Syaiba

Syaiba
Episode 23


__ADS_3

“maaf pak nunggu lama mobil itu masuk


kearah sebelah kiri pa, rumah no 18,” kata pak sopir


“baik pak makasih atas informasinya,


oya bisa bantu saya carikan hotel dekat sini pak,?” pintaku


“bisa pak, mau yang dekat bandara ?


ada pak”


“terserah pak, yang mana aja,?”


jawabku dan tidak lama aku melihat mobil yang barusan masuk lewat menuju arah


kota


Akhirnya taxi setop di depan hotel


yang memang dekat dengan bandara lalu akupunturun tidak lupa ku beri tips ke


pak sopir karena dia telah menolongku.


“makasih pak, atas bantuanya…oya


apakah bapak bisa mengantar saya untuk keliling kota ini?”tanyaku ke pak sopir


“bisa pak , jam berapa “tanyanya


“begini aja sy bisa minta nomor telp


bapak, agar sy bisa sampaikan jam berapa sy mau keliling?”


Akhirnya pak sopir memberikan nomor


telpnya dan sambil mengucapka terimakasih kuberi dia amplop yang sudah kuberi


beberapa lembar uang, diapun menerimanya dan akhirnya dia berlalu dihadapanku.


Kulangkahkan kakiku menuju resepsionis


untuk mendapatkan kamar buat diriku karena mala mini aku mau istirahat dulu


sambil memeikirkan rencanaka besok bagaimana.


Kurebahkan diriku di kasur hotel


kulihat pemandangan pesawat yang lalu lalang di belakang hotelku, ku ambil hpku


dan kuputar video yang tadi aku ambil kubuka dan berulang ulang kupandangi anak


dan istiku tidak terasa air mataku bercucuran dengan derasnya.


Ku telp mamiku yang ada di singapur,


ya mamiku berada disingapur karena keributan antara papiku yang tiada selesai


sampai saat ini.


“Assallamualaikum,mam…apa kabar?”


“Waallaikumsalam…..sayang…baik sayang,


ada apa sayang?”


“mam aku kangen, sambil menahan

__ADS_1


tangis”aku berusaha menahan harapanku agar mami tidak mengetahuinya tapi


ternyata salah


“ada apa sayang cerita,..ada


apa..apakah kau sudah menemukan anak mami? Sayang”


“mam…aku mau kasih kabar tapi tolong


jangan beri tau papi ya?” pintaku


“ya sayang?...ada apa?”


“mam….mam…aku …..begini aja deh mami


mau kebalikpapan tidak?”


“ke Balikpapan !!, ada apa, bukanya


mami tidak mau ketemu papimu yang sombong itu!” nada mamiku mulai meninggi


“ bukan mau ketemu papi,mam


tapi…..tapi nanti deh kalau mami mau kebalikpapan, kukasih tau”pintaku lagi


dengan sangat sedih.


“ada apa?..len..mamai minta jawaban,!”


“Jawaban untuk pertanyaan mami


barusan, mau tidak kebalikpapan?”


“mami piker..pikir dulu ya! Kasih mami


“mam waktu mami besok harus kasih


jawaban,?” mintaku mendesak mamiku untuk ke Balikpapan agar usahaku bertemu


jantung hatiku tercapai


“aduh…kok maksa sih, oke kalau gitu


mami mau kalau bukan untuk ketemu papimu, janji ya..mami tidak mau ketemu


dengan papimu..oke!” suara mami yang meninggi dan akhirnya menyerah membuat


hatiku bahagia


“kutunggu kedatangan mami ya?..besok


sudah harus ada dibalikpapan?” pintaku


“ehh..yang benar kamu len? kamu kira


singapur Balikpapan seperti samarinda gitu, gila anak mami kalau ada maunya”


mungkin sekarang mamiku akan mengakat tanganya seperti biasanya


“leno tidak mau tau, mami besok sudah harus


ada di Balikpapan dengan penerbangan pertama, oke ya mam, leno tutup


telponya…Wasallamualikum”


“len…Waalaikumsalam” jawan mami akhirnya

__ADS_1


rencanaku berjalan lancer.


Akhirnya akupun menutup malam ini


dengan tidur sambil memeluk memandangi wajah istri dan anakku yang kulihat di


hpku, ku ref berkali kali hingga akhirnya akupun terlelap dalm mimpi, mimpi


yang menyatuka aku dengan istriku dan anak anakku sambil bercanda dan berbagi


cerita tentang masa depan anakku dan masa depan kami..indahnya mimpiku.


Tidak terasa matahari menyinari


kamarku kulihat jam didindin menunjukakn pukul 8 siang berarti aku tidur 12 jam


ohhhhh rasanya aku belum pernah tidur selama ini dan senyeyak ini, semenjak  lima tahun lalu aku memang tidak bisa tidur


nyenyak aku biasnya tidur kalau tidak dibantu obat dari dokter aku tidak tidur


dan kalaupun tidur aku selalu terjaga jadi waktu tidurku tergangu kalau masalah


obat dari dokter sepertinya tidak mempan hingga akhirnya kutemukan istiku


kembali.


Aku mau mandi dulu karena dari kemarin


aku tidak mandi saking girangya aku dan akupun masuk kekamar mandi.


Tidak lama berselang terdengar hpku


berbunyi, kulihat siapa yang menelpon..buru buru kuangkat


“Assallamualikum, mam bagaimana sudah


sampai? “tanyaku


“Waallaikumsalam….ya belum len, kamu


ini sabar kali ini mami mau sampaikan mami mau naik pesawat jadi jemput mami ya


di bandara, mami bawa barang banyak…..”


“jangan banyak banyak mam, ?”


“yang penting kamu yang jemput..oke


mami masuk pesawat dulu ya”


“Oke..mam ku tunggu……”akhirnya telp


mami putus


Buru buru kulangkahkan kakiku ke loby


hotel tapi sebelumnya ku sarapan dulu karena dari kemarin aku belum sarapan dan


hanya minum air mineral aja… ya semenjak aku menikah denga syaiba aku dilarang


keras minum bersoda katanya tidak baik untuk jantung jadinya setiap ada


pertemuan aku selalu minum air meneral sama seperti syaiba. Setelah sarapan dan


meminum secangkir kopi akhirnya ku telp pak ali (sopir taxi yang mengantarku


tadi malam)

__ADS_1


__ADS_2