
"Bina loe ga ke kantin? ".
"Ke kantin ko din".
"Mana ada, orang gue nungguin loe d kantin sama si daffa loe ga nongol nongol di chat sama di telepon ga di respon".
Bina mengecek ponselnya "hehe hp aku di silent" cengir bina "tadi aku ke kantin belakang" sambungnya.
Dina mendengus "ngapain, tumben amat".
"Pengen aja din,".
"Ngebucin ya loe"
Brakk
"Iishh apaan sih daffa" teriak bina yang kaget karena daffa menggebrak mejanya.
"Tau ngagetin aja sih loe" omel dina.
Daffa menatap tajam pada bina "tadi loe kemana jam istirahat hah?".
"Ya istirahat lah daffa".
"Abang bina" peringat daffa.
"Isshhh seumuran juga".
"Tetep aja duluan gue lahirnya, papah loe juga kan Ade nya papah gue otomatis loe itu Ade gue".
Bina memutar bola matanya.
"Kemana bina ".
"Nggak kemana kemana, kan ini aku lagi duduk".
"Astoge, pas jam istirahat tadi bina".
"Oh ke kantin".
"Ke kantin mana buset deh ah kesel gue, ngomong muter muter terus dari tadi" kesal daffa.
"Si bina habis ngebucin sama si gani di kantin belakang daf" ucap dina.
Daffa langsung menatap tajam pada bina "jangan nakal bina, gue bilangin sama papah loe mau? ".
"Siapa yang nakal sih abang, orang aku habis jajan gorengan.. kalo ga percaya tanya tuh sama satya" ucap bina menunjuk pada satya yang baru masuk ke dalam kelas.
__ADS_1
"Kenapa? " tanya satya yang merasa di tunjuk oleh bina.
"Ini si dina sama bang daffa masa nuduh aku habis ngebucin sama gani".
"Emang iya kan sat? " ucap dina
"Haha iya sampe salting malah" jawab satya dengan tertawa.
"Salting gimana sat? " tanya daffa.
"Si bina habis di gombalin sama si gani, terus.... " .
"Apaan sih satya, udah ah bubar bubar.. udah masuk ini" kesal bina memotong ucapan satya yang pasti akan membuat dua orang di dekatnya ini semakin kepo .
"Haha udah ah nanti si bina nangis lagi di godain mulu" ucap satya yang akan kembali ke tempat duduknya masih dengan tawanya.
"Awas loe bin, jangan centil centil " peringat daffa sebelum kembali ke tempat duduknya.
"Apa? kamu mau ikut ngomong apa? " ucap bina cemberut.
"Ya ampun galak banget sih bina" ucap dina yang hendak bertanya namun ia urungkan karena sudah di semprot duluan.
.
.
.
Gani mengangguk "iya, nunggu satya dulu".
"Alah alesan aja, bilang aja nunggu si bina"
Gani tersenyum miring "itu loe tau".
"Nungguin gue loe berdua" tanya satya yang baru datang.
"Males banget gue, noh si gani nungguin si bina".
"Dasar bucin" cibir satya.
Gani hanya acuh dan masih menatap bina yang merapihkan buku buku di tempatnya.
"Lagi pada ngapain nih ngumpul di depan pintu" tanya daffa dengan gaya so cool nya .
"Awas ngalangin pemandangan aja loe" omel gani.
"Eitttsss calon Ade ipar kalo sama abang itu harus sopan dong, mau ga dapet restu dari gue" ucap daffa dengan songongnya.
__ADS_1
"Jijik gue daff" cibir satya.
"Gue ga butuh restu loe, udah sana minggir" ucap gani.
"Tau awas loe daffa, cepet balik sono bobo siang mending" ejek riko.
"Loe kira gue anak bayi suruh tidur siang" ucap daffa.
Gani enggan meladeni kakak sepupu bina yang rada rada menjengkelkan ini.
"Udah beres bin? " tanya gani pada bina yang baru keluar dari kelas.
Bina mengangguk dan tersenyum malu malu, ia jadi ingat perkataan gani waktu di kantin belakang.
"Idiih ngapain loe bin senyum malu malu meong gitu? " cibir dina.
"Isshh apaan sih dina ".
"Jangan senyum senyum mulu bina, nanti si gani makin naksir " celetuk daffa yang langsung mendapat lirikkan tajam dari gani.
Daffa nyengir mendapatkan lirikan dari gani "hihi gue duluan kalo begitu, bye" ucap daffa langsung ngacir.
"Daffa tungguin gue" teriak dina "bina sayang nya gue, gue duluan gue gamau jadi obat nyamuk, bye" pamit dina sebelum itu memeluk bina terlebih dahulu.
"Eh eh ko aku ditinggalin sih din" teriak bina melihat dina yang sudah berlari.
"Kan masih ada kita bertiga kali bin" ucap satya.
"Tapi sekarang jadi loe berdua aja bin sama gani, gue sama satya duluan bye" ucap riko.
"Selamat berbucin ria" ucap satya tertawa.
"Sialan loe" umpat gani
Bina makin deg degan karena hanya ada dia dan gani saja berdua, entah mengapa bina merasa kikuk saat ini berduaan dengan gani. sedangkan gani memperhatikan tingkah bina yang terlihat seperti salah tingkah dan malu malu pada nya.
"Kenapa sih bin? ".
"Hah?".
"Kamu kenapa? ".
"Eh eu.. ga apa apa gan".
"Yaudah yuk " ajak gani langsung menggandeng tangan bina.
Bina melongo kaget melihat tangannya yang sudah di gandeng oleh gani.
__ADS_1
*H*aduh jantungku *batin bina.
Next....