
“maaf bund? Perkenalkan sy Leno Admja
Wijaya, teman herman, bund” sambil ku jabat tangan bunda lilis,
“ saya Lisda sedayu , anak anak suka
sebut saya bunda lilis’ sambil tersenyum manis
“ bund sebenarnya ical sakit apa ?
…”Ical sakit Leukemia, nak leno”…. “bund panggil leno aja ya ?...Sudah berapa
lama bund “…” oke deh, …sudah dua tahun belakangan”….”oh..”
“bund sy mau Tanya? Apakah bunda tidak
keberatan?” tanyaku
“silahkan”…” anu bund, sebenarnya Ical
ini siapanya Syibah dan Herman?”
“oh… penasaran ya?” bunda lilis
menekuk alisnya lalu dia tersenyum (aduh manisnya ini bunda)
“loh nak leno tidak tau siapa ical?”…
“kalau tau sy tidak Tanya bund” sambil cengar cengir sendiri dan ku garuk
tengkuk belakangku walaupun tidak ada nyamuk yg menggigitku.
“oya ya temanya herman banyak sehingga
bunda tidak begitu hafal siapa aja, yg bunda sering tau itu si cahyo, Diana,
ayu, herman, surya dan kakaknya syibah serta kak Robert “
“Ical itu anaknya syibah…ehhh bukan
anak kandung loh! ical itu anak
angkatnya syi, dia sayang sama ical dan yang lainya di rumah kami, “ dia anak
yang lucu dan gemenis “ telihat butiran butiran permata jatuh dari lingkar mata
bunda lilis sambil membelai wajah ical yang tertidur mungkin pengaruh obat yang
tadi diminumnya.
__ADS_1
Akhirnya sahabatku masuk ke ruang
kembali dan ijin pulang tapi belum sempat ijin, ical bangun dan merengek dia
tidak mau pisah dengan syibah, akhirnya dengan sebuah janji syibah akan datang
malamnya dia pun tersenyum.
Di parkiran motor
“her, kamu balik lagikah entar malam
kesini?”…”iya kasihan Surya sendiri walaupun pak soleh ataupun pak hendro
datang tp mungkin tdk lama tapi mungkin kak leman nanti ikut jaga juga, kenapa,
mau ikut?”…”boleh….”..”lah bagaimana motormu”…”aku numpang kerumahmu aja ya”!
Sambil memeluk tangan herman, manja….” Ihhh lepasin tangamu, nanti kiranya kau
alay lagi”…kulihat cahyo bersama ayu, Diana dan Syaibah sudah menaiki motor
masing-masing dan kulihat sebuah senyuman yang membuat jantung dan hatiku
rontok seketika…Jleb.jleb…dimana ya pernah kulihat senyum itu!!!!
Diperjalanan menuju rumah herman aku
yang selalu ku simpan di hatiku selama 11 tahun ini, walaupun banyak cewek
pernah dekat padaku selama ini tapi tidak pernah kutemukan senyum itu, dimana
ya…sambil berpikir piker aku dikagetkan dengan panggilan herman padaku “hey…len
sadar sudah sampai rumah..ih ngelamu apa, dari tadi untung tidak ada jin yg
hinggap”
“ uh dasar kaget aku her, aku numpang
mandi ya,” …”ayo masuk ayah dan ibuku lagi ke Balikpapan ada keluarga sunatan
jadi dirumah hanya aku” “lah sisi (adik herman) mana?’..”dia lagi kegiatan
Palang Merah (PMR) disekolahnya mungkin lusa pulang”..”oh..oh” dan kami berdua
bergantian untuk mandi dan selanjutnya duduk sebentar di teras depan.
“len yok sholah magrib dulu lalu cari
__ADS_1
makan sekalian pergi kerumah sakit” Tanya herman
“tp aku tidak punya sarung, her”…”ada
pakai punyaku aja”.. lalu herman amsuk untuk mengambil sarungnya. ( sebenarnya
aku malas Karena untuk sholat lima waktu aja aku jarang, kecuali juma’at)
“ her nanti temani aku ke distro jek
ya, “…”untuk apa?”…”Beli Baju dong…gerah tidak ganti nah” “ya eleh ku antar
pulang aja ya sekalian kau pamit sama bokapmu” “nanti kau dicari lagi”…”Ayo
kalau gitu” ..“kenapa, kok buru buru sich, sabar len kita cari makan
dulu,”..”tidak usah makan dirumah aja nanti bibik biar bawakan untuk surya
sama…sama siapa tadi?”… “ kak leman”
Sampai di depan rumah ber cat putih
dengan bangunan gaya eropa, herman dan aku masuk ke dalam
“malam mas len ?” Tanya bibik sutik
“malam, bi! Apa papah sudah
pulang?.”…”belum mas, tapi nyonya sudah pulang,?”…”bi, tolong siapkan makan
buat saya, sama teman saya, ya?...”baik mas, bibik siapakan”
“len sudah pulang? Tumben masih sore
sdah pulang?, oooo ada herman….”…”malam tante, iya antar anak tante yang
katanya kesasar di pasar tadi” sambil kecicikan aku ketawa
“enak aja… bukan kesasar tapi
kecemplung!”….dan akhirnya kami tertawa bersamaan
Setelah aku berganti baju, lalu akupun
turun dari kamarku ke ruang makan dan sudah ku lihat herman dan mamiku dimeja
makan akhirnya kami makan malam bersama sama.
Akhirnya kami pamit untuk pergi
__ADS_1
kerumah sakit.