
Sudah 2 bulan, semenjak pertemuanku dengan istri dan anak anaku yang lama ku cari, aku masih merasa kalau ini mimpi tapi aku sadar kalau tidak ada hayalan di mataku, kulihat istriku dan twins bermain di time zone di mall terbesar di Balikpapan, aku tersenyum melihat syaibah tersenyum bahagia.
…………………….
“sayang….sayang?” panggilku
“hem…ada apa mas?” jawab syaibah sambil meyusun bantal ditarunya didalam lemari
“mas..bboleh…..minta?”
“minta…minta apa mas?’ masih menyusun bantal dan selimut yang malamnya kami tidur dilantai karena si twins masih tidak mau tidur dikamar mereka masih dengan alasan kangen
“…..itu…itu..” jawabku sambil mendekati syiabah dan kupeluk tubuhnya dari belakang, ku sibak rambut panjangnya dan ku sandarkan daguku di pundaknya, dia tersenyum dan membelai pipiku, kuputar tubuhnya untuk enghadapku kulihat matanya yang teduh, hidungnya yang mancung dan bibir yang ranum tanpa polesan warna, dia tersenyum…….”bolehkah mas minta, sayang?” masih dengan menatap matanya..senyum yang mengembang yang artinya dia setuju.
Ku cium keningnya, turun ke kedua pipinya, hidung yang mancung dan akhirnya di bibir ranum itu ku kecup dengan
penuh kehangatan, rasa manis bibirnya dan akhirnya pagi itu tugas suami istri sudah kami laksanakan, (rumah sepi karena penghuni lainya pada keluar, si twins kesekolah, mertuaku pergi ke samarinda, kakak iparku dan Diana sedang ke dokter kandungan) jadi yah itu kesempatanku”…he…he…he mumpung sepi dan tidak ada penggangu ...” batinkuaku tidak tau sudah berapa ronde yang penting pagi itu aku dan syibah melepas rindu.
------………………………………….-----------------------
“abbi…abbi…..sini!!...”teriak dijah
“oke..tunggu ya?” jawabku dan akhirnya kami bermain di bola bola. Setelah lelah bermain twins minta makan di salah satu restoran cepat saji, kuikuti langkah ratuku dan twins bahagia hatiku begitu damai dan rasa sakit yang dulu ku pendam akhirnya terkikis.
Sambil menunggu ratuku, aku dan twins bercanda mereka menceritakan semua yang dia ingat di sekolah tadi siang, hingga akhirnya ratuku membawa makanan dan ku lihat anak anakku makan dengan lahapnya……
“Abbi…..abbi…itu..!!” syaibah berucap sambil terbata bata sambil melihat ke satu arah
Akupun mengikuti arah jari ratuku dan akhirnya kulihat sosok yang telah merusak keluargaku, memisahkan ratuku dan anak anakku, tanganku mulai mengepal terlihat urat urat yang akhirnya ditahan oleh ratuku sambil mengeleng dia menahanku yang mau berdiri.
“kenapa ?”tanyaku sambil berbisik karena masih ada twins di depanku
“jangan mas, jangan lakukan ingat janjimu padaku?... “syibah mengelus punggungku sambil memandang kembali lelaki yang menggendong anak yang mungkin berusia 3 tahun atau 2 tahun dan betapa terkejutnya aku dan syibah karena disamping lelaki itu ada seorang gadis..gadis yang dulu pernah dijodohkan ke aku, kulihat syibah yang bengong sambil memegang jariku dengan erat dan akupun berbisik pada ratuku
“sayang itu bukan hasil perbuatanku karena aku tidak pernah menyentuhnya..”kataku dan masih dengan berbisik aku takut pikiran syaibah berpikiran lain dan akupun mengirim sms ke seseorang yang mungkin juga kaget membacanya.
“saya tidak berpikir begitu?” jawabnya
Tanpa ku sadari syaibah berdiri dan berjalan menuju arah orang yang dituju.
__ADS_1
“papi….?” Ucap syibah
Lelaki itu menoleh dan kaget melihat istriku
“Syaibah….?” Jawab lelaki itu ehhh papiku ya kulihat papiku menggendong seorang anak dan kulihat fransiska yang berada disamping papaku dengan menggunakan baju yang ku anggap kurang kain bagaimana tidak dia memakia kos yang memperlihatkan perutnya dan celana ketatnya dan sobek sobek chih…..
