Syaiba

Syaiba
Episode 21


__ADS_3

5 tahun berlalu


Dibandara sepinggan ku langkahkan kakiku kembali dari tempat persembunyianku ya aku pergi ke dubai tempat ku


tinggal selama ini.


“boly…boly…. “ kulihat siapa lagi kalau bukan ayu yang perutnya sudah kelihatan membuncit yang datang menjemput ku di bandara dan ku lihat kak herman, kak cahyo datang menjemputku


“Assallalualikum, apa kabar baik semua?’ tanyaku


“Waallaikumsallam….baik boly….kamu…wah tambah cantk aja kamu?” goda mas herman yang kulihat saat ini berubah bagaiman tidak dia kelihatan tambah maco dengan kacamata yang bertengger dihidungnya yang mancung dan kulihat jambang tipis ditambah gaya tampilan yang sekxi, sedangkan cahyo yang masih memegang tangan istinya (ayu) supaya tidak banyak gerak mungkin karena perutnya itu.


“Alhamdullilah kak…boly sehat” jawabku


“Ummi…Ummi….. ?” dua gadis kecil menarik baju ku


“oya ..Ummi lupa ..ini kenali sama om Herman, om cahyo dan tente ayu teman Ummi?” sambil ku kenalkan dua gadis kembarku ke sahabatku.


“kenalkan saya Siti Khadijjah Azhara leno harun, saya Siti Syaidah Azhara leno haru..” sambil mencium telapak tangan kak herman, kak cahyo dan ayu bergantian.


“ihhhh gemes deh boly anakmu…kok imut sich…sini tante peluk “ sambil memeluk anakku yang memang mengemaskan.


“tante anak tante kembar ya…? Tanya khadijjah sambil mengelus perut ayu


“inggak kok……..”


“pasti cowok anak……” “tidak cewek…cowok…cewek !” mereka berdebat Cuma karena bayi yang belum lahir


“sudah ….sudah…ummi bilang apa ayo…?” ku cubit manis pipi kedua anakku


“jangan kelahi…kan kami kembar….ha..ha…ha…” mereka jawab sambil berpelukan dan tertawa dengan riang.


Kulangkahkan kakiku menuju tempat parkir dan menaiki mobil land cruiser berwarna hitam menuju ke kediaman eyang yang memang tempat aku tinggal selain di tempat abbi tinggal. Tidak jauh dari bandara dan tempat tinggal eyang Cuma 45 menit,  dan rumah eyang yang bentunya tidak pernah berubah dari dulu yang paling aku suka karena rumah tersebut dekat dengan pantai sungguh kebahagian yang tiada bandingannya.


Sampai di rumah eyang aku disambut Abbi, Ummi, Mas satrio, mas satria, dan siapa lagi kalau bukan Diana sahatku yang paling aku cintai selain ayu. Kupeluk semuanya dengan sangat haru apalagi Ummi kupeluk lama.


“Abbi, ummi …” syaibah pulang?....” langsung aku peluk abbiku yang tidak kalah sambil menahan tangisanya dia peluk aku dengan dekapan yang penuh emosi

__ADS_1


“jangn pergi lagi ..ya…hadapi semua….sudah waktunya kamu hadapi ini ada kami disini..jangan pergi lagi, ya” abbi memelukku sambil membisikan ke telingaku


“InsyaAllah Abbi….ini yang terakhir….buat syaibah.”jawabku


“Ummi….Maaf syaibah …ya…Ummi..hik….hik ?’ aku menangis dan memeluk ummi dengan dekapan yang hangat dan bercucuran air mata ummi cium pipiku berulang kali


“syaibah tidak ada salah… jangan pergi lagi ya…cukup sudah..Ummi tidak kuat kalau syibah pergi …cukup sudah ….ya?” pinta Ummi dan ku anggukan tanda setuju, lalu ku peluk satu persatu masku yang sama seperti aku menangis dan terakhir ku peluk Diana yang dari tadi menangis tiada henti.


“Ummi kenapa …kok menangis..”pertanyaan yang menghentikan acara tangis menangis karena suara khadijah


memecahkanya…


“Khadijah, syaidah sini…salim sama eyang kakung, eyang putri,pakdhe..” pintaku


“Eyang kakung, kenalkan saya kahadijah,….saya syaidah” mereka memperkenalkan diri mereka sambil mencium


telapak tangan Abbi dan Ummiku


“aduh…cucu eyang sudah besar ya?’dicium anakku sambil mencubit pipi anaku


“Jangan eyang kan kasihan…sini uti peluk…uti kangen mau peluk cucu uti yang bullet kayak bakpau..” sambil memeluk anakku bersamaan lalu mas satrio dan mas satria bergantian sambil bercanda.


“Ummi…Ummi pakdhe kembar ya…kayak kami, ?” Tanya syaidah


“Iya…makanya jangan salah lihat mana pakdhe Satrio, mana pakdhe satria..ya”bilangku


“mana mas syam, abbi?”


“oh dia ada di KL baru besok pulang”jabaw abbi


“Ihh… sibuk betul..tiadak tau apa kalau adiknya mau pulang ?” sebelku


“lah bukanya dia yang menyuruh kamu pulang….” Jabah mas Satrio


“Iya sich..” aku pun mengikuti anakku yang sudah dibawa Ummi, Diana dan ayu masuk keruang tengah untuk duduk di sofa sambil sesekali mencium anakku yang sepertinya merasah gerah akibat ciuman ayu


yang tiada henti apalagi datangnya mas satrio yang super dupel jahil.

__ADS_1


“dian ..nanti kita buat anak kembar ya…”kata mas satria


“apa…kapan kalian pacaran…”tanyaku sambil kulihat Diana yang senyum penuh arti


“sudah 2 tahun, minggu depan mas mau melamarnya, ya khan dik Diana?” jawab mas satria


“iya ..mas saya tunggu aja, awas kalau tidak….”sambil mencubit lengan mas satria


“au…sakit…dik Diana?” jawabnya…ihhhh rasanya mau ku jitak deh mereka berdua


“kok aku tidak dikasih tau?” tanyaku


“a surprise for my long lost sister swallowed by the earth” jawab mas sat


“tidak lah kok aku ditelan bumi..”timpalku


“ya…ya lah kamu Cuma bisa kirim kabar lewat telpon tapi tidak pernah kasih lihat wajah Cuma ke syam kamu bisa ke kita…..” omel mas sat


“iya…iya syaibah salah maaf y…….”


“Martabak datang…martabak datang….”Suara cahyo memberhentikan ucapanku


Iya abbi minta kak cahyo sama kak herman untk membeli martabak jadinya setelah menurunkan aku tadi mereka


langsung pergi lagi untuk membeli martabak kesukaan ku.


Akhirnya kangen kangenan malam itu berjalan dengan sangat mengharukan. Tapi di saat aku lagi kangen kangenan


sama keluargaku aku merasa ada yang aneh dari kedatanganku di bandara tadi ada yang memperhatikannku tapi siapa dia?.......


Waktu


Tidak


Dapat


Diulang !!!!!!!!!

__ADS_1


__ADS_2