang membereskan buku buku nya ke dalam tas.. sedangkan sahabat nya sudah keluar kelas terlebih dulu karena mengikuti ekstrakurikuler.


Bina sendiri tidak mengikuti ekstrakurikuler apapun di sekolahnya.. pernah ia diajak oleh dina ikut Taekwondo baru sehari latihan sudah ngeluh katanya "Dina, ini itu bukan fashion nya bina, bina tuh maunya ikut eksul yang santai.. tapi berhubung ga ada ekskul yang bina pengen ikutin jadi lebih baik pulang sekolah aku langsung rebahan di kasur.. dan dina hanya memutar bola mata malas saat itu.


Bukan hanya dina, sang sepupu yang tampan dan annoying kalo kata bina mah siapa lagi kalo bukan daffa.. Daffa juga pernah ngajak bina ikutan ekskul Basket, tapi jawabannya "Bina ga nyampe buat gapai ring nya abang daffa, dari pada aku malu mending ga usah ikutan sekalian".. selalu saja alasan.. makanya hingga kelas XI pun bina tidak punya kegiatan selain nonton drama kesukaan nya begitu pulang sekolah.


"Cieee yang mau kencan" goda satya yang kini duduk di kursi depan bina.


Bina tersenyum manis "ko satya tau sih? ".


"Tadi si daffa yang bilang".


"Ahh emang dasar punya abang sepupu hobby nya ghibah mulu".


"Uluh uluh bina ku yang cantik jangan manyun dong, kan jadi makin gemes" ucap satya sambil mencubit pipi bina.


"Ihh lepas satya, sakit tau" kata bina melepaskan tangan satya dan mengusap pipinya.


Sementara di pintu kelas sudah ada cowok tampan yang sedang menunggu Bina.


"Udah masuk aja samperin si bina" ajak riko menarik tangan gani untuk masuk ke dalam kelas.


"Hai bina" sapa gani saat sudah di depan bina.


"Hai gani, sebentar " kata bina "yuk gani" ajakanya kemudian.


"Tunggu dong," kemudian gani menarik tangan bina dan menggenggam nya.

__ADS_1


"Gini dong tangan nya, kan kita mau kencan" ucap gani sambil mengangkat tangan nya yang sudah menggenggam tangan bina.


Bina terkekeh "udah kaya lagi pacaran beneran aja ya".


Gani tersenyum "sebentar lagi juga kita pacaran ko, kamu tenang aja".


"Udah loe berdua sana cabut, geli gue dengernya ngeliat loe berdua ngebucin" ucap satya yang sudah jengah melihat gani dan bina yang tidak kunjung keluar dari kelas.


Gani langsung menggandeng tangan bina keluar kelas, setelah memberikan senyuman mengejek kepada satya dan riko.


Saat sampai di parkiran.


"Kamu gapapa kan naik motor sama aku?".


"Gapapa ko gani, asal jangan di ajak jalan kaki aja.. bina ga kuat".


Gani tersenyum, "ini pake dulu ya" ucap gani memakaikan jaketnya di pinggang bina "aku gamau kalo pas naik motor paha mulus kamu ke ekspos" sambungnya dengan memberikan senyum nakal pada bina.


"Tadinya aku mau bawa mobil, tapi setelah di pikir-pikir enakan pake motor.. kamu jadi bisa nemplok sambil peluk peluk aku dari belakang".


"Ihhh gani mesum ya" ucap bina dengan mencubit lengan gani.


Gani tertawa saat mendapat cubitan dari bina "udah yuk jalan".


"Bantuin naiknya".


"Iya sini, pegangan pundak aku" kata gani setelah sebelumnya sudah memasangkan helm pada bina.

__ADS_1


"Udah? " tanya gani saat bina sudah duduk di jok belakang.


"Sudah".


"Tangan nya disini bin, " ucap gani menarik tangan bina agar memeluk pinggangnya.


"Ihh gani, cari kesempatan mulu" ucap bina ganti mencubit pinggang gani.


Gani terkekeh "nanti kamu jatuh sayang, kalo ga peluk aku".


Bina sempat terkejut dan sedikit baper saat gani memanggilnya sayang.


"Aku bukan anak kecil gani, masa cuman ga pegangan jatuh".


"Yaudah kalo ga percaya " ucap gani langsung menjalankan motornya.


Karena gani membawa motornya dengan sengaja menggunakan kecepatan tinggi membuat bina dengan refleks memeluk gani.. gani tersenyum dibalik helm nya "Dari tadi ke meluknya" ucap gani dalam hati.


"Jangan ngebut ngebut gani, aku takut tau" teriak bina.


"Iya aku kurangin kecepatan nya" gani langsung menurunkan kecepatannya.


Saat bina akan menarik kembali tangan nya yang sedang memeluk pinggang gani, gani yang sudah menyadari dengan refleks menahan lengan bina.


"Peluk lagi yang, kalo engga nanti aku ngebut lagi" ucap nya dengan mengelus lengan bina.


Bina hanya patuh saja.. tapi tidak dengan hatinya yang merasa deg degan..

__ADS_1


"kenapa sama jantung aku ya, dari tadi gani manggil sayang, selalu bikin aku deg degan".


Next...


__ADS_2