
“apa isinya? Pakde?” ..”bayi
bun?”…”apa!!, …..bayi”…. “iya bund.. lanang…masih ada darahnya” kata pakde
broto…”bawa masuk pakde, sini tak lihat ..” ..”niki mbak bayine..” ku ambil
bayi laki laki itu dari pelukan pakde broto dan ku bawa ke ruangan sambil
memeluknya sepertinya bayi ini baru dilahirkan karena tali pusar sdh dipotong
dengan rapi dan masih ada darah disekitar perut dan punggung sang bayi…. “mbak
siti tolong ambilkan air hangat dan handuk ya?”…”iya mbak sebentar “…..sang
bayi masih menangis ku usahakan dengan sekuat tenaga untuk bisa diam tiba tiba
bunda lilis membawa botol susu lalu menarunya ke bibir sang bayi dan kerebahkan
kembali sepertinya dia haus “dia haus bund?”…”iya..seperrtinya..”kata bunda
lilis, tidak lama mbak siti bawa baskom berisi air hangat, handuk dan pakaian
bayi, aku dan mbak siti membersihkan bayi
sedangkan bunda lilis masih memegang
botol susu agar bayi itu tidak nangis, kulihat bayi itu cukup lucu badanganya
yang gempal dan berwarna putih kulitnya setelah kami bersihkan lalu kami
pasangkan baju dan bedak duh kasihan bayi ini siapa yang tega membuang bayi
yang lucu ini…akhirnya si bayi tidur pulas setelah menghabiskan susu yang tadi
diberi oleh bunda lilis.
Pagi itu aku, bunda, kak herman, pak
soleh, pak hendro, ibu shinta dan ibu ayu duduk di ruang tamu membahas temuan
bayi
“bund, apa kita lapor polisi bund?”
tanyaku
“tapi bagaimana dengan wasiat ini?”
kata Bunda
“ada surat wasianya kah, bund?” Tanya
kak herman…..”iya selain surat wasiat,uang sebesar 5 jt baju, susu serta gelang
__ADS_1
kaki berpola ikan!”kata bunda
“coba bund sini suratnya sy baca?”
Tanya pak hendro dan akhirnya bunda serahkan surat yang dibungkus amplop coklat
bertuliskan “WASIAT”
Assallamualaiku, saya udin bapak dari
bayi ini
Pak/bu tolong jaga bayi saya ini,
bukan apa apa istri saya barusan meninggal dan saya masih terlalu muda untuk
mengurusnya tolong beri nama yang baik dan untuk keperluan lainya mudah mudahan
saya bisa serahkan dana ke panti ini, tolong kalau ada apa apa kabari saya ke
nomor ini apabila sudah dewasa (18 th) sya akan datang kembali dan sy akan
memberi tau semuanya kepada bayi saya dan juga saya mohon kepada bapak dan ibu
merawatnya. Tolong saya untuk melaporkan kepada pihak berwajib sy tidak mau
anak saya diasuh oleh orang lain…saya percaya sama ibu dan bapak.
dan kasih sayangnya harapan saya anak saya menjadi anak yang kuat dan tangguh
agar saya bisa melihat wajahnya dikemudian hari.
Terimakasih ya bu pak
Wassallamualikum
Oya pak bun tolong beri nama anak saya ANDHIKA MAICAL PUTRA karena istri sya mau nama itu
Begitu sisi surat wasiat itu… dan
akhirnya pak soleh mengetik nomor telp yang tadi diberikan
Tut…tut….tut…”sy pengurus panti tempat bayi anda
dititipkan!”…”kenapa dengan orang tuanya, maksud saya ayah ibu kalian
berdua……”… “kami akan lapor ke polisi Karena anda sudah menelantarkan anak
anda!!”…..”baik kalau gitu saya tidak akan lapor tapi tolong anda hadir ke
mari,…”…”kami akan merawatnya dengan cinta kasih…” “oke deh begini aja setelah
anda tamat sekolah nanti bisa anda datang ke panti ini !”….”baiklah tapi
__ADS_1
bagaimana …””oke..oke saya faham, saya akan bicara dengan pengurus panti
lainya”… “terimaksaih…” akhirnya tanda Tanya terbesik di pikiranku sebelum aku
bertanya pak soleh sudah menerangkan “ anak ini masi berusia17 tahun dan
pacarnya berusia sama yang bawa bayi ini adalah bapaknya dan orang tua istrinya
katanya mereka tidak mau membawa anaknya sedangkan bapanya tinggal seorang diri
di sini, dia tidak mau kita lapor polisi takut bapak ibu dari pihak perempuan
marah dan itu surat wasiat juga mertuanya yang buat diatas tekanan katanya
kalau sudah tamat sekolah dia mau datang ke sisni” kata pak soleh…panjang lebar..”bagaimana
ini jadinya “ kata bunda lilis…” begini aja, bagaiman kalau kita rawat dan kita
beri nama anak ini sesuai wasiat itu mudah mudahan orang tua mereka melihat
anak mereka kita urus dengan baik” kata bu shinta…terdengan suara bayi menangis
dan akupun berdiri menemui bayi tersebut dank u gendong kutepuk punggunya
dengan lembut dan akupun meminta mbak siti untuk membuatkan susu untuknya Akhirnya
kami memberikan nama sesuai permintaan orang tuanya ya ANDHIKA MAICAL PUTRA nama ya bagus semoga nanti kalau dewasa kau memaklumi kenapa kau dititip disi
ya ical kataku, hari demi hari, waktu demi waktu kuurus ical dengan
tanganku…pasti kalian heran kenapa aku yng urus ical buakanya ada mbak siti,
bunda lilis dan pengasuh lainya…ya begini ceritanya si ical usia 2 minggu panas
tinggi dan aku menjaga dia sampai semalaman ku gendong dia dengan nyanyian nina
bobok yang mungkin kita denga tiap hari, semenjak hari itu kalau bukan aku yang
menyanyikan lagu nina bobo pasti dia tidak mau tidur dan usia 3 tahun dia sebut
aku bunda. Bagaimana dengan keluargaku ? mereka mendukungku sepenuh hati
apalagi ical ku bawa pulang aduh itu ummiku dan abi tidak henti hentinya
menggendongnya dan menelantarkan kami anaknya kami bangga mempunya orang tua
yang faham akan pekerjaan kami kata abi “apapun yang kau lakukan dengan ikhlas
yang penting lurus dijalan Allah Abi dan Ummi dukung “ makanya sampai sekarang
kakakku sayang sama ical seperti adiknya sendiri dan aku sebagai bunda
angkatnya.
__ADS_1