
Hatiku dag dig dug rasanya mau copot
karena kemarin aku menantang leno untuk datang kerumah agar ijin ke abbi kalau
suka padaku dan aku jd sudah bicara dengan mas saym, abbi dan ummiku perihal
leno yang mau datang kerumahku, tapi apa yang kutakutkan sehabis sholat magrib
didepan rumahku berhenti mobil alfat hitam.
Aku terkaget kaget sekalinya leno
men[ati janjinya untuk ketemu abi
“Assallamualikum,…”
“Waallaikumsalam…masuk leno?” sapa mas
syam
“hai,,,mas syam saya datang?”
“iya! Sudah ditunggu kok, mari masuk”…
“baiklah…..”
Sambil menunggu panggilan dari mas
syam aku menunggu dikamar takut hatiku sudah tidak dapat menahan untuk melihat
apa yang dibicarkan oleh keluarga dan keluarga kak leno sambil berzikir aku
tiada henti.
Tok…tok…tok…. (Bunyi pintu kamarku
diketuk dari luar)
“Sayibah keluar dek …ada yang mau
ketemu?”
“Iya mas sebentar…?” jawabku sambil
membuka pintu
Akupun keluar dan kuperhatikan di sofa
ada kak leno dengan kemeja batiknya, ayahnya dan ibunya serta kak herman, kak
cahyo, kak surya yang duduk disebelah kiri ku sedangkan abbiku, ummi serta mas
saym sudah duduk disebalh kananku, akupun duduk berhadapan dengan kak leno aku
tertunduk dan diam…akhirnya abbiku pun berbicara
__ADS_1
“Pak Cokro, (Cokro Rianto Admaja
Wijaya ayah kak leno) ini anak kami yang paling bontot namanya Syaibah Natahsa
Dwi Harun yang barusan kita bicarakan tadi”
“Cantik..pi…allhamdullihah…kok kamu
bisa dapat cewek yang cantik gini sih len” (Puji lestari bunda kak leno)
langsung memberikan tanganya untuk salaman )
“apaan sih mami, malu aku!”.....sambil malu malu leno menundukkan kepalanya
“Syaibah, ……abi ingin kamu jujur sama
kami?”
“iya abbi, silahkan Tanya?”
“apakah kamu suka dengan leno, syi?”
“Bismillah…iya abbi” jawabku”
“sudah mantap sayang” Tanya papanya
leno
“InsyaAllah sudah ….pi”jawabku
dengannya, karena abbi tidak mau anak abbi pacaran dan akhirnya berbuat yang
tidak tidak, begitu juga dengan papi leno yang menginginkan agar anakknya
menikah dengan syai, bagaimana?”
“tapi bagaimana dengan kuliahku,
abbi…” tanyaku
“kalau perihal kuliah, tidak masalah
syi apalagi leno sebentar lagi lulus dan langsung kerja di kantor papi dan kamu
masih bisa melanjutkan kuliahmu?’ jawab papa leno
“bagaimana, sayang.apakah kau siap.”
kata ummi
“abbi, Ummi mas syam saya setuju menerima
lamaran kak leno.. karena sy sudah mencari jawaban sama Allah yang terbaik
Ummi, Abbi?” jawabku
__ADS_1
“jadi kamu siap, menjadi istri
leno?”kata kak syam…(Ku nggukan kepalaku dilanjuti dengan kata Alhamdullilah
dari suara kak leno yang sedari tadi ku lihat dia gugup menanti jawabanku)
“tapi acaranya sedehana aja ya abbi,
ummi?” pintaku
“loh kok gitu? Tanya mami kak leno
“meriahnya nanti aja setelah sy sudah
lulusan aja, mam?” jawanku
“oke, kalau maunya syaibah begitu,
mam, pi, abbi, ummi, yang penting syh dulu aja,ya?” jawan kak leno antusias….sambil
curi curi pandang ke arahku yang sedari tadi aku menunduk malu
Maka terjadi adu argument menentukan
tanggal pernikahan dan apa apalah itu namanya yang membuat aku dan kak leno
tersenyum
“selamat ya, kamu duluin aku len…”kak
herman memeluk kak leno
“siapa dulu…aku gitu loh?” dan saling
peluk peluikan deh bareng kak surya, kak cahyo
“Oi…panas tau?”
“idih….jijek aku sama kalian semua”
sambil berusa melepaskan pelukan sahabanya kak leno meminta tolong aku….akupun
membiarkan mereka saling usil.
Ku dekati masku yang dari tadi diam
dalam senyum dia memperhatikan hpnya dengan seksama dan dia meminta ijin kepada
abbi dan ummi untuk keruangan tengah.
Agak lama masku memanggilku…sambil
menarik proyektor yang ada diruang tengah dia menyuruhku untuk memanggil ummi
untuk keruang tengah.
__ADS_1