
"Besok mau di jemput ga? " tanya gani saat mereka sudah sampai di depan gerbang rumah bina.
"Gausah gani, besok biar aku dianterin supir aja" ucap bina dan gani mengangguk, namun seketika bina ingat sesuatu.
"Eh gani, aku mau deh di jemput sama kamu".
Gani mengernyitkan keningnya, cepat sekali berubah pikiran nya pikir gani.
"Kenapa gani udah berubah pikiran yah?".
"Bukan, aku dengan senang hati malah jemput kamu.. cuman heran aja, cepet banget berubah pikirannya.
Bina cengengesan "biar gani ga telat berangkat sekolahnya, makanya aku mau di jemput.. kalo ga gitu kamu pasti bakal dateng siang ke sekolah".
"Justru aku jemput kamu mau sekalian ngajakin telat bin" ucap gani terlihat serius.
Bina mendengar nya melongo tak percaya, dan seketika tawa gani pecah melihat wajah bina yang seperti tak percaya itu.
"Aku becanda sayang" ucap gani lembut sambil mengelus pucuk kepala bina.
Blussh bina langsung merona di panggil sayang oleh gani.. dan gani terkekeh melihat wajah bina yang merona semakin terlihat cantik dengan pipi yang ke merah merahan itu.
"Udah sana kamu masuk, aku langsung pulang yah".
Bina mengangguk "yaudah gani, gani hati hati dijalannya ya.. aku masuk dulu bye" ucap bina yang masih malu malu dan langsung berlari masuk kedalam gerbang rumahnya.. meninggalkan gani yang masih diam diatas motornya sambil menatap bina yang sudah masuk ke dalam gerbang rumahnya.
"Dasar bina" gumam gani dengan tersenyum manis.
.
.
.
Malam Hari di Rumah Bina..
Usai makan malam saat ini bina dan kedua orangtuanya sedang berkumpul di ruang keluarga.
Bina cekikikan sedang asyik berbalas pesan dengan gani, mamah dan papah bina yang melihat itu hanya saling lirik .
"Kamu kenapa sih bin? ".
__ADS_1
"Kenapa apanya mah" bina malah bertanya balik dengan mata yang masih fokus pada ponselnya.
"Ya itu cekikian, udah kaya mba kunti aja".
Bina langsung menoleh pada sang mamah dan mendekati mamahnya "ihh mamah apaan sih bawa bawa nama si mba " ucap bina yang mulai ketakutan, bina ini penakut sama hal hal yang berbau mistis.. padahal sang mamah hanya becanda saja.
Papah bina tergelak melihat anak nya yang sudah besar tapi masih penakut itu "apasih de, orang mamah kamu cuman becanda doang".
Bina mendelik pada sang mamah dan papah yang malah tertawa.
"Becandaan nya ga lucu ahh, " rengek bina manja.
"Habis kamu kenapa sih, dari tadi asyik aja mainin ponsel kamu".
"Issh mamah tuh kaya gak pernah muda aja".
"Enak aja kamu, mamah sama papah kamu juga pernah muda tapi ga kaya kamu yang main ponsel sambil cekikikan".
"Ah masa? " tanya bina meledek.
Mamah bina memutar bola mata malas.
"Kamu chatingan sama siapa sih De? ".
Mamah dan papah bina kaget mendengar nya, pasalnya yang mereka tahu bina sudah putus dengan marvin, tapi sedetik kemudian mereka ingat bahwa bina sedang dekat dengan anak laki laki teman sekolahnya.
Yahh mamah papah bina tau dari siapa lagi kalo bukan dari daffa sang keponakan yang level ghibah maksimal kalo kata bina.. biar cowok daffa itu up to date sekali soal gosip, apalagi menyangkut sepupunya bina, ia bakal jadi orang nomor 1 yang harus tau supaya bisa laporan pada uncle dan aunty nya, eittsss itu tidak gratis kalo kata daffa Cepe dulu baru daffa kasih info, dan dengan senang atau mungkin terpaksa papah bina menurutinya.
Papah dan mamah bina memang selalu ingin tahu apapun yang menyangkut dengan bina baik teman atau teman dekat sekalipun.. bina sendiri tidak keberatan, selagi orangtuanya masih di konteks yang wajar.
"Siapa pacar kamu sekarang bin? ".
"Gani mah, yang waktu itu anterin bina dan makan malam disini".
Mamah dan papah bina manggut manggut.
"Gerak cepet ya de si gani, tau kalo anak papah banyak yang demen".
"Iya lah bina kan cantik" ucap bina dengan PD nya.
Sang mamah mengernyit "cantik karena turunan dari mamah itu".
__ADS_1
"Papah juga dong mah, ".
"Papah kan laki laki " jawab bina dengan polosnya.
"Yang bilang papah perempuan siapa de? ".
"Ngga ada".
"Terus? ".
"Terus apa pah? ".
"Ya terus".
"Apasih papah ko ga jelas, bikin bina pusing aja.. udah ah bina mau tidur" bina langsung bangun dari duduk nya.
"Bukannya dari tadi".
"Ko gitu".
"Mamah mau quality time dulu sama papah".
Bina menatap tajam pada kedua orangtuanya
"pokonya bina gamau punya adik, bina udah gede!!" ketus bina dan berjalan ke arah tangga dengan menghentak hentakkan kakinya.. sementara kedua orangtua nya terkikik geli.
Bina memang selalu bilang gak mau punya adik, alasannya karena jarak umurnya nanti dengan sang adik pasti sangat jauh, katanya masa bina gede gede punya adik.. padahal sih alasan bina aja, sang papah dan mamah tau kalo sebenarnya bina itu takut jika kurang perhatian atau tidak di manja lagi..
"Udah yuk mah kita tidur" ajak si papah dengan mengerlingkan matanya.
"Issh papah, jangan macem macem nanti anak kamu ngamuk".
"Dia ga bakal tau ko mah, ".
"PAPAH MAMAH INGET YA, POKONYA BINA GAK MAU PUNYA ADIK" teriak bina yang memang belum masuk kedalam kamarnya.
Mamah dan papah bina saling tatap mendengar teriakan bina, dan kemudian tersenyum geli dengan tingkah bina..
Next....
Jangan lupa Like dan comment juga vote nya yah..
__ADS_1
dukungan dari pada Readers sangat berarti bagi Author.. 😍😍
Terimakasih 🙏