Syaiba

Syaiba
Episode 42 (penyesalan 3)


__ADS_3

“hingga akhirnya aku mengetahui kalau kamu menjual anakmu kepada rekan bisnisku yang kau tidak tau bahwa perusahaan yang dipegang oleh papanya siska adalah punyaku…semenjak 3 tahun yang lalu karena dia kalah tender dan mau menjual semua asset perusahaannya tanpa kamu ketaui, aku merasa aneh dan kuikuti alurnya sehingga aku tau kamu menikah dengan siska dan mempunyai seorang anak…aku bersyukur kamu menceraikan adikku … ya aku bersyukur tapi dilain pihak aku merasa bersalah kenapa dulu aku tidak mencegah perbuatanmu dan perlu kamu ketahui…semua permasalah yang kamu lakukan sudah ku sampaikan kepada ayah syibah yang mungkin kamu akan terkejut bahwa sanya ayah syibah adalah sahabatku..?” kata paman


“apa….sahabatmu? papi kaget dan memandang aku dan syibah


“ya ?...sahabatku, teman satu perjuangan dari sd dan kami berpisah karena dia harus mengelola di Kalimantan


usaha ayahnya..dan perlu kamu tau perihal leno dan syibah mereka sudah bersatu kembali, segala muslihatmu sudah aku tau dan mungkin kamu harus sadar bahwa yang kamu tuduhkan tadi salah …anak yang kamu pegang anakmu dari siska bukan anak leno…benarkan kataku? Jawab cokro!!”


“e…e…e…ya benar tapi itu setelah aku bercerai dari Puji karena dia tidak suka kalau aku menduakanya dan selalu


merusak rencana yang sudah kususun matang…dan aku……” jawab ayah


“dan kamu akhirnya menikahi siska sehingga perusahaanmu dapat tertolong tanpa kamu sadari kalau kamu sudah


tertipu, terpedaya oleh sisika…iyakan?”


“ya…walaupun aku menyesalinya mengapa aku begitu buta akan harta, sehingga perusahaanku gulung tikar dan akhirnya aku bekerja di perusahaan ayahnya sisika?” kata ayah sambil menundukkan kepalanya melihat lantai


“cokro..cokro… kamu masih belum sadar?” paman berdiri dan menepuk pundak papi


“kamu masih tidak faham apa yang sudah ku katakana……barusan aku bicara perusahan papinya siska adalah miliku dan kamu bekerja di perusahannya?...ha…ha…ha, jadi kamu adalah anak buahku sekarang?”


paman berkata dan papiku bengong sambil melihat paman dengan wajah yang tidak percaya


Sambil berjalan akan meninggalkan kami bertiga paman berujar…”kamu…tau perusahan kamu bisa kolep dan siapa pembelinya …ha..ha…?”


“aku tau dia bernama Fransisca aldiba wira!!” jawab ayah

__ADS_1


“dan kamu tau siapa dia????”masih tersenyum paman memojokkan papiku


“dia pengusaha global Finasl….” Jawab ayah


“Fransisca aldiba wira adalah asisitenku yang kusuruh membeli perusahaanmu, dan perlu kamu tau pemilik sebenarnya adalah….”


“siapa..pemilik sebenarnya!!!” jawaba ayah sambil berdiri dari duduknya


“Syaibah Natahsa Dwi Harun …ya menantumu pemilik yang sebenarnya!!” tegas paman


Sedangkan aku kaget bukan kepalang jadi seminggu yang lalu aku dan syibah bertemu paman di notaris adalah untuk itu..oh paman terimakasih atas bantuanmu dalam batinku


“apa…syaibah…”sambil melihat syaibah papi terduduk lemas


"tidak mungkin..!!" jawab papi


 tiba..tiba.......


“Syibah…maafkan papi ya,…. papi salah sudah banyak menyakitimu dan leno,..maafkan papimu ini?” sambil meremas tangan syibah, sedangkan syibah diam sambil menitikan air matanya


“papi,…syibah sudah memaafkan papi dari dulu, karena syibah tau dendam itu dosa dan syibah tau kalau papi melakukan itu pasti penuh pertimbangan walaupun jalanya salah, saya pun minta maaf kepada papi karena membuat saya dan mas leno berpisah dan akhirnya kembali, kare saya tau cinta, benci, dendam sangatlah tipis perbedaanya, saya tak boleh membenci  dan dendam kepada papi karena papi adalah ayah yang telah membawa suami saya ada didunia ini, menjadikan anak yang berguna bagi keluarga, dan sekarang berguna buat saya sebagai istrinya dan anak anaknya cucu papi…” jawab syibah sambil tersenyum dan mengelus pundak tangan papi dengan pelan sambil sesekali melihat diriku yang duduk disampingku.


