Syaiba

Syaiba
Episode 37


__ADS_3

“mas, kita pulang ya…?”kata syaiba setelah selesai sholat


“tapi bagaimana anak anak sayang?”tanyaku


“InsyaAllah mereka akan gembira, bertemu dengan abbinya yang lama tidak pulang karena kerjajadi TKI?”jawab syaiba santai sambil tersenyum menatapku


“apa…kerja…jadi TKI..”tanyaku


“iya ..mas sy harus menjawab begitu sehingga tidak ada rasa dendam buat mereka kalau mereka tau apa yang terjadi diantara kita mungkin mereka akan merasa benci dan dendam kepada dirimu mas dan sy tidak suka itu mas, lebih baik sy tutupi dulu kisah kita sampai waktuya tiba”jawabnya


“tapi kenapa jadi TKI??”


“lah iya dong lebih baik jadi TKI dari pada sy bilang abbinya meninggal….hayo…gimana sich…. Lebih baik sy ngomong jadi TKI khan masih ada wujudnya kalau meninggal lalu mereka bertanya dimana kuburnya, sy mau jawab apa,? Apa sy harus sewa makan seseorang lalu sy tulis nisanya atas nama mas gitu?jangan mas tidak boleh itu, dan bila waktu sudah tepat baru ss ceritakan kepad mereka yang sudah bisa memahami kehidupan ini,untuk saat ini biar begini dulu” jawabnya dan akupun memahami apa yang dimaksudnya.


“oya mas mulai sekarang mas, kita ganti panggilan ya?”


“maksudnya???”


“mas pangil, sy Ummi dan sy panggil mas Abbi, karena anak anak kulajari begitu, mau khan”


“hem…bisa tapi kalau tidak ada mereka aku panggil bolly maukan”


“boleh dong..”sambil mencubit tanganku dan kupeluk dirinya ….ahk rasanya tak mau kulepaskan pelukan ini


“mas…mas…??”


“hem….apa syai?”


“sudah dong kapan pulangnya,….”sambil melepaskan pelukanku


“sebentar ya mas masih kangen, 20 menit ya?”


“tidak mau….ayo nanti anak anak mencariku”


“Sayang sebentar aja..ya?” pintaku lagi sambil kuciumi setiap inci wajanya


“mas…mas…sudah ya?”


“hem…baiklah tapi temani mas dulu ya?”


“kemana..?”

__ADS_1


“mas mau beli oleh oleh  buat anak anak mas..”


“oleh …oleh?”


“iya dong khan mas baru pulang jadi T….K….I, !” sambil ku kecup bibir syaiba yang langsung berdiri dan merapikan


pakaianya dan membereskan barang barang yang ada di meja tamu.


“okelah….abbiku, tapi ada syaratnya?”


“syarat…boleh apa syaratnya?”


“abbi tidak boleh membeli banyak mainan yak arena ummi mengajarkan kesederhanan buat mereka berdua…ingat tidak boleh banyak…janji” sambil mengjulurkan jari kelingkinya kepadaku


“baik lah..” sambil menyatukan jari kelingkingku dan kelingkinya


Akhirnya kamipun pergi ke mall yang ada kubeli hadiah buat anak anakku yang awalnya Cuma 4 menjadi………akh aku gila mata (he..he..he…) demi anak anakku berapapun harganya akan ku belikan


“abbi…..!!!!” panggil syaibah dan mencubit pinggangku


“ada apa ?”


“he…he…he….iya abbi kalap Ummi” jawabku


Tanpa disadari syaiba aku sudah memesan begitu banyak mainan di toko mainan anak anak dan ku pinta mengantarkan ke alamat yang sudah kutuliskan.


Buatku beli mainan di took mainan ini bisa ku beli semua tapi mengingat syaiba tidak suka akan keborosan makanya kutahan niat ini …walaupun akhirnya egoku muncul demi anak anaku pastinya…….


Akhirnya setelah membeli mainan dan baju yang ujung ujungnya istriku marah marah tapi dengan rayuan mautku akhirnya dia mengalah dan kamipun meluncur pulang ke rumah mertuaku.


Dijalan kami bercerita begitu banyak sampai kulihat istriku tertidur dengan senyum yang mengembang diwajahnya,


mungkin dia lelah akibat cerita kami tadi atau apalah yang penting senyum itu ada lagi, ku genggam tanganya dan kuk cium jemari jemarinya sambil menyetir kendaraan ku menembus jalanan kota Balikpapan.


Ku berharap ini bukan mimpi, Kuberharap tidak ada lagi air mata Yang kuharapkan kebahagian, dunia akhirat Ya Allah kabulkan permohonan hambamu ini (batinku sambil menahan embun yang menggenangi mataku...ya aku menangis tapi takut ketahuan syibah dan kutahan)


Akhirnya aku sampai didepan pekarangan rumah mertuaku dan ku sentuh pipi istriku


“sayang,….. bangun sudah sampai..” ku belai pipinya dan kurasakan geliat tubuhnya.


“ahh…sudah sampai? Loh kok mas tau rumah ini?” tanyanya

__ADS_1


“akh …..sudahlah nanti mas kasih tau ya?”


“ayo cepat anak anak sudah menunggu…?”sambil ku lepaskan safty belt dan kulihat saibah tersenyum sambil mengelus pipiku...ah.. ku rindu belain ini


“makasih…abbi…Ummi sayang abbi…”


“sama sama ummiku …” akhirnya pandangan kami menyatu dan ingin kucium bibir itu tapi reaksi syaibah, ….dia


mencium pipiku….aku mematung dan diam.


“mas…mas…eh abbi…abbi. Kenapa ?


“ehhh tidak jawabku”


“ayo..semua sdh menunggu”


“ayo….” Jawabku sambil tersenyum


Tok…tok…tok…Assallamuallaikum, syaiba pulang?”


“Waalaikumsallam, neng sudang pulang?” jawab bi ani


“iya bi, mari mas masuk …oya kenalkan ini bi ani yang membantu Ummi disini?”


“oya….saya leno, bi suami dari syaiba?” jawabku sambil ku ulurkan tangku dan dibalasnya


“ooo…ya..ya…saya bi ani, kapan datang den?”Tanya bi ani sambil melihatku dari atas sampai bawah dan tersenyum


“ahh…ooo  baru datang bi” jawabku sambil tersenyum dan ku lirik istriku yang tersenyum


“bi..dimana yang lain”


“eh… di taman belakang non, karena ada tamu juga?”


“siapa ..bi” sambil melangkah kea rah dapur dan kuikuti langkah istriku menuju pintu belakang


“nyonya puji non katanya teman utie”


“apa mami disini?” jawabku


“ada mami, mas…mami disini” jawab syaiba

__ADS_1


__ADS_2