Syaiba

Syaiba
Episode 14. Ijin Abbi


__ADS_3

“lalu dengan ku..kak”


“syai beda aja, waktu pertama bertemu


denganmu aku sudah suka entah apa itu tapi setiap malam aku selalu melihat


wajahmu di setiap waktu,?”


“gombal…..gombal” jawabku sambil


merapika rambutku yang tertiup angina


“tidak ..kok aku bener..benar apalagi


disaat kau menjaga ical dengan telaten dan dengan kasihmu akupun sudah mantap


bahwa kau adalah miliku,dan akupun tidak tau apa namanya cemburu tapi waktu kau


dan herman bicara aku rasa aku benar benar marah, memang awalnya aku heran kenapa


kau ada diwaktu aku sedang gundah apakah itu jawaban dari Tuhan untukku atas


apa yang kurasakan, kau tuntun aku untuk merubah bersikap yang dulu bertolak


belakang, syai!”


“Kak..boleh sy pertimbangkan apa yang


barusan kakak bicarakan..?”


“boleh tapi jangan lama-lama aku takut


kau diambil orang, aku tidak kuat kalalu kau diambil orang,syai…. “


Dua minggu aku berusaha menghindari


dari pandangan kak leno, di kampus dan di panti aku selalu menghindar supaya


aku bisa mencerna apa apa yang harusnya aku katakana kepadanya? Memang akupun


suka dengannya selain oranganya perhatian, soleh, baik dan ahhh…banyak deh,


masalah tampan itu relatife buatku loh..perinsipku.


Tapi hari ini disaat aku sedang


menunggu Diana di halaman kak leno mendekatiku sambil membawa helm


“syai, ,……..syai….. kenapa


kamu?”….”kok menjahuiku?” sambil memasang wajah sedih

__ADS_1


“ah… tidak kok kak..aku Cuma


memantapkan hatiku dulu..?”


“boleh ku antar pulang,?.....”tidak


usah kak , aku dengan Diana”…”ikut yuk ada yang aku mau sampaikan….”  “Diana, kak…”(sambil menyerahkan helm ke aku)


“ itu Diana ….din boleh aku bawa syi


aku ada yang perlu kuomongi sama dia,…boleh?”


“boleh kok kak…. Tidak masalah (sambil


melihatku dan biasa dia cengar cengir ke aku tapi ku balas dengan melototinya)


“oke makasih ya din…..tenang aja dia


tidak ku apa apainkok!”


“oke, syi jangan lupa nanti sore biasa


ya?”….”oke maaf ya, sy sm kak leno…baik sampai nanti sore ya”jawabku


Ku pacu motorku dngan kecepatan sedang


sambil sesekali ku lihat di sepion wajah boly yang manis itu sambil dia komat


sungai Mahakam di taman yang banyak orang sedang berselfi ria dan bermain


bersama anak anak meraka. Adjan sholat djuhur berkumandang, boly minta diantar


ke masjid agung untuk sholat, akupun memacu motorku dengan pelan karena masjid


agung tidak jauh dari taman tepian sungai Mahakam, setelah sholat djuhur


kutunaikan segera aku menunggu boly di parkiran motor, tidak berapa lama aku


melihat gadisku yang cantik keluar dari masjid oh…..deg..deg jantungku rasanya


mau putus melihat di keluar dengan pancaran aura yang membuat aku bengong dan


tanpa kusadari dia memandangku dengan senyum itu dan akhirnya aku ditepuk


olehnya


“kak,…kak…kak leno…kok melamun?”…”oh…


astaga …masak aku melamun?”…”gimana kok gitu orangan dipanggil tidak merespon


gitu”

__ADS_1


“ayo..katanya ada yang mau diomongi…”


“oh iya ..ya, ayok…kau sudah makan?


“belum..kakak?”


“belum …ayo kita makan dulu!”


“baik… dimana kita makan?”


“ikut aja…”


“oke bossss?”sambil tersenyum manis


dan lesung pipinya


“aduh Tuhan kuatkan imanku,,,,,,,,”


Di café resto tempat langganaku, ku


bertanya padanya


“mau makan apa?”


“aku sembarang…”


“oke….” Ku panggil mbak dan kusodorkan


menu yang sudah kupilih……


“oke …kak sambil menunggu makannya,


mau ngomong apa?” Langsung tanpa ada komando syi Tanya ke aku


“kenapa kau sekarang


menghindariku?...apa salahku?...


“tidak….. sy tidak menghindari kakak,”


“bohong….syi..aku tau mungkin kau


tidak nyaman apalagi perihal waktu itu!”


“gimana ya…….”


“gimana apanya, ….syai”


“kak, sy mau sampaikan………..” (tiba


tiba datang menu yang sudah kami pesan)

__ADS_1


“ayo kak..kita makan dulu…”


__ADS_2