Syaiba

Syaiba
Episode 30


__ADS_3

Tok….tok…..Tok… (pintu kamar diketuk)


“Assallamualaikum….” Suara seorang lelaki dari balik pintu


“Waallaikumsalam….sebentar” mas satria membuka pintu dan masuklah seseorang lelaki yang usianya hampir sama dengan ayah berbadan tegap dan disampinya seorang wanita paruh baya.


“Mami……kok kemari?” tanyaku


“Leno…kenalkan ini pamanmu….”


“Pamanku….??”


“Iya ini Pamanmu Jimmy Hutomo Siam..”kata mamiku


“halo son apa kabarmu…” sapa pamanku


Akupun beranjak dari dudukku dan bersalama


dengannya masih dengan tatapan yang ragu


“bagaiman ..permasalahnya sudah selesai…” tanyanya sambil melirik ayah yang tadi sudah berdiri dan di peluknya


sahabatnya yah pamanku


“sudah dan saya tau siapa yang bersalah disini dan siapa yang menjadi korbanya disini” jabaw ayah


“lah ini apa ya.. saya bingung…” jawabku


“makanya jangan jadi orang oon …sifat kok sama kayak ayahmu…” pamanku menimpalin


“mami, bunda ini ada apa ? yah saya tidak tau..?” tanyaku


“sini duduk lagi kamu,!” tarik mas satria dan akupun terduduk diantara orang orang yang memperhatikan aku seperti


mau dimakan aja aku rasanya.


“begini son…bapak mertuamu ini adalah teman saya dari SD sampai sekarang dan mamimu ini adalah adik saya yang hilang akibat menikah dengan papimu yang brengsek itu !!... dua hari yang lalu mamimu menelpon sy dan ingin ketemu untuk meminta bantuan saya sebenarnya saya tidak suka tapi setelah saya tau siapa istrimu sy akhirnya membantu mamimu untuk ketemu dengan teman saya ini..” panjang lebar pamanku menerangkanya sampai tidak terasa sudah waktunya sholat djuhur, pertemuan kami dihentikan untuk sholat dan makan siang bersama di café yang ada dihotel tersebut


\===========


\=======


Apakah benar istilah belahan hati kta


itu tulang rusuk kita,


Apabila sudah patah, masihkan bisa


disambung kembali,


Walaupun dibelahan bumi manapun,


Aku ingin rusukku bersatu kembali


dalam ikatan hati yang suci,


Karena antara cinta dan benci itu


adalah abu abu


///////////////////////


Syiba (rev)

__ADS_1


Pagi ini begitu indah sambil melihat pantai dank u lihat kedua anakku bermain di pantai bersama kak herman dan


diana, sedangkan kak cahyo dan ayu sedang keluar katanya mau jalan jalan melihat kota Balikpapan berdua aja..ihh iri rasanya tapi taka apa …”(oya mana pria yang biasanya duduk di sana kok tidak kelihatan biasanya sudah ada dia)”batinku


“mengapa setiap ada pria itu hatiku begitu tentram, tapi hari ini hatiku hampa seperti sebelum sebelumya” pikirku


sambil melihat kea rah gang yang memang sering Leno lewati dan duduk di bongkahan pohon kelapa yang tumbang itu


““Ummi… abbi mana? Kata ummi kalau kita kembali kemari, abbi akan nyusul kok tidak ada ?” tanyaya sambil melihat wajahku yang tiba tiba kaget dan akupun menahan sambil tersenyum anakku sudah mulai merindukan ayahnya, tapi apa dia sudah melupakan diriku? Dalam hati kumenangis  “dijah sayang?...abbi khan kerja ? katanya abbi belum bisa pulang karena masih banyak kerjaan ?”jawabku yang mungkin kata orang pasti jawaban yang melegakan buat yang nanya tapi lain dengan ananku dijah dia beda dengan syaidah, kalau syaidah orangnya cuek dan kalau dijah hatinya lembut


“ummi…kenapa dijah tidak pernah melihat foto abbi dan ummi?” lagi…dan lagi”” pertanyaan dijah yang kemarin membuat aku menangis apakah sudah waktunya anak anak bertemu yahnya, tapi dimana dia berada, tapi apa hakku mencari dia, dia bukan siapa siapa lagi buatku mungkin kini sudah bahagia…YaAllah aku mohon


kuatkan aku dan bahagiakan hatiku ya Allah atas semua kemurahanMU…..


“syaiba…..syaiba…. he….!!” Suara kak herman memanggilku sambil menepuk punggungku


“ehhh ada apa kak?...”tanyaku sambil terbengong bengong karena kulihat kak herman dan dijah sudah duduk didepanku


“Ihhhh Ummi bagaimana dari tadi dipanggilin tidak dengar…!” sambil mulutnya komat kamit gemes rasanya


“ah masa ummi tidak melamun…dijah aja”


“apa dipanggil tidak jawab bengong aja kayak kambing kehilangan induknya…” jawab kak herman


“ada apa…” Tanya kak herman


“tidak ada kak…. Tidak ada yang dipikirin” ngelesku supaya tidak kelihatan


“awas ya kalau bengong lagi nanti kesambet jin pohon kelapa loh..”


