Syaiba

Syaiba
Episode 7


__ADS_3

“maaf bund? Perkenalkan sy Leno Admja


Wijaya, teman herman, bund” sambil ku jabat tangan bunda lilis,


“ saya Lisda sedayu , anak anak suka


sebut saya bunda lilis’ sambil tersenyum manis


“ bund sebenarnya ical sakit apa ?


…”Ical sakit Leukemia, nak leno”…. “bund panggil leno aja ya ?...Sudah berapa


lama bund “…” oke deh, …sudah dua tahun belakangan”….”oh..”


“bund sy mau Tanya? Apakah bunda tidak


keberatan?” tanyaku


“silahkan”…” anu bund, sebenarnya Ical


ini siapanya Syibah dan Herman?”


“oh… penasaran ya?” bunda lilis


menekuk alisnya lalu dia tersenyum (aduh manisnya ini bunda)


“loh nak leno tidak tau siapa ical?”…


“kalau tau sy tidak Tanya bund” sambil cengar cengir sendiri dan ku garuk


tengkuk belakangku walaupun tidak ada nyamuk yg menggigitku.


“oya ya temanya herman banyak sehingga


bunda tidak begitu hafal siapa aja, yg bunda sering tau itu si cahyo, Diana,


ayu, herman, surya dan kakaknya syibah serta kak Robert “


“Ical itu anaknya syibah…ehhh bukan


anak kandung loh!  ical itu anak


angkatnya syi, dia sayang sama ical dan yang lainya di rumah kami, “ dia anak


yang lucu dan gemenis “ telihat butiran butiran permata jatuh dari lingkar mata


bunda lilis sambil membelai wajah ical yang tertidur mungkin pengaruh obat yang


tadi diminumnya.

__ADS_1


Akhirnya sahabatku masuk ke ruang


kembali dan ijin pulang tapi belum sempat ijin, ical bangun dan merengek dia


tidak mau pisah dengan syibah, akhirnya dengan sebuah janji syibah akan datang


malamnya dia pun tersenyum.


Di parkiran motor


“her, kamu balik lagikah entar malam


kesini?”…”iya kasihan Surya sendiri walaupun pak soleh ataupun pak hendro


datang tp mungkin tdk lama tapi mungkin kak leman nanti ikut jaga juga, kenapa,


mau ikut?”…”boleh….”..”lah bagaimana motormu”…”aku numpang kerumahmu aja ya”!


Sambil memeluk tangan herman, manja….” Ihhh lepasin tangamu, nanti kiranya kau


alay lagi”…kulihat cahyo bersama ayu, Diana dan Syaibah sudah menaiki motor


masing-masing dan kulihat sebuah senyuman yang membuat jantung dan hatiku


rontok seketika…Jleb.jleb…dimana ya pernah kulihat senyum itu!!!!


Diperjalanan menuju rumah herman aku


yang selalu ku simpan di hatiku selama 11 tahun ini, walaupun banyak cewek


pernah dekat padaku selama ini tapi tidak pernah kutemukan senyum itu, dimana


ya…sambil berpikir piker aku dikagetkan dengan panggilan herman padaku “hey…len


sadar sudah sampai rumah..ih ngelamu apa, dari tadi untung tidak ada jin yg


hinggap”


“ uh dasar kaget aku her, aku numpang


mandi ya,” …”ayo masuk ayah dan ibuku lagi ke Balikpapan ada keluarga sunatan


jadi dirumah hanya aku” “lah sisi (adik herman) mana?’..”dia lagi kegiatan


Palang Merah (PMR) disekolahnya mungkin lusa pulang”..”oh..oh” dan kami berdua


bergantian untuk mandi dan selanjutnya duduk sebentar di teras depan.


“len yok sholah magrib dulu lalu cari

__ADS_1


makan sekalian pergi kerumah sakit” Tanya herman


“tp aku tidak punya sarung, her”…”ada


pakai punyaku aja”.. lalu herman amsuk untuk mengambil sarungnya. ( sebenarnya


aku malas Karena untuk sholat lima waktu aja aku jarang, kecuali juma’at)


“ her nanti temani aku ke distro jek


ya, “…”untuk apa?”…”Beli Baju dong…gerah tidak ganti nah” “ya eleh ku antar


pulang aja ya sekalian kau pamit sama bokapmu” “nanti kau dicari lagi”…”Ayo


kalau gitu” ..“kenapa, kok buru buru sich, sabar len kita cari makan


dulu,”..”tidak usah makan dirumah aja nanti bibik biar bawakan untuk surya


sama…sama siapa tadi?”… “ kak leman”


Sampai di depan rumah ber cat putih


dengan bangunan gaya eropa, herman dan aku masuk ke dalam


“malam mas len ?” Tanya bibik sutik


“malam, bi! Apa papah sudah


pulang?.”…”belum mas, tapi nyonya sudah pulang,?”…”bi, tolong siapkan makan


buat saya, sama teman saya, ya?...”baik mas, bibik siapakan”


“len sudah pulang? Tumben masih sore


sdah pulang?, oooo ada herman….”…”malam tante, iya antar anak tante yang


katanya kesasar di pasar tadi” sambil kecicikan aku ketawa


“enak aja… bukan kesasar tapi


kecemplung!”….dan akhirnya kami tertawa bersamaan


Setelah aku berganti baju, lalu akupun


turun dari kamarku ke ruang makan dan sudah ku lihat herman dan mamiku dimeja


makan akhirnya kami makan malam bersama sama.


Akhirnya kami pamit untuk pergi

__ADS_1


kerumah sakit.


__ADS_2