Syaiba

Syaiba
Episode 22


__ADS_3

LENO


Sore itu aku mau berangkat ke Jakarta,


karena pesawatku diundur menjadi jam 5 sore yang seharusnya aku berangkat jam 2


tadi, tapi karena ku malas kembali ke hotel akhirnya aku jalan jalan keliling


bandara untuk menguranngi rasa bosan yang tadi menderaku, tanpa kusadari


kulihat lelaki yang badanya sungguh kukenal dia memakai kemeja biru muda dengan


memakai celan kain berwarna navy begitu tegap dan seorang gadis yang sedang


hamil memakai dress berwarna pink sepertinya cocok dengan badanya yang kecil


sambil sekali sekali bermain hp.” Ya itu herman dan ayu sedang apa dia disini”


tanyaku didalam hati


Ah syukur mereka tidak mengenaliku


akhirnya aku duduk disamping lelaki itu sambil aku pura pura bermain


hp…..kulihat herman melihat jam ditanganya.


“kak.. dia datang jam berapa ?’tanya


ayu


“katanya jam 4 ..yu…?”


“ohhh….mana sih mas cahyo kok lama? “


“emang dia beli minum dimana sich”


rengek ayu


“tenang….nanti juga balik tuh tuyul…?


Sambil tersenyum herman sesekali dia melihat kearah pintu kedatangan


“ada apaa sayang..” kulihat kedatangan


cahyo yang membawa air mineral dan roti untuk istrinya dan herman


“tidak ..istrimu takut kamu hilang….”


“iya mas …malah kata mas herman mas


tuyul..” sambil makan roti boy


“ya iyalah…sayang khan mas itu


tuyul..” sambil duduk kembali disamping ayu


“her…..apakah dia nantinya akan


netap..atau akan hilang lagi?


“tidak tau cah?…apalagi peristiwa


waktu itu…tapi tolong jangan ungkit ya kasihan dia…!” tegas dari ucapan herman


mengisyaratkan suatu rahasia


“iya kasihan dia….cukup sudah derita


yang dialamaminya sampai disini!” jawab cahyo

__ADS_1


“bagaimana dengan anak anaknya,


mas?”Tanya ayu yang sudah menghabiskan 3 bungkus roti boy


“katanya anaknya tidak tau tapi dia


masih memakai nama lelaki itu untuk anaknya!”


“marah aku…..yu rasanya mau kukubur


hidup hidup dia, … awas kalau kulihat dia?”


“sabar mas, yang penting sekarang dia


balik itu yang terpenting sekarang, dan masih ada kita semua disini untuk


membuat dia semangat lagi”


“Iya……makasih yu” jawab herman yang


kutau derap nafasnya terasa berat dikeluarkan


Siapa yang dimaksudkkan…apakah


syaibah…..syaibah….pertanyaan itu mau kutanyakan tapi sejak herman memakai kata


kubur hidup… aku diam, ku tunggu siapa dia baru aku mau beranjak berdiri ayu


dan teriak memanggil nama yang tidak asing bagiku dan akupun terduduk lemas.


Nama yang lama kucari kepelos dunia


ini…aku diam melihat mereka menghampiri serang wanita cantik yang memakai baju


hem biru muda bergaris putih vertical bercelana jins hitam..ya..ya syaibah


tidak kuat berdiri karena terkejutanku.


Kulihat dia dengan rambut panjanganya


se pinggul diikat ekor kuda, wajah yang tambah cantik dan…dan… siapa itu


dibelakanganya….tanyaku dua anak gadis sepertinya berumur 5 tahun berwajah


manis dengan pipinya yeng gempal memeluk kaki istriku…. Tidak sia sia ku buka


hpku untuk mengambil gambar istriku …oooooh syaibah kau didepanku..tapi tapi


kenapa kau tinggalku, kenapa syai,…boly kenapa batinku bergejolak rasanya ingin


aku berlari dan kupeluk istriku sekian lama masih batin ini berkecamuk dengan


begitu banyak pertanyaan.


Akupun tersentak bagaimana tidak anak


itu dengan polos menyebutkan namanya


“kenalkan saya Siti Khadijjah Azhara


leno harun, saya Siti Syaidah Azhara leno harun..” kulihat anak itu dengan


santun mencium tangan herman cahyo dan ayu apalagi ayu memeluknya dengan gemes.


Siti Khadijjah Azhara Leno Harun dan


Siti Syaidah Azhara Leno Harun….nama yang bagus tapi kok ada nama aku


leno..leno!!..apakah….apakah…itu …akupun berdiri mau mengejar istriku dan kedua

__ADS_1


anakku yang ternyata dia adalah anakku, tapi aku terlambat karena mereka


menaiki mobil dengan meninggalkannku dengan keterkejutan yang melandaku, akun


mencari taksi dan harapanku mengejar mereka…tunggu aku syaiba…tunggu aku boly


aku datang hatiku berkata, kubiarkan suara informasi yang dari tadi memanggil


para penumpang tujuan ke Jakarta untuk bording pass.


Ku minta pak supir untuk mengikuti


mobil land cruiser berwarna hitam yang berhenti di simpangan lampu merah’


“pak bisa ikuti mobil warna hitam itu


pak,?” tanyaku sambil menunjuk kearah mobil yang ada di deretan kedua sebelah


kanan dari taxi yang kutumpangi


“baik pak…mudah mudah dia tidak laju


ya pak?”jawab pak sopir


“baik pak yang penting jangan lepas ya


pa?” pintaku


Lampu berubah berwarna hijau dan


akhirnya melesat dan akupun mengikuti dengan jarak yang tidak jauh sepertinya


pak sopir sering nonton film action akhirnya ku lihat mobil itu masuk ke sebuah


tikungan.


“pak apakah kita mau masuk juga?”Tanya


pak supir


“ini perumahan apa ya pak?”tanyaku


“ohh..ini perumah penta pak, dulu


tempat orang bule tinggal “ kata pak supir


“kalau gitu bisa bapak turun dan


melihat mereka masuk kerumah nomor berapa pak, maaf ya nanti saya bayar lebih”


kataku


“baik pak sebentar ya pak?.. saya


parkirkan mobil dulu” jawab pak supir sambil dia parkirkan kendaraannya dan


langsung memasuki kawasan penta


Penta..penta oya kenapa aku kok


melupakan kawasan ini bukanya dulu boly bilang kalau dia pernah tinggal disini


besama eyangnya.ahh kenapa aku lupa akan itu ya ( kugaruk kepalaku dengan


sangat nya rasanya ingin aku peluk istriku dan aku mau tau mengapa dia mau


menceraikanku…mengapa apa salah aku apa pergilan hatiku semakin dalam dan sakit)..tidak


lama ku lihat pak sopir masuk ke dalam mobil

__ADS_1


__ADS_2