SWEET BAD BOY

SWEET BAD BOY
HATI-HATI


__ADS_3

"Ren, liat deh gani cs lagi di hukum sama pak Rahmat kaya nya" ucap vanya.


"Terus gue harus gimana ?"


"Ya loe bawain minum keK buat si gani".


"Ngga, gak mau gue nanti ditolak lagi kaya yang udah-udah".


"Terus loe mau diem aja gitu, gak ada niatan buat deketin si gani lagi?"


"Udahlah mending sekarang kita ke kelas dulu aja".


Vanya sedikit heran dengan sikap Rena, biasanya ia akan selalu bersemangat jika menyangkut dengan gani. tanpa vanya dan vika tahu Rena mendapat ancaman dari Gani tentang apa yang Rena ucapkan pada bina ketika gani sakit waktu itu. Daffa sendiri  yang melaporkan kejadian tersebut pada Gani. Rena yang takut lebih memilih untuk tak mencari masalah dengan gani maupun bina, karena ia tahu gani tidak mungkin main-main dengan ancamannya.


"Gila panas banget, tahu gini gamau gue kesiangan" keluh satya.


"Eh si ogeb, gak sadar loe yang bikin kita kesiangan" ucap riko.


"Apaan, loe berdua juga kan mau mabar sampe pagi".


"Berisiki loe berdua kaya yang baru pertama kali di hukum aja".


"Ya tetep aja gan, ini panas banget".


"Sabar elah bentar lagi juga istirahat" ucap riko.


"Mana gue ada ulangan matematika lagi".


"Kaya yang mikir aja loe".


"Emang gue loe yang dateng sekolah absen muka doang".


Riko hanya mencibir satya dengan tangan yang masih menghormat pada bendera.


"Mana Pak Harun lagi".


Gani yang mendengar nama Pak Harun menengok pada Satya,


"Iya guru matematika gue kan Gebetan nya si bina gan, saingan loe" ucap Satya cengengesan yang membuat Gani mendelikkan matanya tajam.


"Bukan gebetan si Bina !! emang dasar guru loe nya aja yang naksir daun muda" ketus gani yang masih tak terima kekasihnya dijadikan gebetan cowok lain.


"Guru loe juga ogeb".


"Dia gak ngajar di kelas gue" ketus gani


"Tetep aja guru disekolahan ini".


"udah deh loe berdua malah rebutan Pak Harun" ucap Riko melerai petdebatan keduanya.


 


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


 


"Haus banget gue" ucap satya yang langsung duduk disebelah Daffa.


"Haus sih haus, tapi gak minuman punya gue juga dong loe habisin" sebal Daffa yang melihat es jeruknya habis oleh Satya.


"Pelit banget sih daf, sama temen sendiri juga".


"Ulangan matematika loe susulan nanti sat, tadi pak harun bilang gitu" ucap Sena.


"Kapan katanya?"


"Besok kan masih pelajaran dia, ya paling besok".


Satya menganggukan kepalanya "Din, loe udah ulangan?".


"Udah" ucap Dina yang sibuk dengan baksonya.


"Lagi yang.." pinta gani pada bina.

__ADS_1


"Nihh" bina menyuapi gani dengan baksonya.


"Bin mau juga dong".


"Ngga, ini aja bina bareng sama gani gak kenyang. apalagi kalo ditambah sama satya".


"Pelit dasar gak kakaknya gak adenya" cibir satya.


"Lagian loe hobby kok minta, katanya anak orang kaya" ledek Riko yang baru duduk dengan segelas es susu nya.


"Loe beli minum gak ngajak-ngajak ko".


"Lahh loe sendiri yang langsung duduk disitu".


"Ya gue liat minuman nganggur".


"Enak aja loe, punya gue itu loe nya aja yang gatau diri dateng langsung main abisin aja" omel Daffa.


"Udah sono pesenin gue minuman lagi" ucap daffa lagi.


"Gan..".


"Hmm..".


"Loe tau gak, kalo cecil mulai besok pindah kesini" ucap Riko hati-hati sambil melirik bina yang masih sibuk dengan bakso di mangkuknya.


Gani menggeleng "Ngga, gue gak pernah kontekan sama dia".


"Emang dia ngontek loe?" tanya gani dengan mata yang melirik bina.


Riko mengangguk "Iya kemarin dia chat gue, dia minta kontak gue di IG".


"Teman kecil loe itu gan?" timpal daffa tiba-tiba.


