Syaiba

Syaiba
Episode 38


__ADS_3

Akhirnya kulangkahkan kakiku dan kulihat pemandangan yang begitu mengharukan bagaimana tidak dihalaman belakang rumah syaibah sudah mengumpul mamiku, pamanku, ummi, abbi, kakak iparku dan teman teman kami semua serta anakku yang sedang bercanda ria dengan mamiku.


Aku tertegun dan tanpa terasa syaiba melingkarkan tangannya ke tanganku sambil menangis, kulihat air matanya dan kuhapuskan sambil tersenyum


“ayo kita kesana …”kataku sambil kueratkan tangannya yang masih melingkar di tanganku sambil menangis


“Assallamuallaikum….”


“Waallaikumsallam…….”jawab semua


Semua melihat kami berdua, mamiku langsung berdiri dari duduknya dan kulihat syaibah melepaskan tanganya dari ku dan bersujud di kaki mamiku dan ditahan oleh mamiku dan mereka berpelukan,akupun datang sambil bersujud dikaki bapak mertuaku dan ditahan olehnya dan dipeluk aku dengan pelukan seorang ayah


“Abbi, sy pulang, ijinkan sy kembali ke istri sy, abbi, sy tidak mau kehilangan dirinya..ijinkan abbi” sambil memeluk mertuaku dan membisikkan kata kata permohonan


“sudahlah, abbi ijinkan yang penting kalian sudah baikan dan tidak mengulang lagi kasihan anak kalian yang jadi


korban, abbi sayang kalian”sambil menepuk punggungku dan kurasakan tepukan yang lain siapa lagi kalau bukan ummi (ibu dari istriku) dan kucium pundak tangan ibu mertuaku sambil mengelus kepalaku” Ummi bahagian len…” sambil mengelus rambutku dan dikecup keningku ooooooo……bahagiannya aku


Sedangkan istriku mengais dipelukan mamiku


“mi…syaiba minta maaf, mi…..maafkan syaiba ya….”sambil menangis dan pelukan semakin erat


“sayang….. mami yang meminta maaf padamu atas perbuatan suami mami, sehingga memisahkan kalian …” sambil memeluk mantunya mami menangis dan diciumnya mantu kesayangnya.


Kulihat ananku memandangai ku dan gerakan mas satria memanggil mereka berdua


“Khadijah, syaidah, kemari….”panggil mas satria


“Iya pakde…”Mereka berlari kearah mas satria


Kuperhatikan anaku sambil melangkah mendekatinya, mas satria membisikkan sesuatu kepada kedua anakku……


“abbi……abbi………syaidah kangen…!!!!” syidah berteriak dan yang duluan mendekatiku sambil berlari dan memeluk kakiku akupun menggendong anaku dan kupeluk erat anakku sedangkan khadijah yang masih


tertegun mematung didekat mas satria Cuma bengong sambil memandangku


“abbi pulang sayang…., tidak kangen sama abbi?”kudekati khadijah, khadijah mundur dan berlari masuk ke mushola, aku kaget ku pandangi syaibah, tampaknya dia juga kaget dan mau mengejar khadijah tapi kutahan sambil memeluk syaidah sambil berrjalan menuju mushola


“tidak apa apa, biar abbi yang ngomong…ummi disini aja ya?” jawabku


Akupun melangkah mendekati mushola


“syaidah kangen abbi ya?”


“iya abbi, syaidah kangen …” sambil menangis dan masih memeluk diriku dengan erat, kutepuk punggunya dengan pelan dan kupeluk sangat erat anakku yang lama ku tunggu


“kita jemput kak dijah ya..”


“iya ..abbi…dijah juga kangen abbi kok”masih menangis

__ADS_1


“assallamuaikum……”sambil masuk ku lihat anakku duduk dipojok dekat lemari kaca tempat mukenah diletakkan.


“kok abbi salam tidak dibalas?” tanyaku


“dijah…balas dong…dosa..loh tidak dibalas” syaidah memberi tau dijah masih dengan menangis


“dijah…..siti Khadijah azhara leno harun…Assalamualikum…”tanyaku lagi dan aku berdiri didepan anaku yang masih memeluk lututnya sambil menangis


“wa….wa…waallaikumsalam…….ab…ab…abbi” akhirnya dia memandangku, kulihat air matanya yang sudah membasahi pipinya yang tembem dan ingusnya yang sudah keluar..lucu memang namanya anak anak .


Akupun jangkok dan masih memeluk syidah kudekati anakku ku rentangkan tangan kiriku agar dia memelukku, akhirnya dia bangkit dan memelukku sambil menangis dan akhirnya dua anakku menangis berbarengan (syaidah yang awalnya sudah berhenti ikut kembali menangis mungkin karena kembar kali ya) dipelukanku akupun memeluk ananku dengan erat dan kucium pipi mereka berdua bergantian.


“abbi kangen……maafkan abbi baru bisa pulang….abbi sayang kalian, kangen sekali abbi dengan anak anak abbi….mau maafkan abbi….”pintaku kepada kedua anakku dan mereka dengan kompak memandagnku sambil mengangguk dan memeluk kembali, kurasakan bahuku basah karena tangis mereka dan mungkin bersaman dengan ingus mereka karena kurasakan syidah mengusapkan hidungnya ke bahuku, keelus punggung mereka berdua


“abbi janji ….abbi tidak akan meninggalkan kalian lagi……”kataku


Kurasakan punggungku dielus dan kubalikkan badanku, kulihat sayidah melihatku sambil menangis dan memeluk


diriku dan anak anak, akhirnya kmi berpelukan dengan kedua anaku di tengah (yah kayak telletabis gitu).


