
LENO
Sore itu aku mau berangkat ke Jakarta,
karena pesawatku diundur menjadi jam 5 sore yang seharusnya aku berangkat jam 2
tadi, tapi karena ku malas kembali ke hotel akhirnya aku jalan jalan keliling
bandara untuk menguranngi rasa bosan yang tadi menderaku, tanpa kusadari
kulihat lelaki yang badanya sungguh kukenal dia memakai kemeja biru muda dengan
memakai celan kain berwarna navy begitu tegap dan seorang gadis yang sedang
hamil memakai dress berwarna pink sepertinya cocok dengan badanya yang kecil
sambil sekali sekali bermain hp.” Ya itu herman dan ayu sedang apa dia disini”
tanyaku didalam hati
Ah syukur mereka tidak mengenaliku
akhirnya aku duduk disamping lelaki itu sambil aku pura pura bermain
hp…..kulihat herman melihat jam ditanganya.
“kak.. dia datang jam berapa ?’tanya
ayu
“katanya jam 4 ..yu…?”
“ohhh….mana sih mas cahyo kok lama? “
“emang dia beli minum dimana sich”
rengek ayu
“tenang….nanti juga balik tuh tuyul…?
Sambil tersenyum herman sesekali dia melihat kearah pintu kedatangan
“ada apaa sayang..” kulihat kedatangan
cahyo yang membawa air mineral dan roti untuk istrinya dan herman
“tidak ..istrimu takut kamu hilang….”
“iya mas …malah kata mas herman mas
tuyul..” sambil makan roti boy
“ya iyalah…sayang khan mas itu
tuyul..” sambil duduk kembali disamping ayu
“her…..apakah dia nantinya akan
netap..atau akan hilang lagi?
“tidak tau cah?…apalagi peristiwa
waktu itu…tapi tolong jangan ungkit ya kasihan dia…!” tegas dari ucapan herman
mengisyaratkan suatu rahasia
“iya kasihan dia….cukup sudah derita
yang dialamaminya sampai disini!” jawab cahyo
__ADS_1
“bagaimana dengan anak anaknya,
mas?”Tanya ayu yang sudah menghabiskan 3 bungkus roti boy
“katanya anaknya tidak tau tapi dia
masih memakai nama lelaki itu untuk anaknya!”
“marah aku…..yu rasanya mau kukubur
hidup hidup dia, … awas kalau kulihat dia?”
“sabar mas, yang penting sekarang dia
balik itu yang terpenting sekarang, dan masih ada kita semua disini untuk
membuat dia semangat lagi”
“Iya……makasih yu” jawab herman yang
kutau derap nafasnya terasa berat dikeluarkan
Siapa yang dimaksudkkan…apakah
syaibah…..syaibah….pertanyaan itu mau kutanyakan tapi sejak herman memakai kata
kubur hidup… aku diam, ku tunggu siapa dia baru aku mau beranjak berdiri ayu
dan teriak memanggil nama yang tidak asing bagiku dan akupun terduduk lemas.
Nama yang lama kucari kepelos dunia
ini…aku diam melihat mereka menghampiri serang wanita cantik yang memakai baju
hem biru muda bergaris putih vertical bercelana jins hitam..ya..ya syaibah
tidak kuat berdiri karena terkejutanku.
Kulihat dia dengan rambut panjanganya
se pinggul diikat ekor kuda, wajah yang tambah cantik dan…dan… siapa itu
dibelakanganya….tanyaku dua anak gadis sepertinya berumur 5 tahun berwajah
manis dengan pipinya yeng gempal memeluk kaki istriku…. Tidak sia sia ku buka
hpku untuk mengambil gambar istriku …oooooh syaibah kau didepanku..tapi tapi
kenapa kau tinggalku, kenapa syai,…boly kenapa batinku bergejolak rasanya ingin
aku berlari dan kupeluk istriku sekian lama masih batin ini berkecamuk dengan
begitu banyak pertanyaan.
Akupun tersentak bagaimana tidak anak
itu dengan polos menyebutkan namanya
“kenalkan saya Siti Khadijjah Azhara
leno harun, saya Siti Syaidah Azhara leno harun..” kulihat anak itu dengan
santun mencium tangan herman cahyo dan ayu apalagi ayu memeluknya dengan gemes.
Siti Khadijjah Azhara Leno Harun dan
Siti Syaidah Azhara Leno Harun….nama yang bagus tapi kok ada nama aku
leno..leno!!..apakah….apakah…itu …akupun berdiri mau mengejar istriku dan kedua
__ADS_1
anakku yang ternyata dia adalah anakku, tapi aku terlambat karena mereka
menaiki mobil dengan meninggalkannku dengan keterkejutan yang melandaku, akun
mencari taksi dan harapanku mengejar mereka…tunggu aku syaiba…tunggu aku boly
aku datang hatiku berkata, kubiarkan suara informasi yang dari tadi memanggil
para penumpang tujuan ke Jakarta untuk bording pass.
Ku minta pak supir untuk mengikuti
mobil land cruiser berwarna hitam yang berhenti di simpangan lampu merah’
“pak bisa ikuti mobil warna hitam itu
pak,?” tanyaku sambil menunjuk kearah mobil yang ada di deretan kedua sebelah
kanan dari taxi yang kutumpangi
“baik pak…mudah mudah dia tidak laju
ya pak?”jawab pak sopir
“baik pak yang penting jangan lepas ya
pa?” pintaku
Lampu berubah berwarna hijau dan
akhirnya melesat dan akupun mengikuti dengan jarak yang tidak jauh sepertinya
pak sopir sering nonton film action akhirnya ku lihat mobil itu masuk ke sebuah
tikungan.
“pak apakah kita mau masuk juga?”Tanya
pak supir
“ini perumahan apa ya pak?”tanyaku
“ohh..ini perumah penta pak, dulu
tempat orang bule tinggal “ kata pak supir
“kalau gitu bisa bapak turun dan
melihat mereka masuk kerumah nomor berapa pak, maaf ya nanti saya bayar lebih”
kataku
“baik pak sebentar ya pak?.. saya
parkirkan mobil dulu” jawab pak supir sambil dia parkirkan kendaraannya dan
langsung memasuki kawasan penta
Penta..penta oya kenapa aku kok
melupakan kawasan ini bukanya dulu boly bilang kalau dia pernah tinggal disini
besama eyangnya.ahh kenapa aku lupa akan itu ya ( kugaruk kepalaku dengan
sangat nya rasanya ingin aku peluk istriku dan aku mau tau mengapa dia mau
menceraikanku…mengapa apa salah aku apa pergilan hatiku semakin dalam dan sakit)..tidak
lama ku lihat pak sopir masuk ke dalam mobil
__ADS_1