Gani melirik pada daffa "Iya, yang waktu itu di Rumah Sakit".


"Hilang satu dateng lagi satu" ucap daffa lagi.


"Itu lalat" asal daffa.


"Jorok ... bang daffa jarang mandi kali makanya dilalatin".


"Enak aja loe, gue yang tampan dan wangi ini mana pernah jorok".


"Tampan kaya papan maksud loe" sambung dina.


"Apa loe nyaut aja".


"Suka-suka gue dong, gue kan punya mulut". ejek dina.


"Widiww lagi akur aja loe berdua" ucap satya yang baru duduk lagi setelah membawa makanan dan minumannya.


"Mata loe akur sat, yang kaya si daffa sama si dina mana pernah akur" timpal sena.


"Gapapa sering berantem siapa tahu jodohkan" ceplos satya.


"GAK SUDI" ucap daffa dan dina berbarengan.


Sementara yang lain malah tertawa melihat perdebatan itu.


"Bin.. makan yang banyak biar cepet gede".


"Nanti bina gendut kalo makan nya banyak".


"Walaupun gendut kamu tetep cantik kok".


"Bohong bin, nanti yang ada kalo kamu gendut gani kecantol sama cecil lagi" ejek daffa.


Bina cemberut mendengarnya "Beneran gani?".


Gani melototkan matanya pada daffa "Gak usah didengerin sayang, daffa itu tukang bohong".


"Tapi tadi aku denger cecil mau pindah kesini".

__ADS_1


"Ya kalo pun pindah memangnya kenapa? aku kan cuman temenan sama cecil gak lebih" ucap gani meyakinkan.


"Tenang aja de, kalo si cecil coba jadi pelakor biar abang loe ini yang beresin" ucap daffa menepuk dadanya.


"Gaya loe daf, si cecil itu gak kaya si Rena" ucap riko.


"Cinta itu buta man, bisa aja keliatannya doang manis dan lugu taunya malah lebih parah dari yang cabe kaya si Rena lagi" ucap daffa kekeuh.


"Betul itu, waspada itu harus" tambah dina.


"Nah kalo udah gini kamu santai bin, ada Daffa si mulut pedas dan Dina si jago Taekwondo jadi kalo ada pelakor diantara kamu dan gani pun pasti bakal di babat habis sama mereka berdua".


"Udah kaya apa aja sih loe sat, lagian gak mungkinlah si cecil kaya gitu" bela Riko.


Gani yang melihat teman-temannya berdebat lebih memilih diam.


"Pulang sekolah mau bareng lagi sama aku gak?" tanya gani.


"Aku pulang sama bang daffa gani".


"Kenapa?".


"Bang Daffa mau sekalian main ke Rumah".


"Main mulu loe dirumah cewek gue" ketus gani pada daffa.


"Lahh itukan rumah uncle sama aunty gue".


"Yaudah kalo gitu aku pulang sama riko satya yah".


Bina mengangguki ucapan gani.


 


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Saat ini Daffa dan Bina sedang berada dikamar bina, mereka berdua tiduran diatas ranjang. daffa yang sibuk dengan game di Hp nya dan bina yang sibuk menonton drama di laptopnya.


"De..".


"Apa bang?"


"Kamu tuh harus hati-hati sama cecil loh".


"Memangnya kenapa?".


"Ckkk.. gue sih yakin kalo si cecil itu punya perasaan sama si gani. apalagi dengan status mereka yang katanya teman kecil".


"Mmmm kok omongannya bang daffa sama mamah sama sih".


"Nahh kan aunty rina juga pasti punya feeling kaya gue, tapi loe tenang aja pokoknya kalo si cecil berani ngusik hubungan loe sama si gani gue siap jadi bentengnya".


"Udah kaya mau perang aja, pake benteng" ucap bina terkikik geli.


"Yehh kalo dikasih tahu sama orang gede tuh nurut ".


"Siapa yang orang gede? orang kamu sama aku aja seumuran tahu".


"Heh!! abang bina apaan manggil kamu kamu" omel daffa.


Bina memang masih sedikit keberatan kalo di suruh memanggil daffa dengan sebutan abang pasalnya memang umur mereka yang hanya berbeda beberapa bulan saja. tapi daffa tetap memaksa bina harus memanggilnya abang dan itu didukung pula oleh keluarga yang lainnya.


"Iya gak bin?".


"Apa ?".


"Ckkk..." daffa berdecak sebal dengan bina yang lemot.


 


 


Next........

__ADS_1


__ADS_2