Syaiba

Syaiba
Episode 36


__ADS_3

Leno


Kurasakan istriku mengeliat aku pura pura tidur dan kurasakan dia mengangkat tanganku tapi ku eratkan pelukannku, mungkin dia kaget karena tangan kananku menjadi tumpuan kepalanya sedangkan


tangan kiriku memeluk perutnya, kurasakan hembusan nafasnya, mengenai pipiku artinya dia sedang memandangku akupun diam, kubiarkan jari jarinya menyentuh pipiku, pelupuk mataku, hidungku, aku berusaha bertahan walaupun hasrat, gairah sudah mendekati titik merah, tapi aku berusaha untuk menahanya hingga akhirnya aku membuka mataku dan kulihat dia kaget, dia berusaha melepaskan tanganku walaupun aku sudah memohon tapi karena alasan yang dibuatnya akhirnya aku lepaskan dan kutatap punggung istriku yang berlalu kekamar mandi.


Akhirnya syaibah keluar dari kamar mandi dan kulihat dia tersenyum yahhh….itu senyuman yang membuat hatiku meleleh..


“mas……kita sholat yuk?” pintanya


“baik..tunggu mas ya, “ jawabku sambil menuju kamar mandi


Tidak lama aku dan syaibah sholat berjamaah (ini adalah sholatku bersama shibah setelah 5 tahun lamanya tanpa


dirinya. Jangan ditanya kok ada mukenah karena syaibah selalu membawanya kemanapun dia pergi)


Setelah menunaikan sholat dia mencium pundak tanganku..dan ku cium keningnya …dan akhirnya kami kembali diam dengan kegiatan masing masing.


“mas…mas..sy mau ngobrol…”


“entar ya…mas pesan makan dulu..”


“boleh …….” Sambil melihat suamiku menekan telpon kamar memesan menu


“mau ngomong apa..” sambil memegang jarinya syaibah kutatap wajahnya, dia tersnyum


“mas….jangan marah sama perbuatan papi..yah?” pintany


“loh….kok gitu..sayang..”

__ADS_1


‘yang penting mas tidak boleh marah,khan papi orang tua mas juga..”


“tidak sayang karena dia kita berpisah lama,!.. karena dia aku tidak bisa menemaimu disaat kau sakit, dan aku juga tidak bisa melihat anakku lahir ke muka bumi ini ..kamu tau bagaimana rasa sakit hatiku..sayang” sambil ku belai rambut panjangnya


“mas…kita harus bisa ikhlas…..” jawab syaibah sambil mengelus tanganku dan kupotong


“tidak bisa sayang……aku masih d……”tiba tiba jari telunjuk syaiba menyentuh bibirku


“mas ingat… sy tidak suka dengan kata dendam, dari dulu disaat papi membuat keputusan itu aku ikhlas, mungkin ini jalan terbaik bagi saya, mas….seharusnya kita bisa ikhlas…”


“bagimu sayang tapi mas tidak syaibah …mas merasa….”syaibah menutup mulutku dengan tanganya


“mas ingat ya…papi itu orang tua mas?,suami syaibah, kakek dari anak anak kita ….cucunya, saya tidak mau mas…apalagi kita punya anak perempuan semua aku tidak mau terjadi kepada anak anakku..cukup semua kejadian kita kubur di dasar laut supaya tidak bisa keluar kembali. Kita buka lembaran baru kembali…bisa..”


‘tapi..syai…”


“maka apa ..jangan aneh..aneh....syangku” sambil kepegang pundanya untuk berhadapan denganku dan kulihat matanya yang bersinar…


“mas tidak usah bertemu anak kita dan jangan mendekati syaibah lagi…”


“jangan…aku tidak mau sayang tidak…cukup 5 tahun kau hilang, cukup 5 tahun kau membuat hatiku hancur dan 5 tahun kau membuat aku mau mati..sayang”


“Makanya….?””””


“oke .aku mau…yang penting kau tidak pergi dariku….” Pintaku sambil kupeluk dirinya kurasakan pelukan syaibah


menepuk pundakku.


Tokk….tokkk….tok….(pintu kamar diketuk dan ku buka seorang boyroom memberikan pesanan kami, akhirnya kamipun makan bersama.

__ADS_1


“mas…kau mau ketemu anak anak kita?”


“apa…..uhuk..uhuk..” pertanyaan yang membuat aku kaget dan merasa ada keinginan yang membara.


“apaan sich..makan pelan pelan coba” omelnya sambil memberikan segelas air putih dan kuminum


“mau tidak…….”


“mau dongggggg…aku kangen…dia kembar kan?”jawabku


“loh kok mas sudah tau…??”


“namanya… Siti Khadijjah Azhara Leno Harun dan Siti Syaidah Azhara Leno Harun…yakhan..”


“ha..mas kok tau…….?” Dia masih heran dan tatapan matanya kepadaku yng mengeisyaratkan jawaban dariku.


“ begini waktu itu mas akan kejakarta, (kuceritakan kembali pertemuanku dengan syibah dan anak anaku)


“loh kok sy tidak melihat…mas?” Tanya syaiba dengan pandangan yang membuat aku ingin menciumnya


“gimana ya habis mas waktu itu duduk dekat herman dan dia mengancamku ingin menguburku hidup hidup,dan takutnya kamu pergi lagi darikuk dan takutnya lagi aku dikroyok mereka yang menjadi penjagamu bisa bisa mas nanti jadi pepes patin dong” sambil kuremas jemari istriku dan kulihat dia tersenyum dengan ceritaku…oh rasanya jantung ini berhenti berdetak karena senyuman yang diberikan istriku, ya senyuman yang kurindukan, senyum pertama kali kami bertemu, senyum yang membuat aku ….ah sudahlah hanya aku dan Allah yang tau.........


“ loh kok malah tersenyum, apa da yang lucu?” tanyaku


“iyalah, bagaima tidak lucu, masak mas takut sama mas herman dan mas cahyo” sambil melihat diriku


“itu dulu sayangku!!.........” kupandangi wajah syaiba dan kupeluk dirinya hingga akhirnya wajah kami semakin dekatdangan deru nafas yang pelan dan kurasakan detak jantung istriku, kucium bibirnya dan kuelus punggunya….itulah ciuman kami yang kurindukan dan kupandangi istriku yang menutup matanya seakan dia ingin lebih dari itu (itu pikiranku ya…he..he…he)


Akhirnya waktu menunjukkan pukul 14.30 adzan Ashar berkumandang kamipun melakukan sholat berjamaan kembali dan sujud syukur atas pertemunya kami kembali.

__ADS_1


__ADS_2