
Maaf ya lama ...karena saya harus menyelesaikan permasalahan di rumah dan baru sembuh dari sakit yang Alhamdullilah sudah baik eehhhh malah otak ini malas untuk mengetik tapi kini aku semanat lagi untuk menyelesaikan KISAH SYIBAH lanjut ya.......
“saya ikut mas….” Aku beranjak dan mengikuti mas Syam yang sudah berlalu di hadapanku
Ku temukan mas satria dengan Diana yang lagi bercanda di taman belakang bersama si kembar dan mas Syam menarik tangan mas Satria untuk menjauh dari anaka anakku, kuikuti bersama Diana yang menyusulku ke dapur dan duduklah kami di meja makan.
“Sat…apa yang telah kamu lakukan terhadap leno?” Tanya mas Syam sambil mengambil air putih dan meminumya sambil duduk
“sy…lalukan apa mas”tanyanya
“jangan bercanda kamu? Apa yang sudah kamu lakukan!”
“he..he… tapi bukan sy yang lakukan?”
“lalu siapa…?”
Akhirnya Mas Sartria memperlihatkan video di hpnya dan akupun kaget, kupandangi Diana yang dia lakukan hanya
mengakat pundaknya tanpa da rasa berdosa.
“oke …sudah ya sat jangan lakukan lagi…ingat kekerasan bukan hal yang baik..camkan itu, Diana buat kamu juga, cewek kok begitu ?”
“InsyaAllah mas, habisnya gemes lihatnya…” jawab Diana yang tersenyum
__ADS_1
“tapi dia tidak apa apakhan?” tanyaku
“aman….seratus persen masih utuh..”timpal Diana
Ku cubit lenganya dia, diapun meringis aku faham dia dan mas Satria cocok suka usil
Flash back Off
Syaibah
Dikamar ini aku bersama mas leno yang masih berpelukan melepaskan rindu yang lama kami pendam, walaupun hatiku belum siap, tapi pelukan hangat yang kurasakan darinya membuat hatiku, jiwaku terasa damai tak ingin kulepaskan pelukan ini, pelukan yang ku nantikan selama 5 tahun pelukan yang membuat aku nyaman dan kurasakan dia mencium keningku berulang ulang sambil mengucapkan kata maaf yang tiada henti sampai akhirnya akupun tertidur di pelukanya.
---------------------
Kupeluk istriku, pelukan yang sangat erat, kucium keningnya, rambutnya yang wangi, bau tubuhnya yang selama ini ku nantikan, pelukan syaibah yang semakin lama semakin erat, ku usap rambut hitamnya yang panjang sambil kuucapkan kata maaf berulang ulang, bajuku basah karena tangisanya dan semakin lama kurasakan hembusan nafasnya yang teratur…ya istriku tertidur inilah yang selalu kunantikan dia selalu tertidur didalam dekapanku, ku gendong istriku kurebahkan dia di kasur dan kulepaskan pelukanya,kucium keningnya, matanya walaupun masih bengkak akibat menangis, pipinya, hidungnya dan terakhir ku kecup bibirnya. Kupandangi wajahnya yang semakin ayu ku usap air mata di matanya, kutarik selimut untuk menutupi badanya, akupun beranjak dan merapikan berkas yang tadi kami lihat, kulihat surat nikah kami berulang ulang, kupeluk dan tanpa terasa akupun menangis.
“makasih Ya Allah, kalau bukan kau penolongku aku mungkin sampai sekarang masih belum bisa bersama istriku”
batinku sambil melangkah menuju pintu kamar dan ku kunci lalu akupun beranjak ke kasur dan kupeluk istriku yang amat kucintai.
“biarlah ini yang terakhir…aku tidak mau kehilangan dirimu lagi ..MY Bolly, I LOVE YOU” kukecup sekali lagi bibirnya dan akhirnya akupun tenggelam dalam tidur dengan mimpi yang indah menemani kami berdua.
Jam menunjukkan pukul 12.30-------------------------------------------
__ADS_1
Syaibah
Ku buka mataku sambil ku renggangkan badanku, aku kaget, kurasakan sebuah beban sedang berada di perutku, kulihat tangan yang dulunya kekar sekarang kurus kulit yang dulu putih kini agak kecoklatan, lalu kupandangi wajahnya sambil mengangkat tanganya, tapi nyatanya dia semakin memelukku dengan erat, wajah yang dulu selalu ku kagumi, kini tidak terawatt dengan bekas jambang dan kumis yang masih terlihat, raut wajah yang
terlihat sendu, dengan warna kecoklatan, ku coba untuk mengelus wajahnya,matanya, hidungnya dan pipinya semuanya tidak luput dari pandangangku sampai tampa sengaja kulihat matanya menatapku dengan senyuman yang mengembang….
“…bolly, apakah kamu sudah baikan..?”tanyanya
“Alhamdullilah…sudah…tolong lepaskan tanganmu, sy tidak bisa bergerak?” pintaku
“sebentar ya…? 20 menit lagi..”pintanya
“baiklah..mas tapi sy sudah tidak tahan???”
“kalau gitu kita sama..sama ya?”pintanya
“apaan sich……”
“oke tapi ….”
“tapi apa…..jangan macam…macam” aku tau apa maksudnya tapi aku berusaha untuk menahan gejolak di hatiku
“tidak ..bolyku sayang..” sambil melepaskan tanganya akhirnya kupun pergi kekamar mandi
__ADS_1
--------------------------------------------------