
“maaf pak nunggu lama mobil itu masuk
kearah sebelah kiri pa, rumah no 18,” kata pak sopir
“baik pak makasih atas informasinya,
oya bisa bantu saya carikan hotel dekat sini pak,?” pintaku
“bisa pak, mau yang dekat bandara ?
ada pak”
“terserah pak, yang mana aja,?”
jawabku dan tidak lama aku melihat mobil yang barusan masuk lewat menuju arah
kota
Akhirnya taxi setop di depan hotel
yang memang dekat dengan bandara lalu akupunturun tidak lupa ku beri tips ke
pak sopir karena dia telah menolongku.
“makasih pak, atas bantuanya…oya
apakah bapak bisa mengantar saya untuk keliling kota ini?”tanyaku ke pak sopir
“bisa pak , jam berapa “tanyanya
“begini aja sy bisa minta nomor telp
bapak, agar sy bisa sampaikan jam berapa sy mau keliling?”
Akhirnya pak sopir memberikan nomor
telpnya dan sambil mengucapka terimakasih kuberi dia amplop yang sudah kuberi
beberapa lembar uang, diapun menerimanya dan akhirnya dia berlalu dihadapanku.
Kulangkahkan kakiku menuju resepsionis
untuk mendapatkan kamar buat diriku karena mala mini aku mau istirahat dulu
sambil memeikirkan rencanaka besok bagaimana.
Kurebahkan diriku di kasur hotel
kulihat pemandangan pesawat yang lalu lalang di belakang hotelku, ku ambil hpku
dan kuputar video yang tadi aku ambil kubuka dan berulang ulang kupandangi anak
dan istiku tidak terasa air mataku bercucuran dengan derasnya.
Ku telp mamiku yang ada di singapur,
ya mamiku berada disingapur karena keributan antara papiku yang tiada selesai
sampai saat ini.
“Assallamualaikum,mam…apa kabar?”
“Waallaikumsalam…..sayang…baik sayang,
ada apa sayang?”
“mam aku kangen, sambil menahan
__ADS_1
tangis”aku berusaha menahan harapanku agar mami tidak mengetahuinya tapi
ternyata salah
“ada apa sayang cerita,..ada
apa..apakah kau sudah menemukan anak mami? Sayang”
“mam…aku mau kasih kabar tapi tolong
jangan beri tau papi ya?” pintaku
“ya sayang?...ada apa?”
“mam….mam…aku …..begini aja deh mami
mau kebalikpapan tidak?”
“ke Balikpapan !!, ada apa, bukanya
mami tidak mau ketemu papimu yang sombong itu!” nada mamiku mulai meninggi
“ bukan mau ketemu papi,mam
tapi…..tapi nanti deh kalau mami mau kebalikpapan, kukasih tau”pintaku lagi
dengan sangat sedih.
“ada apa?..len..mamai minta jawaban,!”
“Jawaban untuk pertanyaan mami
barusan, mau tidak kebalikpapan?”
“mami piker..pikir dulu ya! Kasih mami
“mam waktu mami besok harus kasih
jawaban,?” mintaku mendesak mamiku untuk ke Balikpapan agar usahaku bertemu
jantung hatiku tercapai
“aduh…kok maksa sih, oke kalau gitu
mami mau kalau bukan untuk ketemu papimu, janji ya..mami tidak mau ketemu
dengan papimu..oke!” suara mami yang meninggi dan akhirnya menyerah membuat
hatiku bahagia
“kutunggu kedatangan mami ya?..besok
sudah harus ada dibalikpapan?” pintaku
“ehh..yang benar kamu len? kamu kira
singapur Balikpapan seperti samarinda gitu, gila anak mami kalau ada maunya”
mungkin sekarang mamiku akan mengakat tanganya seperti biasanya
“leno tidak mau tau, mami besok sudah harus
ada di Balikpapan dengan penerbangan pertama, oke ya mam, leno tutup
telponya…Wasallamualikum”
“len…Waalaikumsalam” jawan mami akhirnya
__ADS_1
rencanaku berjalan lancer.
Akhirnya akupun menutup malam ini
dengan tidur sambil memeluk memandangi wajah istri dan anakku yang kulihat di
hpku, ku ref berkali kali hingga akhirnya akupun terlelap dalm mimpi, mimpi
yang menyatuka aku dengan istriku dan anak anakku sambil bercanda dan berbagi
cerita tentang masa depan anakku dan masa depan kami..indahnya mimpiku.
Tidak terasa matahari menyinari
kamarku kulihat jam didindin menunjukakn pukul 8 siang berarti aku tidur 12 jam
ohhhhh rasanya aku belum pernah tidur selama ini dan senyeyak ini, semenjak lima tahun lalu aku memang tidak bisa tidur
nyenyak aku biasnya tidur kalau tidak dibantu obat dari dokter aku tidak tidur
dan kalaupun tidur aku selalu terjaga jadi waktu tidurku tergangu kalau masalah
obat dari dokter sepertinya tidak mempan hingga akhirnya kutemukan istiku
kembali.
Aku mau mandi dulu karena dari kemarin
aku tidak mandi saking girangya aku dan akupun masuk kekamar mandi.
Tidak lama berselang terdengar hpku
berbunyi, kulihat siapa yang menelpon..buru buru kuangkat
“Assallamualikum, mam bagaimana sudah
sampai? “tanyaku
“Waallaikumsalam….ya belum len, kamu
ini sabar kali ini mami mau sampaikan mami mau naik pesawat jadi jemput mami ya
di bandara, mami bawa barang banyak…..”
“jangan banyak banyak mam, ?”
“yang penting kamu yang jemput..oke
mami masuk pesawat dulu ya”
“Oke..mam ku tunggu……”akhirnya telp
mami putus
Buru buru kulangkahkan kakiku ke loby
hotel tapi sebelumnya ku sarapan dulu karena dari kemarin aku belum sarapan dan
hanya minum air mineral aja… ya semenjak aku menikah denga syaiba aku dilarang
keras minum bersoda katanya tidak baik untuk jantung jadinya setiap ada
pertemuan aku selalu minum air meneral sama seperti syaiba. Setelah sarapan dan
meminum secangkir kopi akhirnya ku telp pak ali (sopir taxi yang mengantarku
tadi malam)
__ADS_1