“tapi syibah, ..papi banyak berbuat salah padamu..tolong maafkan papi sayang…” melas papi


“jangan papi?...saya tidak pernah membenci papi?”jawab syiba sambil menarik tangan papi yang memohon maaf


kepadanya sedangkan leno masih dengan tatapan yung tidak suka

__ADS_1


“mas…..mas….maafkan papi ya?” Tanya syaiba ke suaminya, sedangkan leno masih dengan tatapan tidak suka dan melihat syaibah yang mungkin butuh jawaban


“buat apa…!!!....” jawab leno masih dengan wajah yang masam


“mas… manusia tempat dosa, tidak ada yang manuasia itu benar, mas.. kita sebagai manusia wajib memberi maaf kepada sesama, walaupun rasanya sulit apalagi itu menyangkut hati..ya awalnya syaibah juga membenci papi tapi lambat laun syaiba sadar buat apa membenci papi karena bagaimanapun papi adalah ayah dari suami syaibah dan kakek dari kedua anak syaibah, sebesar apapun salah papi kepada kita, kita tetap tidak boleh melalukanya karena disetiap musibah pasti ada makna dan hikmah yang terkandung didalamya, syaibah tidak mau nantinya anak anak syibah merasakan kedengkian kita sebagai orang tua kepada sesaae walaupun itu kepada kakenya………mas syibah tidak mau ada penyakit hati, cukup sampai disini kita hapus penyakit itu, mari kita sama sama mengobati hati itu, kita perbaiki celah yang terbuka, syaibah aja sudah mengikhalskan kejadian lama mari kita buka lembaran baru …mas ..bisa ya?” syaiba mengutarakan kata katanya sambil tersenyum kepada leno sambil mengelus tangan leno , sedangkan leno masih memandang dengan tatapan yang semakin datar dan dia melihat pamanya jimmy yang juga tersenyum tapi tak tau itu senyum bahagia atau senyum yang mengandung makna lain dan mengulang menatap wajah syaiba kembali.


Leno berdiri dan melihat kembali papinya.


“pi…leno sebenarnya sudah memaafkan kesalah yang papi dulu buat kepada ku, mami dan syaib, leno sayang semua kalaupun syiba sudah ihklas memaafkan papi akupun akan memaafkan papi tapi maaf mungkin aku


tidak seperti dulu lagi dengan papi apalagi sekarang papi sudah ada pengganti mami, biarkan aku, mami dan syiba menjalani hidup apa danya kami, jangan lagi usik kami dan kamipun tidak akan mengusik papai cukup papi berbahagia dengan siska dan anak papi dan jadilah suami yang menghargai istri seperti mertua leno..mereka


dalah contoh buat leno agar keluarga leno langgeng selalu, ..pi…leno sayang papi, sayang mami tapi maaf sekali lagi dan….berbahagialah pi…!” jawab leno sambil memeluk papinya.


Leno dan papi cokro berpelukan dengan erat sambil mengelus pundak anaknya papi cokro tersenyum dan menangis merasakan pelukan anaknya yang lama tidak ada pelukan hangat yang dulu dia rasakan saat


dia peluk Puji (mantan istrinya) dan leno anaknya seperti raganya kembali  padanya dia diam dan menyesali atas perbuatanya. (lega rasanya sekarang tinggal memohon maaf pada puji agar rasa bersalah ini hilang dan berharap agar puji juga memaafkanku sehingga kepergianku nanti tidak lagi terganjal akan dosa ini….makasih syaibah)” hati papi cokro berkata.


“terimaksih sayang ….papi bahagia…akhirnya kamu dan syaibah sudah memaafkan kesalah papi selama ini dan papi berharap mamimu juga memaafkan papi juga…papi tidak minta banyak pada kalian yang penting kalian bahagia dan menjalani keluarga yang syakinah, mawadah dan selalu dilindungi Allah…”papi berucap dan masih memeluk leno


“Aamiin…..(jawab leno, syaibah dan paman Jimy berbarengan)


Setelah temu papi leno, syaibah dan paman pamit pulang karena sudah menjelang senja dan untuk sekali lagi papi


memeluk anaknya, mantunya dan bersalaman dengan paman jimmy. Akhirnya leno pulang bersama syaiba dan perihal anak anak mereka sudah pulang duluan diantar sama assisten paman jimmy.


-----------------------------------------

__ADS_1


__ADS_2