Syaiba

Syaiba
Episode 1


__ADS_3

“Aduh, siapa yang dorong Bunda ya ?” tanyaku….


“Farah bund !”…”Dinda bund !”….”Amar bund !”….”lah jadi siapa yang dorong bunda ya?ayo ngaku” ( tanyaku dengan tegas seolah olah sedang marah sambil tanganku memegang bokongku yang sakit akibat jatuh tadi)


Dengan santainya ical si bungsu berusia 4 tahun menjawab dengan mulutnya comel dan tegastegas “Ical…bund !  yg jolong !!”... “Lah kah ical tidak masuk dalam grup kak farah” …    “bial bund kan ical yg salah dolong kak falah” sambil cengar cengir dia tuh dasar tambah sayang aku dengan anak ini.


Hari itu aku tidak jadi marah sama anak anakku karena melihat kelucuan ical yang lucu mengakui kalau dia salah

__ADS_1


sambil makan es crim coklat yang sudah mulai mencair apa aku tau ical suka begitu dengan wajah polosnya sudah badanngaya bulat matanya sipit dan itu bibirnya yang kecil membuat makananya tidak bisa dia masukkan semua kemulutnya sehingga beletotal ke seluruh pipinya yang tembem.


\===================


Kenalkan namaku Syaibah Natahsa Dwi Harun anak semester 3 kuliah di universitas negeri di kaltim, aku lahir di keluraga yang buat kalian mungkin cukup kaya alias ningrat, alias kolongmerat bagaimana tidak, aku lahir dari Rahim ibuku yang bernama Shinta dwi Harun dengan seorang anak tajir pengusaha batu bara bernama syihan abdhul Harun, aku anak keempat yang seharusnya anak ketiga bagaiman tidak kakak pertamaku kembar cowok bernama Satrio syihan dwi  harun dan Satria syihan dwi harun ( Cuma ganti o dan a aja namanya… lucu ya) sedangkan kakakku kedua bernama  Syam dwi harun (pasti kalian bingun kok namanya semua berawalan s


Hari ini aku kuliah jam 9 jadi cepat kulangkahkan kakiku menuju mobil yang biasanya menungguku di depan garasiku tetapi aku berpindah ke motor kesayanganku Karena kalau naik mobil pasti telat karena aku harus mengantar data perusahaan yang ayahku tinggalkan di ruang tamu

__ADS_1


Setelah mengantar berkas ayahku lalu aku kuliahku bair begini begini aku harus belajar yang tekun karena cita citaku mau ke paris untuk melanjutkan studi di bidang disain art ya di sini aku masuk jurusan ekonomi bukan karena sebab karena ibuku yang sering ku panggil Ummi mau supaya usahanya bisa ku terusi sedangkan kakaku yang lain bisa pegang usaha ayah walaupun ceritanya berbeda bagaima tidak si kembar ( Satrio kerja diperusahaan minyak di Balikpapan Satria di Bank swasta dan di jakarta ) Cuma kakaku Syam yang mengikuti jejak ayahku membantu ayah mengurus usahanya.


Ah jam menunjukkan pukul 12.15 waktunya istirahat mengerjakan sholat djuhur dulu di mushola kampus habis itu


ke kantin ah… lapar perut sudah minta diisi nich… kataku ke Diana dan ayu sahabatku.


“Kita makan apa nih… “ kata diana…”bakso bagaimana ?.” jawabku ...”ah! bosan soto aja ya !!!”  kata aya “ih kok kuah semua sich,  bagaiman kalau kita pesan nasi campur” kata Diana ..”bisa tapi lauku telor ceplok ya jangan banyak nasinya” kataku …”minumnya…..?” “ es teh!!!!  ya serempak  ( ayu dan aku ngomong) Diana langsung melotot ke kita berdua kita tertawa bersama

__ADS_1


__ADS_2