Syaiba

Syaiba
Episode 17. Ijab Kabul


__ADS_3

“Ummi…? Kak syam meminta ummi untuk


keruang tengah katanya ada yang mau dibicarakan?” pintaku


“sebentar ya..jeng saya masuk kedalam”…“silahkan……jeng”


“syai ? ..sini duduk sama mami?’ “udah


udah kayak anak kecil aja kalian ini” mami memukul pundah anaknya serta kak


herman


“baik mam…..?” jawabku


Sebelum mami ngomong ummi meminta aku,


kak leno untuk masuk ke ruang tengah dan membuat kaget semua orang diruang


tamu. Kulangkahkan kakiku dan kak leno masuk keruang tengah disitu mas syam


menyuruh aku duduk disofa yang ada diruang tengah dan akupun kaget karena di


layar proyektor ku lihat mas (satrio dan satria) lagi memanggilku……


“Assallamualiku…..bolyku sayang?”


berbarengan sambil melambaikan tangan


“Waallaikumsalam…masku yang kusayang!!..”


sambil kulambaikan tangaku untuk mebalasnya


“kok mas Sat sama mas Tio..?”


“iya mas lagi dijakarta training, lalu


dikabari perihal boly……”


“itu calon boly, ya…” Tanya mas Satrio


"nampan ya......" sambung mas sat


“Iya mas perkenalkan sy Leno Admja

__ADS_1


Wijaya, calon adik ipar mas..” Jawab Leno


Akhirnya abbi, ummi, mami, papi dan


sahabat kak leno ikut masuk ke ruang tengah dan dipesilahkan duduk di sofa


sedangakan kami yang muda duduk di ambal sambil melihat layar monitor (ya kami


sedang syaiberlink)


“perkenalkan mas, ini papi dan mami


saya “kata leno


“Assallamualikum om, tante “


berbarengan Satrio dan Satria


“Waallaukumsalam, ….”jawab papiny kak


leno dan maminya


“gimana jadi bulan berapa nikahnya?”


Tanya satrio


bulan depan akadnya…” kata abbi


“abbi …ummi bagaimana kalau minggu


depan? “minta leno


“apa..kau bercanda leno, kirain kayak


bikin pisang goring !!” jawan maminya


“bukan apa apa mam, leno takut jauh


dari syiba, takut terjadi apa apa?, bisakan Abbi papi?


“gimana ini, bi?..........“bagaimana


pap cokro aja, mi”

__ADS_1


“kalau gitu secepatnya kita urus


kemauan leno, tapi iya yah dari pada ada zina mam..”


“oke minggu ini tapi kalian bisa


pulangkah?”


“InsyaAllah Ummi, kami pulang, kalau


gitu sy sama satrio mau mengajukan cuti karena kalau tidak susah dapatnya”


“Leno….”…”Iya mas Sat..” “Pesan saya


tolong jaga adik saya ini, jangan sakiti dia, jangan sampai ada air mata karena


dia bagaiman permata di hati kami kakaknya bahagiakan dia ya”


“Baik mas sy selalu mengiant pesan


mas, saya tunggu kepulanganya”


Akhirnya malam itu ditutup dengan


jamuan makan malam yang sudah Ummi dan aku buat dari tadi sore


Hari yang sudah ditunggu, tunggu tiba,


rumahku sudah disulap dengan ornament jawa dengan tenda yang besar di halaman


belakang rumahku.


Akupun terdiam melihat wajahku yang


sudah dihias dengan riasan yang tidak terlalu menonjol karena jujur aku orangnya


tidak suka menor, baju kebaya putih dengan batik berwarna coklat dihiasi


sanggul bertahtakan bunga melati kuncup sepertinya aku lupa kalau itu aku….


Jam menunjukkan pukul 10 pagi, kudengar dewi dan


ayu mendatangi kamarku dan memberi kabar kalau rombongan leno sudah

__ADS_1


datang…akupun tambah deg..deg jantung ini tapi aku selalu berzikir semoga


dikuatkan hatiku.


__ADS_2