
Sore itu kami dipanggil papi untuk
kerumahnya karena mami kangen katanya, kalau kupikir bukanya baru kemarin lusa
kami kerumah mami, ya aku dan mas selalu membagi jatah untuk kerumah orang tua
kami tapi ini kok papi menyuruh kami untuk datang kerumah induk.
Akhirnya aku dan mas pergi dan sebelum
itu aku membuatkan kue kesukaan mami brownis pisang yang katanya dia suka, mami
memang selalu menyukai masakan yang aku buat entah masakan ataupu kue dia suka.
Sambil melangkah aku dan mas masuk kerumah bercat putih dan megah itu.
“Assallamualikum, pi, mi kami
datang..!” mas leno masuk sambil memegang tanganku sedangkan tangan yang satu
membawa kotak kue yang tadi sudah kubuat
“Waallaikumsalam…masuk sayang….? Wih
pasti brownis ya!” sambil memelukku dan menariku masuk ke ruang tengah
sedangkan leno hanya bengong….
“mam…… kok aku ditinggal ,……mam? Mama
papi?” Tanya leno
“ ih kamu …sana diruang baca….ayo
sayang kita kedapur mami sudah tidak sabar mau makan buatan mu?” sambil menarikku
dan menaruh kue diatas meja makan dan aku membantu membuatkan teh madu yang
memang sudah kupahami kalau keluarga suamiku menyukai teh madu buatanku entah
kenaapa kalau yang buat mami atau bibik selalu tidak enak apa takaran dan cara
sama…
Diruang baca
“Papi sedang apa?...” leno melihat
papinya sedang duduk sambil membaca berkas yang di tangannya.
“sudah datang? Syaibah juga sama
kamu?”
“ya pi..tuh diculik sama istri papi,
?”
__ADS_1
“len..papi mau!” ngomong sambil menyuh duduk disamping papinya
“ada pi kok kayaknya ada masalah?”
“begini kantor di prancis lagi ada
masala, papi meminta kamu untuk pergi kesana? Bisa”
“kenapa bukan papi?” Tanya leno
“papi masih ada urusan di singapura
dan itu tidak bisa ditunda!”
“baik nanti aku ba….” Belum leno
ngomong sudah diputus dengan papinya
“kamu aja yang pegi, syiba biar disini
bukanya dia sedang menyusun skripsinya?”
“jangan buat dia capek…kalau sudah
selesai kau pulang cepat,…oke..bisa”
“oke, saya sampaikan ke syai pi…kapan
aku berangkat?”
“besok, pagi kau pergi perihal yang
“Apa…besok..cepat pi? Aku be..”
“sudah …yang penting kamu setuju nanti
yang lain papi hendel dari sini”
“ halo…tuan..tuan ayo ..ke luar jangan
rapat terus nanti kuenya dingin>……..!” mami memotong pembicaraa leno dan
papipnya.
Diruang keluarga ku lihat papiku
keluar dari ruang baca dan akupun mencium punggung tangannya
Dan akhirnya kami kumpul dan menikmati
senja itu dengan bahagia.
“Syaiba, …papi mau ngomong?”
“ya, pi..ada apa?
“begini, kantor papi yang ada
__ADS_1
diprancis ada masalah, jadi papi menugaskan leno untuk kesana?”
Aku pun bengong sambil melihat mas
leno begitu juga mami yang dari tadi makan brownis sambil melihat suaminya.
“kapan perginya, pi?
“besok siang, tapi leno yang pergi
sedangkan syi disini aja untuk menyel;esaikan skripsinya, bisa…..”
“pi…. Bisa kok khan untuk urusan
kantor, “ jabawbku sambil meminum teh yang kubuat tadi
Memang kuklihat mas leno diam aja
tidak ada ucapan ataupun kata kata yang keluar dari bibirnya hingga di berdiri
dan memegang tanganku.
“Pi..mi…aku pulang ya? Mau siap siap
buat pergi besok…?” kata leno
“loh mas….baiklah..pi..mi syi pulang
ya buat siapin keperluan mas leno” sambil mencium kedua telapak tangan
mertuaku.
Di jalan aku melihat wajah suamiku
yang begitu sedih tanpa ekspresi yang biasanya dia perlihatkan setiap
hari..tidak seperti biasanya batinku, ada apa ya…
“mas ada apa?” tanyaku sambil melihat
suamiku yang sedang menyetir
“nanti dirumah saja ya sayang…….?”
Dengan wajah yang masih sama datar
Akhirnya kami sampi dirumah kami yang
memang tidak jauh dari kediaman rumah mertuaku hanya 35 menit sampai.
Ku lihat mas keluar dari mobil hingga
masuk rumah tanpa berbicara, ada apa ini, pasti masalah di sana rumit batinku.
Kuikuti langkah suamiku yang sekarang masuk ke kamar kami dan dia duduk di
pinggir kasur dan aku jongkok didepanya sambil kupandangi wajah suamiku yang
__ADS_1
kelihatan kusut.