Syaiba

Syaiba
Episode 10


__ADS_3

Maaf ya kalau ada kata kata atau untaian tulisanya ada yang salah atau menyinggung hati, karena sy baru belajar....... yuk lanjut buatnya...


\============================================================================


Di dalam mobil leman tidak henti


hentinya ku memandang wajah boly yang canti itu dengan lesung pipi yang


terlihat semakin manis rasanya, hidung yang mancung apalagi bibirnya yang


mungil merah merekah, dengan rambut yang teruai sepanjang pinggangnya (“ aduh


jantungku mau copot lagi, gila nich gadis bikin aku mau menyantap itu bibir,


apalagi lihat lesung pipinya yang semakin membuat jantungku berdebar-debar”


hatiku berkata) .”kak kenapa?”…”oh tidak, Cuma mikir kayaknya kita dulu pernah


ketemu ya, tapi dimana ya? Ku jawab dengan pandagan yang tak ingin kulepaskan


dari wajah itu………


Baru sepuluh menit tiba-tiba telp boly


berbunyi…….


“Assallamualikum, ada apa kak surya”


“masih dijalan kak, kenapa ?”


“kok bisa, bukanya tadi ical tidur?’


“oke..oke kak, makasih ya, sy wa bang


syam untuk beri kabar”


“Waallaikum salam..”


Kulihat wajah boly yang berubah sambil


mengetik surel sepertinya lalu ku Tanya “ada apa, boly?”…”kak bisa kita balik,


Ical menangis minta aku ada, maaf ya kak buat kaka susuah begini?”…”tidak


apa-apa, tapi apakah kau sudah bilang sama abangmu?”…”Sudah kak, sudah juga


dibalas, katanya yang penting masih ada kak herman,” katanya……”maaf ya boly,

__ADS_1


boleh sy Tanya?”…”boleh, kak mau  Tanya


apa?”..”apa hubunganmu sama herman?”…….”oh itu, kak herman adalah sepupu sy,


kak dari pihak ayah”..”ooo gitu, kirain, pacar..” sambil bernafas legah …”ah


kakak ada ada aja, sy belum dapat pacar karena belum ada yang pas, karena


setiap cowok “….langsung ku potong “ kenapa bukanya banyak cowo yang mungkin


suka sm boly?” tanyakku …”yang dekat sama saya banyak, tapi setelah sy bila


kamu mau sama saya artinya aku harus sayang anak saya….he.he..he..” ketawanya


aja renyah bagaikan peyek yang baru digoreng…tambah gemes aku padanya……


Setop diparkiran kami langsung berlari


ke ruangan anak, tapio kami di jegat satpam yang melarang kami masuk karena jam


kunjung sudah usai dan agak lama keluar dokter steve (dilihat dari pal namanya


yng ada di saku atas)… “biar aja pak dia mau ketemu anaknya…” “tapi dok, ini


melanggar aturan…” ..’tenang pak nanti sy yang bertanggung jawab “ kata steve


mau diam sambil teriak menyebut nama boly berulang ulang….


 “kenapa, ical , kok bangun, apa yang ical cari,


ini bunda…” kata boly


“tak mau ditinggal”….”kakak temani


icay bobok ya”.rengeknya


“boleh tapi langsung bobok ya, “ lalu


digendong ical dengan penuh cinta sambil menepuk nepuk punggung si kecil


berbadan bulat itu”


“sisi biar sama bang leman aja khan


kasihan bunda syi” kata leman“tidak mau…”


“kalau tidak sama bang surya” (

__ADS_1


menggeleng ical), atau sama bang herman, ya” kata surya dan masih tetap tidak


mau dia menggelng kepalanya membuat boly meminta supaya berhenti bertanya


 “gimana kalau sama abang ya nanti kalau sudah


sembuh abang belikan truck, mau” pintak leno “boleh, bang tapi yang besyar ya”


kata ical sambil minta dipeluk ke arah leno. Ku peluk ical dalam dekapanku dan


ku lihat boly merenggangkan tanganya…gila berat juga ninch anak tau gitu…ah


tidak apa apa yng penting ada dia disisiku (batinku)…” kak tidak apa apa, berat


loh icalnya”……..…” tidak apa apa sudah biasa” jawabku


“bund,…. Icay kangen sama falah”


“makanya cepat sembuh sehingga bisa


ketemu farah” jawab boly dan akhinya ical mengaguk tanda setuju, tidak lupa


masih sama punggung ical di tepuk hangat oleg boly, tanpa sadar Apa yang kami


lakukan berdua tadi sudah diperhatikan oleh surya, leman dan heman sambil


tersenyum senyum tanda ancaman yang akan aku terima besok di kampus…(kampret..kok


tidak kulihat kunyuk..kunyuk  (batinku)


Andhika maical putra (Ical), aku ingat saat itu


hujan lebat bersamaa dengan petir dan Guntur,aku  ingin tidur di panti karena citra yang


sekarang sudah diadopsi oleh orang tua angkatnya dan sudah dibawa ke batam


menangis dia takut akan Guntur serta petur, sayup-sayup ku dengar suara bayi


menangis terasa jelas ditelingaku, kulabgkahkan kaki kedepan bersama bunda


lilis dan pak broto, penjaga panti kaget karena didepan pintu ada kardus bekas


parcel dengan sedikit ku lihat ada darah yang sdh kering di sekitar dus lalu


pak broto membukanya “Astaghfirulloh !!! “ teriak pak broto…


 

__ADS_1


InsyaAllah besok nyambung lagi ya ..lagi ada acara keluarga..terimakasih


__ADS_2