
Pagi ini aku pergi ke hotel tempat kami kemarin bertemu,mobil ku pacu dengan cepat, ya hari ini aku akan bertemu
dengan kekasihku, istriku, my wife dan entahlah apapun julukanya yang penting dia bidadariku yang telah memberiku kebahagian yang tidak bisa ku pendam…hanya senyum kebahagiann……
Penampilanku…ah jadi ingat kemarin aku dibawa sama mas satria ke sebuah lapangan bola dan akupun kaget karena disana sudah hadir Herman, Cahyo, Diana mereka senyum senyum sini kepadaku sambil berjalan ku hampiri semua sahabtku yang lama tidak bertemu.
FLASH BACK
Herman lari ke hadapanku sambil merentangakan tangan yang kukira dia akan menyambutku tapi ternyata…………..
Bug…bug…pukulan herman melayang keaarah wajahku dan akupun tersungkur ke tanah..
“Ahhhhh…..kenapa her, apa yang kamu lakukan” tanyaku sambil berdiri
Herman tidak menjawab dan akhirnya bug…bug …..pukulan mendarat kembali ke perutku dan akupun tersungkur kembali sambil memegang perutku yang sakit..
“Her sudah…sudah…jangan kau lakukan….!!! Teriak Diana
“Herman !!!..berhenti…”pekik Cahyo
Dan….dan ku lihat mas satria hanya duduk di pojok lapangan sambil merekam adegan barusan sedangkan herman dipegang sama cahyo sahabatku
“mas sat.!! mas…..tolongi kali kok malah merekam sich…”pekik Diana
“ooo oke oke….baik sayangku…” sambil melangkah menolonng aku
“makasih mas……”jawabku
“biasa aja…….” Jawabnya santai
“halo bro bagaimana kabarmu? Tanya cahyo yang sudah melepaskan herman yang sudah disuruh duduk sama mas satria agar emosinya cepat reda...he...he....
__ADS_1
“baik cah……? Plak....plak…!!! Tamparan yang kuterima dari tangan cahyo mendarat manis dikedua pipiku dan kurasakan perih di sekitar bibirku dan lagi
“maaf ya aku tidak meninjumu dengan keras karena, istriku sedang mengandung, sebenarnya aku gatal mau menendangmu” cahyo hanya tersenyum……”apa??? lah yang dia.. lakukan barusan apa” (batinku sambil
kurasakan ada sedikit darah keluiar dari ujung bibirku)
“ leno apakah kamu baik baik saja?” Tanya Diana….tapi aku langsung menunduk takut melihat Diana karena aku tau bagaimana sifat Diana si pemegang sabuk hitam Kyiyoko singkey (beladiri jepang), sambil terduduk ku tangkupkan tanganku ke dada sambil memohon kepada Diana agar tidak memukulku karena kalau dia memukulku bisa jadi aku masuk rumah sakit cukup herman dan cahyo yang melakukannya.
“aku baik Din…tolong jangan pukul aku lagi…” pintaku
“ya tidak lah…aku kan tidak seperti dulu yang suka kekerasan tapi ingat aku suka kekerasan buat membela yang lemah dan yang benar …..”jawab Diana, dia memegang tangakuyang kukira mau bersalaman dan….dan….”aou…aou…sakit Din…sakit!!!…” jemariku digenggam Diana dengan sangat kuat dan kelihatan urat di setiap tangan nya
“ah …masak sakit…bagaimana dengan hati syaidah, jiwanya, raganya.? Apakah kamu sadar itu leno? “Tanya Diana
Aku diam membisu… kupandangi sahabatku Herman yang sudah tenang tapi dengan tatapan sinis, cahyo yang duduk disamping herman sambil minum, mas satrria yang lagi merekam dan Diana yang memandangku
dengan tatapan marahnya kulihat matanya yang melotot.
bule itu!!” pekik Diana kepadaku
“tidak Din…bukan seperti itu !!! kamu salah…kamu…..”
“apa yang salah, dimana yang salah..jawab leno…!!”herman mendekatiku dan melihatku dengan geram dan nafas yang tidak beraturan
“dulu kamu yang memintanya!!….sudah kuberitahu padamu, jangan sakiti hatinya…tapi apa?ha..sekarang kau datang ingin membuat luka dihatinya yang sudah kering terbuka lagi, begitu maksudmu ..leno!!!” hentak Herman sambil menarik kerah bajuku
“Mas satria bantu saya jelasin ke mereka……”pintaku
“lah jelasin sendiri…khan kamu yang punya salah…jelasin saya cuma jadi pendengar tadi” jawab mas Satria sambil
senyum senyum dan masih merekam
__ADS_1
“oke tapi jangan pukul lagi , ku jelasin kepada kalian…..? bisa” pintaku
sambil melepaskan cengkraman herman melangkah dan duduk disamping mas satria dan cahyo serta diana sedangkan aku duduk ditengah ya dihamparan rumput lapangan bola aku disidang oleh sahabatku, sahabat istriku dan kakak iparku yang dari tadi asik merekam
“Jelaskan Leno playboy” ucap Cahyo
“aku bukan playboy..Cah..jangan ngomong asal kamu!!!!!!!”amarahku memuncak
“mau apa kamu ? ……”Diana…sambil merapikan baju hem yang dipakai Diana dia melihat diriku dan berusaha sabar karena dia duduk disamping mas satria yang senyum senyum.
“Cepat ceritakan…!!”pinta herman sambil duduk disamping mas Satria.
Akhirnya kuceritakan kejadian kejadian yang membuat aku dan Syaiba bercerai
Dan akhirnya mereka mengerti dan yang membuat aku kesal mas satria memperlihatka hasil pertemuan diriku dengan ayah, bunda, paman dan mamiku di hotel tadi, coba dari tadi diperlihatkan khan aku tidak bonyok kayak gini ..batinku.
+++++
Biarkan waktu berjalan apa adanya,
Jangan minta untuk dihentikan,
apabila waktu bisa berhenti
dia akan berkata,
Mengapa kamu mau menghentikanku?
Sedangkang jam, detik, menit tidak bisa diajak berhenti
Selain harus tetap berjalan
__ADS_1