“ihh nakuti aja..kakak ini….” Sambil kupukul badan kak herman


“nah gitu dong tapi jangn pukul terus nanti badanku bengkak bengkak”


“oya kapan kakak ketemukan sy dengan tunangan kakak, saya mau ketemu nah mumpung masih disini?”


“ada apa…”


“mana sy tau… dia kalau sama mas syam sudah kayak pasangan suami istri..iri aku rasanya..”


“loh kok gitu……”


“lah iyalah coba bayangi, …aku calonya tapi dia kok sama mas syam terus, aku tau dia sekertaris mas syam tapi coba kalau sudah mas syam bilang……a ….ya dia akan jaba……a “sambil meaminkan pasir


dengan ranting kak herman curhat


“intinya kak herman curhat gitu?” tanyaku


“coba bilangi sam mas syam agar Fika diijinkan libur…”


“oo namanya fika…oke nanti saya bilang sama mas syam…”


“beneran ya….kutunggu….”ayo dijah kita main lagi….


Agak lama waktu azan berkumandang…


“ayo anak anak kita pulang waktunya sholat…!!” triaku dan anak anak pun berlari menuju rumah kami


--------------==========+++++++++


Di Hotel


Setelah sholat berjamaan dan makan siang bersama kami akhirnya kembali ke kamar yang tadi kami tinggal …ya kami melanjutkan pertemuan yang tadi tertunda.Kulihat mamiku dan bunda sedang berbincang bincang, kak satria yang asik dengan hpnya sambil senyam senyum sendiri dan kulihat ayah dan pamanku berbincang bincang serius.

__ADS_1


“jadi begini leno saya dan pamanmu ini sepakat akan menyatukan kalian kembali ……”


“tapi …tapi….abbi..syaiba….”potong mas satria


“sat, kita tenang dulu tunggu apa kata abbimu,…”potong bunda


“silahkan abbi …”


“apakah kamu mau kembali, leno?” Tanya ayah


“saya mau kembali ayah, saya sangat mencintai Syiba yah…”


“sy tidak bisa hidup tanpa syaibah ayah, rasanya raga ini tidak ada artinya…:”


“gombal….”mami dan bunda bersamaan sambil tertawa


“Ihhhh gombal amat……..”kata mas syam sambil menepuk pundakku


“ah…iya saya tidak gombal ayah, bunda,mami…benaran coba perhatikan saya …”


“apa yang mau diperhatikan….darimu…son” Tanya paman sambil senyam senyum


“o..o…o…o… ayo kita perhatikan Leno Admja Wijaya Bin Cokro Rianto Admaja Wijaya ini…”seru mas dimas sambil berdiri memperhatikan aku secara seksama


“Hem…rambut gondrong, wajah penuh rambut, hitam dan kurus…kayak….kayak….kayak siapa ummi…”


“kayak gembel…ha…ha….ha..”ledek keempat orang didepanku malu rasnya ya apa boleh buat memang sejak aku


kehilangan syaiba semua penampilanku tak kuurus rambut yang panjang wajah penuh rambut alias jambang dan kumis yang tidak ku tata dengan rapi.


“oke oke saya mengakui sy gembel..tapi jangan gitu juga ..”


“baik kita serius kembali ..”pinta ayah yang diangguki oleh semuanya


“jadi gini hari rabu lusa, kamu bisa ketemui syaiba disini, diruangn ini tapi ada yang harus kamu urus……”


“tidak usah Run(Harun ayah mertuaku) biar yang itu aku urus…….”kata pamanku


“tapi biar selesai masalahnya…”


“tidak usah aku masih ada yang mau bereskan dulu masalah itu..”


“jadi bagaimana yah….”pertanyaanku menyela urusan paman dan ayah


“bawa surat surat ini dan kasih tau syaiba…jangan dibuka biar syaiba buka dan tunggu reaksinya..”sambil menyerahkan amplop berwarna coklat pamanku menerangkan secara detil


“tapi ayah bunda …apakah syaiba mau ketemu sama aku dan menerima aku kembali ..” tanyaku


“yah itu usahamu ….bagaiman supaya syaiba kembali padamu…” jawab mas satria


“baiklah saya akan berusaha bagaimanapun juga saya mau syaibah kembali kepada saya..”jawabku dengan penuh semangat.


“semangat…kami mendukungmu…” jawab ayah


“tapi sebelumnya……ada syat yang harus..kamu lakukan…”pinta ayah mertuaku


“apa yah katakana …saya siap menerimanya”


“aduh semangat betul….len kamu “


“biar mas kalau bisa sekarang sy mau ketemu syaibah mas..”


“ehhh jangan …kamu mau kita bawa syaiba hilang lagi..!!!…”jawab mas syam dengan ketus

__ADS_1


“jangn mas…. Oke deh oya yah apa syaratnya…….” Pintaku


“nah gitu dong anak mami,…semangatraih dan bawa syaiba menantu mami pulang..”jawab mami yang dari tadi diam aja karena semua sudah diserahkan kepamanku.


__ADS_2