“iya pa, ini syaibah….Assallamualikum ...pi? ucap syibah sambil mencium tangan papiku
“Wa..waallikumsalam? “jawab papiku masih dengan terkejutanya
“syibah….. disini sama siapa?” Tanyanya
Syibah menunjuk kearah ku bersama anak anakku dan kulihat papiku mengikuti arah telunjuk ratuku dan kaget dia
melihatku sambil melangkah menuju kearahku dan diikuti fransiska.
Plaak !!!
(semua orang yang ada di sekitaran kami menoleh akibat suara tanparan yang terdengar dengan jelas)
“apa yang telah kamu perbuat ha! Dasar anak tidak tau balas budi!.” Papiku menapar dan memakiku, ku elus pipiku tanpa memahami apa yang terjadi
“kamu bertanya apa salahmu?...ini lihat hasil perbuatanmu!!! “ sambil menunjuk anak kecil yang tadi diserahkan ke
fransiska.
“ya…saya lihat….tapi bukan perbuatan saya!!!”masih dengan sabar
“apa !!!!! bukan hasil perbuatanmu?...ciih…ini hasil dari kita berdua lakukan..dan setelah itu kamu pergi meninggalkanku!!...”mulai fransiska juga ikut ikut, sedangkan ratuku dan anak anakku memandangku dengan tatapan yang mungkin perlu jawaban …
“Ummi…. Ayo kita keluar dari sini?” pintaku sambil membawa kedua anakku dan ratuku keluar dari masalah yang mungkin semakin meruncing.
“Abbi…?” Tanya ratuku sambil memeluk dijah sedangkan aida aku peluk
“Ummi, dengarkan! Abbi tidak akan melakukan perbuatan tercela, hanya Ummi yang ada di hati abbi dan tidak ada hati yang lain disini?” sambil menunjuk dadaku sendiri.
“berhenti kamu!! Jangan lari dari masalah….lenoooo!!” teriak papiku dan akupun berhenti tepat
“apa !!!!!” teriaku lagi sambil melihat ke papiku yang sedang menyusulku
__ADS_1
“apa yang baik darinya !!” papiku berucap sambil menunjuk ratuku
“kamu tau dari dulu papi tidak suka dia ! dan keluarganya…, karena dia usaha papi hampir mengalami kebangkrutan, untung ada ayah fansiska yang menolong….!!! Papiku mendekati ku dan menarik tanganku untuk menghadapnya kembali
“lepaskan, tuan saya tidak ada kepentingan atas itu, dan perlu saya tegaskan saya hanya menganggap tuan ayah
saya…tidak tidak ada yang lain…, ya dulu saya bangga tapi sekarang tidak, dan masalah anda dengan mertua saya….. bukan urusan saya!!” ucapku
“apa yang kau katakana…bukan urusanmu…kamu anakku..leno..penerusku!!! aku bangga padamu tapi apa..hah..kamu malah menikah dengan anak musuh papimu..!!”
“tuan ….harap tuan fahami, saya bukan penerus Cokro !!! tidak akan menjadi penerusnya!!”
“apa..gara gara wanita ini..kamu tidak mengakui aku sebagai papimu..ha!!”
“tadi sudah saya bilang…saya mengakui anda sebagai ayah saya ..tidak ada yang lain?”jawabku masih dengan memeluk aida
“sayang….!!! Kata fransiska mendekatiku
“maaf ....!! Nona, saya bukan kekasih anda dan perlu saya sampaikan….ini istri saya !!” sambil memegang lengan ratuku
“jangan kamu lakukan ini sayang!!”fransiska masih dengan manjanya
“kamu tau ini ..juga anakkmu,…ingat yang telah kita lakukan di francis…?”
“maaf..nona saya ingat…tapi sekali lagi saya tidak melakukannya!!” sambil menepis tanganya
“Lenooo!!!”teriak papiku
“abbi…..??” syaiba memandangku dan kulihat butiran air mata mulai terlihat
“Ummi… abbi tidak melakukannya? Percayalah ..Ummi?”
“leno…kamu harus bertanggujawab!!” fransiska memandang ku
“bertanggung jawab..? ha…ha..ha, tanggung jawab apa?”tanyaku lagi
“ya dia harus bertangung jawab atas perbuatan yang mana,…..cokro!” suara yang familier muncul tiba tiba
(dan orang itu sekarang sedang berhadapan dengan aku dan papiku sambil tersenyum kepada paiku)
__ADS_1