
"Alhamdulillah kenyang" ucap bina setelah menghabiskan makanannya.
Gani dan marvin yang masih menatap sengit melirik ke arah bina.
"Loh ko udah makan duluan bin? " tanya gani.
"Ya habis gani sama kak marvin ribut mulu dari tadi, aku kan udah kelaperan ".
"Ck.. ini semua gara gara loe.. kencan gue jadi berantakan" ucap gani menunjuk marvin.
Marvin menyunggingkan bibirnya "syukurlah,".
"Udah sana pergi loe, ngancurin mood gue aja".
"Anata kamu mau pulang sama kakak ga? " tanya marvin saat sudah berdiri dari duduknya
"Ngga usah kak, aku kan berangkat bareng gani jadi pulang juga harus sama gani" ucap bina menggeleng dan tersenyum.
"Sekarang mau apa lagi loe hah? " geram gani.
"Ya udah kalo gitu kakak duluan ya, lain kali kita makan berdua aja" ucap marvin sebelum pergi, tanapa menghiraukan gani sama sekali.
Bina hanya tersenyum saja menjawab ucapan marvin.
"Sialan" umpat gani.
Bina menatap gani yang terlihat kesal.. "gani kenapa? ".
"Gak".
"Gani mau makan? ".
"Udah ga laper".
"Gani kan belum makan apa apa".
"Udah ga mood".
Bina menggaruk alis nya "gani marah sama aku? ".
Gani melirik bina, "Lain kali kita kencan beneran yah, aku ngerasa kencan kita kali ini gagal total! " ucap gani tegas.
Bina mengangguk "Ok gani".
"Sekarang kamu mau kemana? ".
__ADS_1
"Pulang aja yuk, udah sore banget ini".
"Yaudah yuk" gani menggandeng tangan bina keluar Restoran.
.
.
.
"Gani mau mampri dulu ga? " tanya bina ketika mereka sudah sampai di gerbang rumah bina.
"Lain kali aja ya, mending sekarang kamu istirahat " ucap gani sambil mengusap kepala bina.
"Yaudah bina masuk ya, gani hati-hati di jalan nya" ucap bina tersenyum.
"Aku pamit ya" gani pun langsung pergi meninggalkan rumah bina.
.
.
"Bina udah pulang sayang?" tanya sang mamah
"Iya mah".
Bina mengernyit "mamah tau dari siapa bina kencan? ".
"Dari abang kamu".
"Emang dasar si daffa mulut tukang ghibah".
"Eh eh abang sayang, no daffa" kata mamah bina sambil mengangkat jari telunjuknya seolah memperingatkan.
"Hehe bina suka lupa" bina cengengesan.
"Gimana kencan nya sayang, kan belum di jawab".
"Gagal total mah".
"Ko bisa gagal total ".
"Bina juga gatau, kata gani gitu".
"Emang si gani ngajakin kamu kemana? " tanya sang papa yang tiba tiba datang.
__ADS_1
"Ngajakin ke mall, kita nonton terus makan".
Sang papah mengernyitkan keningnya "terus gagal nya dimana? ".
Bina mengangkat bahunya "bina juga ga ngerti".
"Kamu nonton film apa emang? terus makan dimana" tanya sang mamah seolah mengintrogasi.
"Tadi bina nonton film romance tapi yang ujungnya sad ending terus ya aku nangis karena sedih banget, aku marahin aja gani karena milih film yang sedih.. lalu kita makan pas makan kak marvin mantan nya bina yang ganteng itu loh mah yang ada lesung pipinya, yang pinter suka juara kelas dan olimpiade, tiba tiba dateng ngikut makan bareng kita.. ehh tapi gani sama kak marvin malah debat mulu sampe bina beres makan".
Mamah bina menepuk keningnya "pantes gagal".
"Kamu satuin mantan sama calon pacar" celetuk papah bina.
"Emang bina salah? ".
"Ngga, kamu ga ada salah sayang.. udah sekarang kamu masuk ke kamar terus mandi dan istrirahat " ucap sang mamah.
Bina mengangguk "yaudah bina ke atas dulu" bina melangkah menaiki tangga menuju kamarnya.
"Aneh anak kamu pah, ".
"Anak mamah juga".
.
.
.
Di Apartemen Riko
"Kenapa sih muka loe kusut gitu gan? " ucap riko.
"Iya, harusnya seneng dong loe habis kencan sama si imut imut" tambah satya.
Gani berdecak "Ckk.. kencan apaan, gagal semua".
"Ko bisa? ".
"Tau gue pusing " kata gani yang langsung memejamkan matanya.
"Maen ps kuy" ajak satya.
"Sikat sampe pagi" jawab riko.
__ADS_1
Satya dan riko bermain ps, sedangkan gani lebih memilih untuk memejamkan matanya.. gani cukup frustasi memikirkan kencan pertama nya yang gagal total dan ini semua karena mantan bina yang gatau dirinya ikut masuk dalam kencan mereka.
Next...