Syaiba

Syaiba
Episode 11. Si Mungil dan wasiat


__ADS_3

“apa isinya? Pakde?” ..”bayi


bun?”…”apa!!, …..bayi”…. “iya bund.. lanang…masih ada darahnya” kata pakde


broto…”bawa masuk pakde, sini tak lihat ..” ..”niki mbak bayine..” ku ambil


bayi laki laki itu dari pelukan pakde broto dan ku bawa ke ruangan sambil


memeluknya sepertinya bayi ini baru dilahirkan karena tali pusar sdh dipotong


dengan rapi dan masih ada darah disekitar perut dan punggung sang bayi…. “mbak


siti tolong ambilkan air hangat dan handuk ya?”…”iya mbak sebentar “…..sang


bayi masih menangis ku usahakan dengan sekuat tenaga untuk bisa diam tiba tiba


bunda lilis membawa botol susu lalu menarunya ke bibir sang bayi dan kerebahkan


kembali sepertinya dia haus “dia haus bund?”…”iya..seperrtinya..”kata bunda


lilis, tidak lama mbak siti bawa baskom berisi air hangat, handuk dan pakaian


bayi, aku dan mbak siti membersihkan bayi


sedangkan bunda lilis masih memegang


botol susu agar bayi itu tidak nangis, kulihat bayi itu cukup lucu badanganya


yang gempal dan berwarna putih kulitnya setelah kami bersihkan lalu kami


pasangkan baju dan bedak duh kasihan bayi ini siapa yang tega membuang bayi


yang lucu ini…akhirnya si bayi tidur pulas setelah menghabiskan susu yang tadi


diberi oleh bunda lilis.


Pagi itu aku, bunda, kak herman, pak


soleh, pak hendro, ibu shinta dan ibu ayu duduk di ruang tamu membahas temuan


bayi


“bund, apa kita lapor polisi bund?”


tanyaku


“tapi bagaimana dengan wasiat ini?”


kata Bunda


“ada surat wasianya kah, bund?” Tanya


kak herman…..”iya selain surat wasiat,uang sebesar 5 jt baju, susu serta gelang

__ADS_1


kaki berpola ikan!”kata bunda


“coba bund sini suratnya sy baca?”


Tanya pak hendro dan akhirnya bunda serahkan surat yang dibungkus amplop coklat


bertuliskan “WASIAT”


Assallamualaiku, saya udin bapak dari


bayi ini


Pak/bu tolong jaga bayi saya ini,


bukan apa apa istri saya barusan meninggal dan saya masih terlalu muda untuk


mengurusnya tolong beri nama yang baik dan untuk keperluan lainya mudah mudahan


saya bisa serahkan dana ke panti ini, tolong kalau ada apa apa kabari saya ke


nomor ini apabila sudah dewasa (18 th) sya akan datang kembali dan sy akan


memberi tau semuanya kepada bayi saya dan juga saya mohon kepada bapak dan ibu


merawatnya. Tolong saya untuk melaporkan kepada pihak berwajib sy tidak mau


anak saya diasuh oleh orang lain…saya percaya sama ibu dan bapak.


dan kasih sayangnya harapan saya anak saya menjadi anak yang kuat dan tangguh


agar saya bisa melihat wajahnya dikemudian hari.


Terimakasih ya bu pak


Wassallamualikum


Oya pak bun tolong beri nama anak saya ANDHIKA MAICAL PUTRA karena istri sya mau nama itu


Begitu sisi surat wasiat itu… dan


akhirnya pak soleh mengetik nomor telp yang tadi diberikan


Tut…tut….tut…”sy pengurus panti tempat bayi anda


dititipkan!”…”kenapa dengan orang tuanya, maksud saya ayah ibu kalian


berdua……”… “kami akan lapor ke polisi Karena anda sudah menelantarkan anak


anda!!”…..”baik kalau gitu saya tidak akan lapor tapi tolong anda hadir ke


mari,…”…”kami akan merawatnya dengan cinta kasih…” “oke deh begini aja setelah


anda tamat sekolah nanti bisa anda datang ke panti ini !”….”baiklah tapi

__ADS_1


bagaimana …””oke..oke saya faham, saya akan bicara dengan pengurus panti


lainya”… “terimaksaih…” akhirnya tanda Tanya terbesik di pikiranku sebelum aku


bertanya pak soleh sudah menerangkan “ anak ini masi berusia17 tahun dan


pacarnya berusia sama yang bawa bayi ini adalah bapaknya dan orang tua istrinya


katanya mereka tidak mau membawa anaknya sedangkan bapanya tinggal seorang diri


di sini, dia tidak mau kita lapor polisi takut bapak ibu dari pihak perempuan


marah dan itu surat wasiat juga mertuanya yang buat diatas tekanan katanya


kalau sudah tamat sekolah dia mau datang ke sisni” kata pak soleh…panjang lebar..”bagaimana


ini jadinya “ kata bunda lilis…” begini aja, bagaiman kalau kita rawat dan kita


beri nama anak ini sesuai wasiat itu mudah mudahan orang tua mereka melihat


anak mereka kita urus dengan baik” kata bu shinta…terdengan suara bayi menangis


dan akupun berdiri menemui bayi tersebut dank u gendong kutepuk punggunya


dengan lembut dan akupun meminta mbak siti untuk membuatkan susu untuknya Akhirnya


kami memberikan nama sesuai permintaan orang tuanya ya ANDHIKA MAICAL PUTRA nama ya bagus semoga nanti kalau dewasa kau memaklumi kenapa kau dititip disi


ya ical kataku, hari demi hari, waktu demi waktu kuurus ical dengan


tanganku…pasti kalian heran kenapa aku yng urus ical buakanya ada mbak siti,


bunda lilis dan pengasuh lainya…ya begini ceritanya si ical usia 2 minggu panas


tinggi dan aku menjaga dia sampai semalaman ku gendong dia dengan nyanyian nina


bobok yang mungkin kita denga tiap hari, semenjak hari itu kalau bukan aku yang


menyanyikan lagu nina bobo pasti dia tidak mau tidur dan usia 3 tahun dia sebut


aku bunda. Bagaimana dengan keluargaku ? mereka mendukungku sepenuh hati


apalagi ical ku bawa pulang aduh itu ummiku dan abi tidak henti hentinya


menggendongnya dan menelantarkan kami anaknya kami bangga mempunya orang tua


yang faham akan pekerjaan kami kata abi “apapun yang kau lakukan dengan ikhlas


yang penting lurus dijalan Allah Abi dan Ummi dukung “ makanya sampai sekarang


kakakku sayang sama ical seperti adiknya sendiri dan aku sebagai bunda


angkatnya.

__ADS_1


__ADS_2