Syaiba

Syaiba
Episode 26


__ADS_3

“hati hati ya sayang…” kak cahyo berucap


“siiip, makasih kak, “jawabku


Dirumah kulihat anak anakku sudah mandi dan siap siap untuk sholat ashar berjamaah, memang kami selalu melakukan shoat berjamaah dirumah apabila lagi kumpul begini, kulangkahkan kakiku menuju ruang sholat yang ada di belakung rumah kami.


“Ummi,….dijah mau Tanya, boleh?’ Tanya anaku sambil melipat mukenanya


“ada apa sayangku,….sini? mau nanya apa?”jawabku


“anu…anu… tapi ummi tidak boleh marah ya atau sedih?”pintaya


“tidak,.. ada apa? Tanyaku, sedangkan syaidah sudah membaringkan kepalanya di pahaku sambil menguap kulihat dia akan tidur karena kelelahan habis bermain di pantai tadi


“tapi jajji ummi tidak marah?” Tanya


Akupun menganggukan kepala sambil meletakkan kepalanya di pahaku yang satunya


“Ummi… abbi mana? Kata ummi kalau kita kembali kemari, abbi akan nyusul kok tidak ada ?” tanyaya sambil melihat wajahku yang tiba tiba kaget dan akupun menahan sambil tersenyum anakku sudah mulai merindukan ayahnya, tapi apa dia sudah melupakan diriku? Dalam hati kumenangis


“dijah sayang?...abbi khan kerja ? katanya abbi belum bisa pulang karena masih banyak kerjaan ?”jawabku yang


mungkin kata orang pasti jawaban yang melegakan buat yang nanya tapi lain dengan ananku dijah dia beda dengan syaidah, kalau syaidah orangnya cuek dan kalau dijah hatinya lembut.


“ummi… kenapa dijah tidak pernah melihat foto abbi dan ummi?” lagi…dan lagi


“kenapa, dijah penasaran kah ingin melihat foto abbi?”


“Iya Ummi ……”pintanya kulihat matanya yang memperlihatkan harapan


“nanti kita lihat foto abbi ya khan fotonya dibawa sama pakde syam semua, ?” alasan yang ku buat


“nanti pinta pakde syam untuk kasih lihat ya Ummi, foto abbi?”

__ADS_1


“iya nanti ummi mintakan, sudah ya, sekarang kita ngaji ya….?” Kulihat syaidah sudah tidur dengan pulasnya dan aku mengajari anakku dijah mengaji.


Akhirnya mami sadar dari pingsanya mungkin sekitar satu jam mami pingsan dan dokter sudah dipanggil untuk melihat kondisi mami, ya mami setelah jatuh pingsan tadi aku meminta petugas hotel untuk mencarikan dokter untuk memeriksa mamiku.


Kulihat mami dengan deraian air mata dan dia melihat aku dengan tatapan yang mengisyaratkan kebahagiana, kesedihan yang dalam. Kami berdua merasa kehilangan akan kepergian syaiba yang sangat apalagi dengan perbuatan papiku yang memisahkan aku dengan istriku membuat mami dipaksa untuk masuk rumah sakit selama 1 bulan kondisi badanya yang menurun, mami sangat kuat beda dengan diriku yang selalu konsumsi obat tidur kalau mau tidur, kekuatan mami yang melawan papi sehingga papi jatuhkan talaknya (akibat rebut berkepanjangan)


dan kini mami tinggal di singapur atau di Australia karena mami punya usaha butik.


“leno…perlihatkan lagi vidionya, mami mau lihat anak mami dan cucu mami lagi ?” pinta mami sambil merapikan duduknya,mami bersandar sambil menghapus air matanya, akupun mengeluarkan leptopku dan kuperlihatkan menantunya yang sekian lama dia rindukan


“ini…..mam lihatlah ?” jawabku sambil kusodorkan  leptop di hadapan mamiku.


“len…ini siapa..?” Tanya mamiku sambil menunjuk anak kecil disamping istriku


“itu cucu mami, mereka kembar …mi?”jawabku


“apa!!....syaiba punya anak,…cucuku…kembar, yang benar len?” Tanya mami masih tidak percaya


“iya mam…. “


“Siti Khadijjah Azhara Leno Harun dan yang ini Siti Syaidah Azhara Leno Harun…mam?” sambil kutunjuk di layar leptopku


“dia mirip dirimu ,,,len ? oh dia cantik ya, menggemaskan dan dia seperti dirimu tidak bisa diam!” sambil


menunjuk salah satu anakku, akupun tersenyum dan mengangguk.


“dan yang ini mam…”sabil ku buka filebaru yang tadi siang aku rekam lewat ponsel pa kali (pa kali membantu aku untuk mendapatkan video disaat anakku bermain dan istriku sedang melukis di depanku


“ini tadi siang len?” Tanya mamiku lagi….”iya mam..tadi siang” jawabku


“ayo… len..antar mami bertemu dengan mereka sekarang!” kata mami beranjak sambil mengambil syalnya disaat dia mau melakangkah kutahan tangan mamiku.


“jangan sekarang mam....”

__ADS_1


“kenapa..?”


“belum saatnya mam?”


“kenapa…?”


“karena syaiba dan aku butuh waktu untuk bertemu dan sepertinya syaiba masih marah kepadaku …mam?”


“jadi kapan….waktunya?”


“secepatnya…mam?..aku tidak mau kehilangan syaiba untuk kedua kalinya mam..”


“oke …mami tunggu dalam 2 hari ini kalau belum ada perkembangan mami yang maju,? Gimana..?apakah kamu bisa?”jawab mami dengan menepuk pundakku


“InsyaAllah..mam..aku akan usahakan…bantu aku ya mam?”


“pasti demi menantu dan cucu mami,mami akan bantu doa buat kamu?”


“makasih mam,…aku sayang sama mami…I..love you mam..”sambil ku peluk tubuh mamiku dan kusandarkan kepalaku di pundaknya.


“I love you too my sun” mamiku ngecup keningku dan pelukan hangata seorang ibu yang


melahirkanku.


Belajarlah dari pengalaman yang lalu,


Karena pengalaman adalah cermin dari kehidupan


Jangan diulang dan mengulang,


Karena pengalaman tidak bisa diulang


Kecuali ada mujizat yang akan mengulangnya…….

__ADS_1


+++++++++++


+++++++++


__ADS_2