“sudah tangis tangisannya ayo kita sholat..sudah magrib nah” kata mas satria yang memandangku, dan kulita semua keluargaku dan temanku memperhatikan kami, akhirnya kami tersenyum walaun dijah tidak terima lepas dari pelukkanku, sedangkan syidah sudah pergi untuk wudhu


“sudah ya sayang, kita sholat dulu baru nanti sama abbi lagi?” syaibah menenangkan anaku


“abbi tidak pergi lagi khan?”Tanya dijah


“sudah dijah wudhu, abbi ganti baju dulu ya, ini ummi bawakan “ sambil memberikan baju koko dan sarung untuk aku pakai sholat.


Akhirnya kami solah berjamaah..ya ini sholat berjamaan buat ku dikelilingi orang orang yang paling kucinta, setelah


sholat syidah membawaku masuk kekamarnya untuk mandi dan masih dengan si kembar yang tidak mau lepas dari ku, ku genggam jari kedua anaku dan mereka masuk kekamar kami, akhirnya akupun sudah selesai membersihkan badanku (Aku heran kok ada bajuku dirumah syaidah ternyata mamiku sudah membawa bajuku …ya satu koper bajuku sudah berada di kamar syaidah….) dan kulihat anaku yang sedang bersendagurau di kasur sambil memperhatikan tv di kamar memperlihatkan cerita kartun


“lah mana ummi, sayang” tanyaku


“ummi mandi di kamar utie, …abbi?’ jawab syaidah


“Abbi....apakah abbi tidak pergi lagi?” Tanya saidah


“tidak sayang…abbi akan selalu ada disisi anak abbi?”


Syidah dan khadijah akhirnya memelukku kembali


“janji ya…”Tanya syaidah


“janji..” jawabku sambil mencium pipi anak anaku


“hore…..akhirnya syaidah punya abbi…!!!”


“loh kenapa, kok ngomongya begitu?” tanyaku

__ADS_1


“abbi….. disekolah aidah selalu sedih melihat teman teman diantar sama bapakya, sedangkan aidah Cuma sama ummi, eyang kakung, eyang utie, paman..aidah selalu berusaha tersenyum tapi aidah tau abbi kerja untukm mencari uang itu kata ummi dan mungkin lama pulangnya..” syaidah cerita sambil memainkan kancing baju kokoku, sedangkan khadijah berpindah ke pangkuanku sambil memandangku.


“kalau kak dijah…”tanyaku


Dijah tidak menjawab, tiba tiba dia menangis


“loh kenapa kok menangis lagi, khan ada abbi disini?”


“iya bi….dijah pernah di olok olok kalau dijah tidak punya bapak dan katanya bapak dijah sudah meninggal, ada yang bilang anak yatim, anak haram dan pernah dijah dimusuhi karena tidak punya bapak…”jawab syidah yang masih memaikan kancing bajuku. Ku angkat dijah dari pangkuanku dan ku peluk, kucium pipinya lagi sambil menepuk punggunya dengan halus


“abbi disini, abbi akan antar dijah dan aidah kesekolah dan kemanapun kalian minta, nanti kita kesekolah abbi akan


menunggu kalian sampai pulang sekolah agar teman teman kalian tau mana ayah kalian, jangan menangis ya…maaf abbi salah….abbi akan membalas semua waktu yang hilang dari kalian…” (aku tertegun ooh sampai begitunya derita anaku, ya Allah ampuni hambamu ini, ya Allah cukup sudah derita anaku aku akan selalu ada untuk mereka ya Allah).


Tok..tok…. pintu kamarku diketok dan kulihat syibah memandangku dan mendekatiku


“kenapa kok nangis lagi, khan sudah ketemu sama abbi..”kata syibah


“ngak kok dijah nah …ummi…dia cengeng..” kata aidah


“siapa yang nangis…”balas dijah


“lah yang nangis tadi siapa ayo…kalau aidah mah anak kuat jadi tidak nangis …wek” aidah mengolok kembaranya


“abbi…aidah nah …”Rengek dijah


“sudah …sudah ayo kita makan malam, sudah ditunggu tuh sama semuanya” sela syidah


“ayok..kita makan ..” jawan aku dan kedua anakku


“idihhh kompak ..” balas syidah


Dan akhirnya kami tertawa dan akhirnya kami menuju ruang keluarga yang sudah disulap menjadi jamuan makan malam ya kami makan malam sambil lesehan karena kami keluarga besar jadi kami makan malam di atas alas daun pisang.


Setelah makan malam kami duduk ditaman belakang rumah yang luas digazebo yang ada kami mengobrol entah apa yang diobrolkan yang penting malam itu kami cerita tanpa mengungkit cerita kelamku, dan tetap anak anakku tidak mau lepas dariku sambil meminum susu coklat dan makan camilan yang sudah disiapkan pihak wanita kami masih cerita.


“abbi…..kok tidak bawa oleh oleh” Tanya aidah


“oya…abbi lupa..abbi bawa kok entar ya abbi lupa “ sambil menapuk jidatku, kok aku sampi lupa akan hadiah untuk kedua bidadari.


Ku langkahkan kakiku untuk mengambil hadiah yang tadi sore aku bel;I tak lama datang mobil yang membawa hadiah dari took mainan dan akhirnya kusuh syidah untuk memanggil kedua bidadariku.


“dijah…aidah…dipanggil abbi, ayok nak ..” panggil syidah


Akhirnya si kembar lari “baik Ummi, kami datang..” jawab mereka serempak


Kusuruh petugas yang membawa mainan untuk manaruh mainan di ruang keluarga dan akhirnya aku mendapatkan hadiah dari istri yang solehah


Abbiiiiiiiiiiiiiiiii, mas lenoooooo!!!!!!!!

__ADS_1


__ADS_2